alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Pesona Pejabat Pemkab Boyolali yang Jago Basket dan Gagas Kemandirian

BOYOLALI – Insan Adi Asmono, salah satu pejabat Pemkab Boyolali yang dikenal gagah dan ramah. Dia merupakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, merangkap sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).

Orang pasti bisa menebak bahwa Insan Adi Asmono adalah seseorang yang jago basket, dilihat dari postur tubuhnya. Dan benar, semasa mudanya, Insan pernah berkecimpung di dunia street basketball.

“Masa muda dulu, saya pemain basket. Sekarang mau olahraga sudah disibukan dengan kerja. Dah ngak sempat lagi,” ungkapnya diselingi tawa saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kantor Dinkes Boyolali, Jumat (26/9).


Kini, Insan sudah duduki kursi strategis di pemerintah Boyolali. Semua berkat usaha dan perjuangan keras tanpa pamrih. Demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Susu.

Ketika menjabat sebagai Inspektur Boyolali, Indan pernah dapat pujian dari salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dinilai memiliki darah seni, saat punya ide memboyong Zoom Meeting di lokasi outdoor. Tepatnya di depan patung Sapi Lembu Sora.

Kinerja ciamiknya, membawa Boyolali sebagai kabupaten dengan sistem pencegahan korupsi terbaik di Indonesia oleh KPK. Tak tanggung-tanggung, tiga tahun berturut-turut.

Semangat kerja ini kembali dibawanya, ketika menjabat Plt Dinkes Boyolali. Dari pemikirannya, muncul program kemandirian dan kesadaran masyarakat terkait hidup bersih. Dimulai dari lingkup terkecil dalam organisasi masyarakat, yakni RT.

Baca Juga :  Taati Prokes, PTM di Boyolali Akan Ditambah Intensitas Jam dan Harinya

Program yang ditelurkan, menyasar kesadaran infrastruktur lingkungan bersih, penuntasan masalah sampah, hingga kesehatan dan sosial. Insan ingin, kontrol sosial di masyarakat berjalan. Melalui wadah perlombaan, supaya lingkungan tingkat RT punya integritas.

“Memang tidak serta merta langsung muncul kesadaran itu. Tapi kami pantik melalui program Monitoring Center for Development (MCD) yang diturunkan menjadi Pekan Boyolali Metal. Beberapa lomba tingkat RT ini akan membuat masyarakat berlomba-lomba menjadikan lingkungannya lebih bersih,” terangnya.

Meski baru berjalan, Pekan Boyolali Metal mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat. Kaitannya update data kependudukan secara lengkap di tingkat RT. Bahkan sudah 80 persen masyarakat Boyolali lakukan validasi data kependudukan.

Melalui program ini, Pemkab Boyolali bisa memantau program-progam pemerintah. Mulai dari tingkat bawah, yakni RT hingga perangkat daerah. Melalui pembangunan data yang dilaporkan secara periodik.

“Visi Indonesia maju bisa dicapai. Kalau lingkungan maju, Indonesia juga maju. Tentu ini butuh proses beberapa tahun ke depan. Karenanya program ini akan dilanjutkan dan dikembangkan tiap tahunnya,” tandasnya.

BOYOLALI – Insan Adi Asmono, salah satu pejabat Pemkab Boyolali yang dikenal gagah dan ramah. Dia merupakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, merangkap sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).

Orang pasti bisa menebak bahwa Insan Adi Asmono adalah seseorang yang jago basket, dilihat dari postur tubuhnya. Dan benar, semasa mudanya, Insan pernah berkecimpung di dunia street basketball.

“Masa muda dulu, saya pemain basket. Sekarang mau olahraga sudah disibukan dengan kerja. Dah ngak sempat lagi,” ungkapnya diselingi tawa saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kantor Dinkes Boyolali, Jumat (26/9).

Kini, Insan sudah duduki kursi strategis di pemerintah Boyolali. Semua berkat usaha dan perjuangan keras tanpa pamrih. Demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Susu.

Ketika menjabat sebagai Inspektur Boyolali, Indan pernah dapat pujian dari salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dinilai memiliki darah seni, saat punya ide memboyong Zoom Meeting di lokasi outdoor. Tepatnya di depan patung Sapi Lembu Sora.

Kinerja ciamiknya, membawa Boyolali sebagai kabupaten dengan sistem pencegahan korupsi terbaik di Indonesia oleh KPK. Tak tanggung-tanggung, tiga tahun berturut-turut.

Semangat kerja ini kembali dibawanya, ketika menjabat Plt Dinkes Boyolali. Dari pemikirannya, muncul program kemandirian dan kesadaran masyarakat terkait hidup bersih. Dimulai dari lingkup terkecil dalam organisasi masyarakat, yakni RT.

Baca Juga :  Beri Makna Indonesia, BRI Target Kredit UMKM Nasional Rp1.800 Triliun

Program yang ditelurkan, menyasar kesadaran infrastruktur lingkungan bersih, penuntasan masalah sampah, hingga kesehatan dan sosial. Insan ingin, kontrol sosial di masyarakat berjalan. Melalui wadah perlombaan, supaya lingkungan tingkat RT punya integritas.

“Memang tidak serta merta langsung muncul kesadaran itu. Tapi kami pantik melalui program Monitoring Center for Development (MCD) yang diturunkan menjadi Pekan Boyolali Metal. Beberapa lomba tingkat RT ini akan membuat masyarakat berlomba-lomba menjadikan lingkungannya lebih bersih,” terangnya.

Meski baru berjalan, Pekan Boyolali Metal mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat. Kaitannya update data kependudukan secara lengkap di tingkat RT. Bahkan sudah 80 persen masyarakat Boyolali lakukan validasi data kependudukan.

Melalui program ini, Pemkab Boyolali bisa memantau program-progam pemerintah. Mulai dari tingkat bawah, yakni RT hingga perangkat daerah. Melalui pembangunan data yang dilaporkan secara periodik.

“Visi Indonesia maju bisa dicapai. Kalau lingkungan maju, Indonesia juga maju. Tentu ini butuh proses beberapa tahun ke depan. Karenanya program ini akan dilanjutkan dan dikembangkan tiap tahunnya,” tandasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/