alexametrics
29.8 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Asosiasi Guru Desak PTM Cukup 50 Persen

JAKARTA – Covid-19 varian Omicron cepat menyebar. Itu memicu lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir. Namun, mayoritas yang terinfeksi Omicron kini telah sembuh.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, dari 745 pasien positif varian Omicron yang dirawat di isolasi terpusat RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, sebanyak 717 orang (96 persen) telah dinyatakan sembuh. ”Sisanya masih dalam perawatan,” katanya.

Sementara itu, tercatat total 777 pasien Omicron yang dirawat di rumah sakit. Sebanyak 88 persen atau 689 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 88 orang lainnya masih dirawat.


Meski demikian, kasus positif harian terus menanjak. Kemarin (26/1) kasus positif harian mencapai rekor tertinggi, yakni 7.010 kasus baru. Kenaikan angka kasus Covid-19 yang terus melejit kian membuat para guru khawatir. Apalagi, banyak sekolah yang masih menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Di Jakarta, misalnya, 90 sekolah ditutup karena ada siswa dan gurunya yang positif Covid-19. Jumlah itu merupakan akumulasi di setiap pekan. Bahkan, ada sekolah yang tercatat dua kali menghentikan PTM-nya karena muncul kasus positif Covid-19.

Baca Juga :  Rintangan Berat Tak Surutkan Niat Petugas BRI Salurkan Bansos di Merauke

Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri meyakini jumlah sekolah yang ditutup sejatinya lebih dari itu. Sebab, ada orang tua yang belum melapor ke sekolah dan dinas pendidikan soal kasus positif Covid-19. ”PTM 100 persen di tengah kondisi ini sejatinya tidak aman bagi guru dan siswa,” ungkapnya.

Karena itu, dia mendesak agar skema PTM 100 persen, termasuk Jakarta, dievaluasi. Terlebih, tanda gelombang ketiga Covid-19 mulai terjadi. Dinas kesehatan provinsi juga diminta untuk gencar melakukan swab PCR dan active case finding kepada sekolah, siswa, dan guru untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan itu, P2G mendesak kepala daerah, terutama Jakarta dan daerah aglomerasinya, menghentikan skema PTM 100 persen demi keselamatan dan kesehatan warga sekolah. PTM dapat dilaksanakan dengan skema 50 persen. ”Metode belajar blended learning bisa cukup efektif mencegah learning loss sekaligus life loss,” tegasnya.

JAKARTA – Covid-19 varian Omicron cepat menyebar. Itu memicu lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir. Namun, mayoritas yang terinfeksi Omicron kini telah sembuh.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, dari 745 pasien positif varian Omicron yang dirawat di isolasi terpusat RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, sebanyak 717 orang (96 persen) telah dinyatakan sembuh. ”Sisanya masih dalam perawatan,” katanya.

Sementara itu, tercatat total 777 pasien Omicron yang dirawat di rumah sakit. Sebanyak 88 persen atau 689 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 88 orang lainnya masih dirawat.

Meski demikian, kasus positif harian terus menanjak. Kemarin (26/1) kasus positif harian mencapai rekor tertinggi, yakni 7.010 kasus baru. Kenaikan angka kasus Covid-19 yang terus melejit kian membuat para guru khawatir. Apalagi, banyak sekolah yang masih menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Di Jakarta, misalnya, 90 sekolah ditutup karena ada siswa dan gurunya yang positif Covid-19. Jumlah itu merupakan akumulasi di setiap pekan. Bahkan, ada sekolah yang tercatat dua kali menghentikan PTM-nya karena muncul kasus positif Covid-19.

Baca Juga :  Rintangan Berat Tak Surutkan Niat Petugas BRI Salurkan Bansos di Merauke

Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri meyakini jumlah sekolah yang ditutup sejatinya lebih dari itu. Sebab, ada orang tua yang belum melapor ke sekolah dan dinas pendidikan soal kasus positif Covid-19. ”PTM 100 persen di tengah kondisi ini sejatinya tidak aman bagi guru dan siswa,” ungkapnya.

Karena itu, dia mendesak agar skema PTM 100 persen, termasuk Jakarta, dievaluasi. Terlebih, tanda gelombang ketiga Covid-19 mulai terjadi. Dinas kesehatan provinsi juga diminta untuk gencar melakukan swab PCR dan active case finding kepada sekolah, siswa, dan guru untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan itu, P2G mendesak kepala daerah, terutama Jakarta dan daerah aglomerasinya, menghentikan skema PTM 100 persen demi keselamatan dan kesehatan warga sekolah. PTM dapat dilaksanakan dengan skema 50 persen. ”Metode belajar blended learning bisa cukup efektif mencegah learning loss sekaligus life loss,” tegasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/