Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Rilis Buku "Sejarah Indonesia" 5.000 Halaman, Libatkan 123 Pakar Lintaspendidikan

G
Penulis: Ghina Nailal Husna❯

Advertisement

Pemerintah Rilis Buku "Sejarah Indonesia" 5.000 Halaman, Libatkan 123 Pakar Lintaspendidikan
Pemerintah Rilis Buku "Sejarah Indonesia" 5.000 Halaman, Libatkan 123 Pakar Lintaspendidikan

 

Advertisement


RADAR KUDUS - Pemerintah secara resmi memperkenalkan lima jilid awal dari proyek historiografi monumental berjudul “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global”.

 

Advertisement

Kehadiran karya tulis ini dirancang khusus untuk memperbarui, memperkaya, dan memperdalam sudut pandang masyarakat dalam memahami rekam jejak panjang perjalanan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu.

 

Walaupun proses perancangannya sempat menuai beragam respons, pro, dan kontra di tengah publik, karya ini kini hadir sebagai rujukan sejarah komprehensif bagi akademisi maupun masyarakat umum.

 


Tidak tanggung-tanggung, penyusunan mahakarya ini melibatkan kolaborasi masif dari 123 pakar dan akademisi terkemuka yang berasal dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian independen di seluruh Indonesia.

 

Pada tahap perdana ini, lima jilid pertama yang diterbitkan memiliki total ketebalan hingga hampir 5.000 halaman. 

 

Isinya mengulas secara mendalam narasi perjalanan Nusantara sejak era awal peradaban, dinamika kerajaan-kerajaan lokal, hingga memasuki periode kolonialisme. 

 

Tidak hanya fokus pada peristiwa politik, buku ini juga menyoroti perkembangan budaya, dinamika sosial, serta keterhubungan strategis wilayah Nusantara dengan dunia luar dalam lintasan sejarah global.


Proses penulisan buku ini menerapkan pendekatan multidisipliner yang modern dan inklusif.

 

Berbagai metodologi dan perspektif baru diintegrasikan ke dalam penulisan, seperti sudut pandang sejarah lingkungan, kajian gender, memori kolektif masyarakat, hingga pemikiran studi pascakolonial. 

 

Pendekatan ini dihadirkan agar narasi sejarah tidak lagi bersifat kaku atau tunggal, melainkan kaya akan nuansa dan fakta ilmiah yang tervalidasi.

 


Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penerbitan buku ini memiliki misi besar untuk mengubah paradigma pembelajaran sejarah di tanah air.

 

Harapannya, buku ini tidak hanya menjadi bahan hafalan akademis semata, melainkan mampu merangsang daya kritis masyarakat untuk memahami bagaimana peristiwa masa lalu saling berkaitan erat dengan dinamika dan tantangan Indonesia di era modern saat ini. 

 

Bagi masyarakat yang ingin membaca dan mempelajari karya ini, lima jilid awal “Sejarah Indonesia” sudah dapat diakses secara terbuka melalui platform Pustaka Budaya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Akademisi Soroti Pentingnya Policy Brief untuk Pengembangan Seni Ukir Jepara Berkelanjutan

Akademisi Soroti Pentingnya Policy Brief untuk Pengembangan Seni Ukir Jepara Berkelanjutan

Kalangan akademisi mendorong lahirnya policy brief atau rekomendasi kebijakan, sebagai pijakan pengembangan seni ukir secara berkelanjutan.

703 Tahun Berdiri, Pati Akhirnya Bersiap Punya Museum, Gedung Ini Jadi Kandidatnya

703 Tahun Berdiri, Pati Akhirnya Bersiap Punya Museum, Gedung Ini Jadi Kandidatnya

Usianya telah mencapai 703 tahun dan Kabupaten Pati termasuk salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang di Jawa Tengah.

Fadli Zon Dukung Ukir Jepara Menuju Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Fadli Zon Dukung Ukir Jepara Menuju Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung seni ukir Jepara menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui peluncuran buku TATAH.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer