
JAKARTA - Tantangan yang dihadapi UMKM, saat ini, harus mampu diatasi bersama karena sektor UMKM di Indonesia masih menjadi tumpuan ekonomi nasional.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Menghadapi kondisi ekonomi global dan nasional yang cukup berat, perlu dihadapi dengan kehati-hatian dan kebijakan yang tepat," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam sambutannya pada diskusi daring bertema
Tantangan UMKM di Masa Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (12/8).
Diskusi yang dimoderatori Tantri Moerdopo (Tim Ahli Wakil Ketua MPR RI) menghadirkan M. Riza Damanik, S.T., M.Si., Ph.D., IPU (Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Republik Indonesia), Dr. Wawan Shokib Rondli, M.Pd. (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat /LPPM Universitas Muria Kudus), dan Agus Purnomo Wibisono (Captain Batoo Farm Adventure) sebagai narasumber.
Selain itu, hadir pula Yoyok Riyo Sudibyo (Anggota Komisi VII DPR RI) dan Eva Kusuma Sundari (SC Akademi Perempuan Nasdem) sebagai penanggap.
Lestari berpendapat bahwa di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,1% hingga 5,4%, pelemahan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama yang langsung berdampak pada sektor UMKM.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, masalah utama, saat ini, adalah minimnya permintaan pasar, bukan sekadar kurangnya modal kerja.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa dibutuhkan kebijakan yang tepat, yang didukung sejumlah pihak untuk membangkitkan sektor UMKM nasional.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Republik Indonesia M. Riza Damanik berpendapat bahwa kondisi yang tidak mudah, saat ini, tidak mungkin dihadapi sendiri oleh sektor UMKM. Harus bersama-sama.
Tantangan perlambatan ekonomi global dan kondisi perekonomian nasional yang tidak mudah, jelas Riza, merupakan kondisi yang harus dijawab segera.
Diakui Riza, pihaknya sudah melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk menghadapi tantangan tersebut.



