alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsudin Dituding Janjikan Suap Rp 4 Miliar

JAKARTA – Wakil Ketua DPR non aktif Azis Syamsuddin resmi menjadi tahanan KPK. Azis menjadi tersangka pemberi suap Rp 3,1 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Uang itu diduga dimaksudkan untuk ”pengondisian” penanganan perkara KPK di Lampung Tengah (Lamteng).

Beberapa jam sebelum penahanan, KPK menjemput Azis di rumahnya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Jumat (24/9) sore. Upaya paksa dilakukan lantaran Azis meminta KPK menunda pemeriksaan dengan alasan menjalani isolasi mandiri.

Namun, setelah dilakukan rapid test antigen, politikus Partai Golkar itu dinyatakan nonreaktif Covid-19. ”Sehingga (Azis) bisa dilakukan pemeriksaan oleh KPK,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin.


Setelah mendapatkan kepastian Azis sehat, KPK membawanya pada pukul 19.50. Kemudian, tim penyidik memutuskan untuk menahan Azis di Rutan Polres Jakarta Selatan pada pukul 01.00 setelah memeriksa selama lima jam.

Menyusul status barunya tersebut, Azis langsung mengundurkan diri dari kursi wakil ketua DPR. Status keanggotaan Azis di Partai Golkar juga dibekukan.

Firli menjelaskan, penyidikan Azis dimulai awal September lalu. Keterlibatan Azis dalam dugaan suap Robin bermula pada Agustus tahun lalu. Kala itu Azis menghubungi Robin dan meminta tolong untuk mengurus kasusnya di Lamteng. Nama Azis muncul dalam persidangan eks Bupati Lamteng Mustafa. Azis disebut membantu pengurusan dana alokasi khusus (DAK) untuk Lamteng.

Azis tidak sendirian dalam pusaran perkara di Lamteng. Dalam persidangan Mustafa juga muncul nama Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado. Aliza ditengarai sebagai orang dekat Azis yang aktif membantu pengurusan DAK di Lamteng. ”Kasus yang melibatkan AZ (Azis) dan AG (Aliza) sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK,” kata Firli.

Baca Juga :  Kejari Grobogan Buka Layanan Denda Tilang di MPP, Antrean Panjang Mengular

Jejak perbuatan Azis sejatinya sudah muncul dalam dakwaan Robin beberapa waktu lalu. Dalam dakwaan tersebut, Robin bersama seorang pengacara bernama Maskur Husain sepakat untuk mengawal dan mengurus perkara yang melibatkan Azis dan Aliza. Awalnya Robin dan Maskur menyampaikan kepada Azis dan Aliza agar menyiapkan uang masing-masing Rp 2 miliar. Dengan demikian, total Rp 4 miliar.

Permintaan itu disetujui Azis. Maskur kemudian meminta uang muka sebesar Rp 300 juta kepada Azis. Pemberian dilakukan secara bertahap melalui transfer bank ke rekening Maskur. Azis juga memberikan uang secara bertahap kepada Robin di rumah dinasnya di Jakarta Selatan. Perinciannya, USD 100 ribu, SGD 17,6 ribu, dan SGD 140,5 ribu. ”Uang-uang dalam bentuk mata uang asing itu kemudian ditukarkan SRP (Robin) dan MH (Maskur) ke money changer,” ungkap Firli.

Dari hasil penelusuran KPK, Robin menggunakan identitas lain saat menukarkan mata uang asing itu. ”Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 miliar, telah direalisasikan sejumlah Rp 3,1 miliar,” imbuh Firli.






Reporter: Radar Semarang

JAKARTA – Wakil Ketua DPR non aktif Azis Syamsuddin resmi menjadi tahanan KPK. Azis menjadi tersangka pemberi suap Rp 3,1 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Uang itu diduga dimaksudkan untuk ”pengondisian” penanganan perkara KPK di Lampung Tengah (Lamteng).

Beberapa jam sebelum penahanan, KPK menjemput Azis di rumahnya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Jumat (24/9) sore. Upaya paksa dilakukan lantaran Azis meminta KPK menunda pemeriksaan dengan alasan menjalani isolasi mandiri.

Namun, setelah dilakukan rapid test antigen, politikus Partai Golkar itu dinyatakan nonreaktif Covid-19. ”Sehingga (Azis) bisa dilakukan pemeriksaan oleh KPK,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin.

Setelah mendapatkan kepastian Azis sehat, KPK membawanya pada pukul 19.50. Kemudian, tim penyidik memutuskan untuk menahan Azis di Rutan Polres Jakarta Selatan pada pukul 01.00 setelah memeriksa selama lima jam.

Menyusul status barunya tersebut, Azis langsung mengundurkan diri dari kursi wakil ketua DPR. Status keanggotaan Azis di Partai Golkar juga dibekukan.

Firli menjelaskan, penyidikan Azis dimulai awal September lalu. Keterlibatan Azis dalam dugaan suap Robin bermula pada Agustus tahun lalu. Kala itu Azis menghubungi Robin dan meminta tolong untuk mengurus kasusnya di Lamteng. Nama Azis muncul dalam persidangan eks Bupati Lamteng Mustafa. Azis disebut membantu pengurusan dana alokasi khusus (DAK) untuk Lamteng.

Azis tidak sendirian dalam pusaran perkara di Lamteng. Dalam persidangan Mustafa juga muncul nama Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado. Aliza ditengarai sebagai orang dekat Azis yang aktif membantu pengurusan DAK di Lamteng. ”Kasus yang melibatkan AZ (Azis) dan AG (Aliza) sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK,” kata Firli.

Baca Juga :  Suherman, Penggali Sumur Tewas Tertimbun Tanah di Luwu Akhirnya Ditemukan

Jejak perbuatan Azis sejatinya sudah muncul dalam dakwaan Robin beberapa waktu lalu. Dalam dakwaan tersebut, Robin bersama seorang pengacara bernama Maskur Husain sepakat untuk mengawal dan mengurus perkara yang melibatkan Azis dan Aliza. Awalnya Robin dan Maskur menyampaikan kepada Azis dan Aliza agar menyiapkan uang masing-masing Rp 2 miliar. Dengan demikian, total Rp 4 miliar.

Permintaan itu disetujui Azis. Maskur kemudian meminta uang muka sebesar Rp 300 juta kepada Azis. Pemberian dilakukan secara bertahap melalui transfer bank ke rekening Maskur. Azis juga memberikan uang secara bertahap kepada Robin di rumah dinasnya di Jakarta Selatan. Perinciannya, USD 100 ribu, SGD 17,6 ribu, dan SGD 140,5 ribu. ”Uang-uang dalam bentuk mata uang asing itu kemudian ditukarkan SRP (Robin) dan MH (Maskur) ke money changer,” ungkap Firli.

Dari hasil penelusuran KPK, Robin menggunakan identitas lain saat menukarkan mata uang asing itu. ”Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 miliar, telah direalisasikan sejumlah Rp 3,1 miliar,” imbuh Firli.






Reporter: Radar Semarang

Most Read

Artikel Terbaru

/