Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

50 Ulama Berkumpul dan Putuskan Hal Mengejutkan Soal Gus Yahya

M
Gus Yahya Cholil Staquf
Gus Yahya Cholil Staquf

RADAR KUDUS - Ketegangan yang sempat mengemuka di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mendapat lampu penjelas.


Advertisement

Di tengah riuh isu pemakzulan dan desakan pengunduran diri terhadap Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), para ulama sepuh berkumpul dalam forum silaturahmi di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Minggu (23/11) malam.

Pertemuan ini menjadi sorotan nasional — bukan hanya karena skalanya, tetapi karena atmosfer yang menyertainya: banyak yang menunggu, banyak yang berspekulasi, dan semuanya ingin tahu bagaimana masa depan PBNU setelah isu perpecahan mencuat ke publik.

Tidak Ada Pemakzulan: Pernyataan Tegas yang Mengunci Polemik

Katib Aam PBNU KH. Akhmad Said Asrori, yang bertindak sebagai moderator sekaligus juru bicara forum, tampil dengan sikap lugas.

Ia menyampaikan keputusan inti dari pertemuan itu — keputusan yang menutup bab kontroversi yang berlarut-larut.

“Tidak ada pemakzulan. Tidak ada pengunduran diri. Semua sepakat 100 persen,” tegasnya dalam konferensi pers.

Dengan demikian, para kiai sepuh menegaskan bahwa Gus Yahya akan tetap menjabat sampai akhir masa kepengurusan, yakni hingga Muktamar PBNU 2026.

Advertisement

Tidak ada percepatan transisi, tidak ada pemotongan masa jabatan, dan tidak ada mekanisme darurat untuk mengganti tampuk kepemimpinan.

Ini adalah keputusan yang sekaligus memulihkan ketenangan: PBNU tetap berjalan di atas rel organisasi, bukan arus tekanan atau wacana di luar mekanisme resmi.

Dua Kesepakatan Tambahan: Menyejukkan Suasana & Mengikat Komitmen Bersama

Pertemuan itu bukan hanya menyelesaikan isu jabatan. Ada dua poin kesepakatan tambahan yang menunjukkan keinginan kuat untuk memulihkan suasana kebatinan umat:

1. Seruan Tafakur Nasional

Para ulama meminta seluruh pihak — dari akar rumput hingga tingkatan struktural — untuk menenangkan hati dan pikiran, menjauhkan prasangka, menjaga lisan, serta mengutamakan kemaslahatan umat.

Tafakur dipandang sebagai “rem moral”, agar dinamika organisasi tidak berubah menjadi konflik personal maupun perebutan simbolis.

2. Rencana Silaturahmi Akbar di Lirboyo

Forum besar alim ulama berikutnya diputuskan akan digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Advertisement

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang rekonsiliasi dan tabayun yang lebih besar — bukan hanya untuk pengurus organisasi, tetapi juga untuk menjaga persaudaraan antar-ulama di tengah derasnya arus informasi dan opini publik.

Garis Tegas: Perubahan Kepemimpinan Hanya Sah Lewat Muktamar

KH. Akhmad Said Asrori kembali menegaskan batas yang tidak boleh dilanggar: pergantian Ketua Umum tidak bisa dilakukan melalui tekanan massa, pernyataan publik, atau manuver kelompok tertentu.

“Jika ada pergantian, satu-satunya majelis tertinggi dan terhormat adalah Muktamar NU — sesuai AD/ART,” ujarnya.

Dengan kalimat ini, pesan yang ingin disampaikan jelas: PBNU bukan organisasi yang dikelola berdasarkan tekanan politik, tapi berdasarkan aturan konstitusi organisasi.

Isu Merenggangnya Hubungan Antar Tokoh?

Sebelumnya, perbincangan publik memanas setelah Gus Yahya mengaku lama tak berkomunikasi dengan Gus Ipul.

Spekulasi tentang hubungan personal pun bermunculan. Namun hasil silaturahmi malam itu seolah menjadi pagar agar ketegangan personal tidak berlanjut menjadi konflik struktural.

Di Balik Semua Keputusan Ini: Pesan yang Lebih Besar

Di tengah turbulensi wacana, pertemuan alim ulama ini menyampaikan pesan yang sesungguhnya lebih penting daripada sekadar siapa duduk di kursi ketua:

PBNU tidak boleh menjadi arena perebutan pengaruh — ia harus tetap menjadi rumah besar umat.

Ulama memastikan:

  • stabilitas organisasi

  • kesinambungan kepemimpinan

  • perlindungan marwah NU di mata publik

Dan itu semua dimulai dengan memadamkan api spekulasi tentang pemakzulan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bursa Ketum PBNU Menghangat, PWNU Sumsel Pilih Musyawarah Sebelum Tentukan Sikap

Bursa Ketum PBNU Menghangat, PWNU Sumsel Pilih Musyawarah Sebelum Tentukan Sikap

PWNU Sumsel belum menentukan dukungan calon Ketua Umum PBNU jelang Muktamar NU 2026. Keputusan akan diambil melalui musyawarah bersama pengurus dan masyayikh demi menjaga persatuan organisasi.

Jelang Muktamar ke-35 NU, Cak Imin Dorong Pembaruan Total: Banyak Tokoh Ingin Perubahan di PBNU

Jelang Muktamar ke-35 NU, Cak Imin Dorong Pembaruan Total: Banyak Tokoh Ingin Perubahan di PBNU

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Muhaimin Iskandar menyebut banyak tokoh menginginkan pembaruan kepengurusan PBNU. Ia menegaskan PKB tidak akan mencampuri pemilihan Ketua Umum karena menjadi kewenangan internal NU.

Hari Santri 2026: Kemenag dan PBNU Usung Tema Berbeda, Apa Pesan di Baliknya?

Hari Santri 2026: Kemenag dan PBNU Usung Tema Berbeda, Apa Pesan di Baliknya?

Hari Santri 2026 memiliki dua tema dan identitas visual yang diluncurkan oleh dua lembaga berbeda, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer