alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Mbak Rerie: Tahun Ajaran Baru Harus Diiringi dengan Kewaspadaan Tinggi Terhadap Penularan Covid-19

JAKARTA – Kewaspadaan pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap peserta didik pada tahun ajaran baru harus terus ditingkatkan, mengingat tren kasus Covid-19 kembali merebak di tanah air.

“Di tengah penyelenggaraan tahun ajaran baru yang mulai digelar secara tatap muka, masyarakat harus diingatkan bahwa Covid-19 masih ada di tengah kita. Bahkan terjadi tren peningkatan kasus,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/7).

Data Satgas Covid-19, hingga Minggu (24/7) ada tambahan 4.071 kasus baru. Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 2.684 orang.


Menurut Lestari, tren peningkatan kasus Covid-19 harus disikapi dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, saat ini bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru bagi para siswa yang berlangsung pembelajaran secara tatap muka.

Data vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 19 Juni 2022, tercatat vaksinasi Covid-19 dosis kedua pada anak usia 12–17 tahun baru mencapai 81,63%. Padahal, sudah nyaris setahun sejak diperbolehkan vaksinasi untuk anak rentang usia tersebut.
Capaian vaksinasi untuk anak usia 6–11 tahun lebih rendah lagi, yaitu untuk dosis pertama, baru 78,47% yang sudah mendapatkan vaksinasi. Sedangkan dosis kedua berada di angka 63,67%.

Baca Juga :  BNI Pertahankan Ekspansi Solid, Laba Kuartal I 2022 Tumbuh 63,2%

Relatif rendahnya cakupan vaksinasi kelompok usia sekolah itu, tegas Rerie, harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan tahun ajaran baru saat ini.

Penyelenggara pendidikan yang menggelar proses belajar tatap muka, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun secara disiplin di setiap sekolah dan wajib bagi para peserta didik.

Selain itu, tambah Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI Dapil II Jawa Tengah, tren peningkatan kasus Covid-19 bersamaan dengan berlangsungnya pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru, harus mendorong pemerintah untuk segera mengakselerasi perluasan cakupan vaksinasi anak-anak usia sekolah.

Sehingga upaya menekan pertambahan jumlah kasus Covid-19 saat ini, jelas Rerie, bisa dilakukan lewat dua sisi yaitu disiplin penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dan keluarga, serta penguatan imunitas para peserta didik lewat vaksinasi. (zen)

JAKARTA – Kewaspadaan pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap peserta didik pada tahun ajaran baru harus terus ditingkatkan, mengingat tren kasus Covid-19 kembali merebak di tanah air.

“Di tengah penyelenggaraan tahun ajaran baru yang mulai digelar secara tatap muka, masyarakat harus diingatkan bahwa Covid-19 masih ada di tengah kita. Bahkan terjadi tren peningkatan kasus,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/7).

Data Satgas Covid-19, hingga Minggu (24/7) ada tambahan 4.071 kasus baru. Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 2.684 orang.

Menurut Lestari, tren peningkatan kasus Covid-19 harus disikapi dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, saat ini bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru bagi para siswa yang berlangsung pembelajaran secara tatap muka.

Data vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 19 Juni 2022, tercatat vaksinasi Covid-19 dosis kedua pada anak usia 12–17 tahun baru mencapai 81,63%. Padahal, sudah nyaris setahun sejak diperbolehkan vaksinasi untuk anak rentang usia tersebut.
Capaian vaksinasi untuk anak usia 6–11 tahun lebih rendah lagi, yaitu untuk dosis pertama, baru 78,47% yang sudah mendapatkan vaksinasi. Sedangkan dosis kedua berada di angka 63,67%.

Baca Juga :  Survei: Airlangga Tokoh dengan Kebijakan Paling Bermanfaat

Relatif rendahnya cakupan vaksinasi kelompok usia sekolah itu, tegas Rerie, harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan tahun ajaran baru saat ini.

Penyelenggara pendidikan yang menggelar proses belajar tatap muka, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun secara disiplin di setiap sekolah dan wajib bagi para peserta didik.

Selain itu, tambah Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI Dapil II Jawa Tengah, tren peningkatan kasus Covid-19 bersamaan dengan berlangsungnya pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru, harus mendorong pemerintah untuk segera mengakselerasi perluasan cakupan vaksinasi anak-anak usia sekolah.

Sehingga upaya menekan pertambahan jumlah kasus Covid-19 saat ini, jelas Rerie, bisa dilakukan lewat dua sisi yaitu disiplin penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dan keluarga, serta penguatan imunitas para peserta didik lewat vaksinasi. (zen)


Most Read

Artikel Terbaru