alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Soal Rusia Serang Ukraina, Jokowi: Stop Perang, Demi Kemanusiaan dan Dunia

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perang untuk dihentikan. Narasi yang disampaikan kepala negara tidak secara rinci menuju kepada serangan yang dilakukan Rusia kepada Ukraina belakangan ini.

Melalui akun media sosial Twitter resminya, Jokowi menyebut perang bisa menyengsarakan manusia dan juga membahayakan dunia.

“Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia,” tulis Jokowi dalam kicauan Twitter, Jumat (25/2).


Setelah memanas beberapa hari terakhir, akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Ukraina. Sebuah serangan pertama dilancarkan ke Ukraina dan memicu ledakan keras.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengecam serangan sembrono dan tidak beralasan Rusia terhadap Ukraina. Dia mengatakan sekutu NATO akan bertemu untuk membahas langkah terbaru Rusia.

“Kami mendukung rakyat Ukraina pada saat yang mengerikan ini,” tegas Stoltenberg seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (24/2) kemarin.

“NATO akan melakukan semua yang diperlukan untuk melindungi dan membela sekutu,” tambahnya.

Baca Juga :  Pengamat: Koalisi Indonesia Bersatu Bukan Masalah bagi Pemerintah

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Rusia telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina dan menargetkan kota-kota dengan serangan senjata. “Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang,” kata Kuleba.

“Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang,” tegasnya.

Ledakan Keras di Kyiv

Ukraina melaporkan serangan roket terhadap fasilitas militer di seluruh Ukraina menyusul Pasukan Rusia telah mendarat di kota pelabuhan selatan Odessa dan Mariupol. Ukraina juga melaporkan staf dan penumpang mengevakuasi bandara Boryspil Kyiv.

Al Jazeera melaporkan setidaknya 7 ledakan keras telah terdengar di ibukota Ukraina. “Kedengarannya seperti tembakan peluru, tapi bisa jadi itu serangan udara,” kata reporter.

“Bandara internasional Boryspil diserang kami tidak yakin apakah itu diledakkan atau apakah itu ledakan,” cetusnya menandaskan (Jawapos)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perang untuk dihentikan. Narasi yang disampaikan kepala negara tidak secara rinci menuju kepada serangan yang dilakukan Rusia kepada Ukraina belakangan ini.

Melalui akun media sosial Twitter resminya, Jokowi menyebut perang bisa menyengsarakan manusia dan juga membahayakan dunia.

“Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia,” tulis Jokowi dalam kicauan Twitter, Jumat (25/2).

Setelah memanas beberapa hari terakhir, akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Ukraina. Sebuah serangan pertama dilancarkan ke Ukraina dan memicu ledakan keras.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengecam serangan sembrono dan tidak beralasan Rusia terhadap Ukraina. Dia mengatakan sekutu NATO akan bertemu untuk membahas langkah terbaru Rusia.

“Kami mendukung rakyat Ukraina pada saat yang mengerikan ini,” tegas Stoltenberg seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (24/2) kemarin.

“NATO akan melakukan semua yang diperlukan untuk melindungi dan membela sekutu,” tambahnya.

Baca Juga :  PB Wushu Indonesia dan Yellow Clinic Serahkan Bantuan Bencana Semeru

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Rusia telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina dan menargetkan kota-kota dengan serangan senjata. “Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang,” kata Kuleba.

“Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang,” tegasnya.

Ledakan Keras di Kyiv

Ukraina melaporkan serangan roket terhadap fasilitas militer di seluruh Ukraina menyusul Pasukan Rusia telah mendarat di kota pelabuhan selatan Odessa dan Mariupol. Ukraina juga melaporkan staf dan penumpang mengevakuasi bandara Boryspil Kyiv.

Al Jazeera melaporkan setidaknya 7 ledakan keras telah terdengar di ibukota Ukraina. “Kedengarannya seperti tembakan peluru, tapi bisa jadi itu serangan udara,” kata reporter.

“Bandara internasional Boryspil diserang kami tidak yakin apakah itu diledakkan atau apakah itu ledakan,” cetusnya menandaskan (Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/