alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN Operasikan 104 Pengisian Kendaraan Listrik Umum di 38 Kota

JAKARTA – PT PLN (Persero) terus menambah pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Guna mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Hingga 23 Februari, ada 104 unit SPKLU telah beroperasi dan siap melayani para pengguna kendaraan listrik di 38 kota.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, PLN akan terus menambah pengoperasian SPKLU untuk memperluas jangkauan fasilitas pengisian energi kendaraan listrik. Tahun ini, perseroan bakal menambah 40 unit SPKLU di sejumlah kota.

”Penambahan SPKLU merupakan upaya PLN dalam meningkatkan layanan dengan memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Juga untuk menarik minat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik,” kata Agung.


Selain menambah 40 SPKLU tahun ini, PLN juga bakal menyediakan 44 unit SPKLU Ultrafast EV Charger dan 100 unit home charging untuk mendukung pelaksanaan KTT G20 di Bali yang direncanakan mulai beroperasi pada Agustus. ”Saat ini, sudah terdapat lima unit SPKLU yang sudah beroperasi. Juga 16 unit SPKLU tipe Medium dan fast charging dalam tahap penyelesaian pembangunan,” tuturnya.

Agung mengungkapkan, penambahan dan perluasan pengoperasian SPKLU harus dilakukan, agar pengendara kendaraan listrik tidak perlu khawatir baterai kendaraannya kehabisan energi listrik, ketika melakukan perjalanan jauh. ”Bahkan ketika pengguna kendaraan listrik melakukan perjalanan dari Aceh sampai Surabaya tidak perlu khawatir, karena SPKLU tersedia di mana-mana,” jelasnya.

PLN pun membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat perluasaan SPKLU di seluruh Indonesia. Untuk memudahkan pihak yang berminat jadi mitra dalam penyediaan SPKLU, PLN telah menyediakan website https://layanan.pln.co.id/partnership-spklu.

Melalui website ini, nantinya para badan usaha yang hendak turut serta dalam membangun SPKLU bisa mendaftar melalui kanal tersebut. Setelah para pengusaha mengakses, langsung ada kolom menjadi mitra. Ikuti langkahnya dan kemudian PLN akan segera menindaklanjuti.

”Kami ingin membuat ekosistem kendaraan listrik ini tumbuh. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pengusaha yang tertarik,” ungkap Agung.

PLN juga akan menyediakan Surat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) milik PLN bagi badan usaha yang ingin bekerja sama, menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaan SPKLU. Sementara mitra dapat berperan sebagai penyedia fasilitas isi daya kendaraan listrik, penyedia lahan maupun properti, serta penyedia operasional dan pemeliharaan SPKLU.

Baca Juga :  Siaga 24 Jam, PLN Pastikan Pasokan Listrik Terbaik
PEMBANGUNAN BISA DIKERJASAMAKAN: Mobil listrik mengisi daya di salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru-baru ini. (PLN FOR RADAR KUDUS)

Agung menyebut, PLN saat ini juga telah mengembangkan beberapa model bisnis untuk mendukung rencana kerja sama ini, agar lebih atraktif serta efektif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

”Jadi, bisnis ini sangat menguntungkan. Kami mengajak pelaku usaha untuk ikut membangun SPKLU sesuai skema kerja sama kemitraan berbasis revenue sharing dengan sharing economy model,” ajak Agung.

Menurutnya, pengadaan SPKLU menjadi ceruk bisnis baru bagi dunia usaha. Berkembangnya tren kendaraan listrik di Indonesia saat ini, menjadi peluang bisnis baru bagi semua pihak. Peluang bisnis ini tidak hanya terbatas di kota-kota besar. Bahkan di Asmat, Papua, porsi penggunaan motor listrik mencapai 100 persen. ”Namun belum banyak infrastruktur pengisian daya bagi motor listrik ini di sana. Ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis baru bagi semua pihak. Tak hanya di kota besar, tetapi di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Agung.

Peluang bisnis baru ini, terbukti lewat penjualan mobil listrik. Pada 2020 penjualan mobil listrik naik 46 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional yang justru penjualannya menurun hingga 14 persen.

Ditambah, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di Asia Tenggara. Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik dengan 31.859 unit SPKLU.

Jumlah kendaraan listrik ini, diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada tahun tersebut. ”Melihat peluang tersebut, PLN mengajak semua pihak untuk memanfaatkan ceruk bisnis ini,” imbuhnya. (lin)

JAKARTA – PT PLN (Persero) terus menambah pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Guna mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Hingga 23 Februari, ada 104 unit SPKLU telah beroperasi dan siap melayani para pengguna kendaraan listrik di 38 kota.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, PLN akan terus menambah pengoperasian SPKLU untuk memperluas jangkauan fasilitas pengisian energi kendaraan listrik. Tahun ini, perseroan bakal menambah 40 unit SPKLU di sejumlah kota.

”Penambahan SPKLU merupakan upaya PLN dalam meningkatkan layanan dengan memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Juga untuk menarik minat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik,” kata Agung.

Selain menambah 40 SPKLU tahun ini, PLN juga bakal menyediakan 44 unit SPKLU Ultrafast EV Charger dan 100 unit home charging untuk mendukung pelaksanaan KTT G20 di Bali yang direncanakan mulai beroperasi pada Agustus. ”Saat ini, sudah terdapat lima unit SPKLU yang sudah beroperasi. Juga 16 unit SPKLU tipe Medium dan fast charging dalam tahap penyelesaian pembangunan,” tuturnya.

Agung mengungkapkan, penambahan dan perluasan pengoperasian SPKLU harus dilakukan, agar pengendara kendaraan listrik tidak perlu khawatir baterai kendaraannya kehabisan energi listrik, ketika melakukan perjalanan jauh. ”Bahkan ketika pengguna kendaraan listrik melakukan perjalanan dari Aceh sampai Surabaya tidak perlu khawatir, karena SPKLU tersedia di mana-mana,” jelasnya.

PLN pun membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat perluasaan SPKLU di seluruh Indonesia. Untuk memudahkan pihak yang berminat jadi mitra dalam penyediaan SPKLU, PLN telah menyediakan website https://layanan.pln.co.id/partnership-spklu.

Melalui website ini, nantinya para badan usaha yang hendak turut serta dalam membangun SPKLU bisa mendaftar melalui kanal tersebut. Setelah para pengusaha mengakses, langsung ada kolom menjadi mitra. Ikuti langkahnya dan kemudian PLN akan segera menindaklanjuti.

”Kami ingin membuat ekosistem kendaraan listrik ini tumbuh. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pengusaha yang tertarik,” ungkap Agung.

PLN juga akan menyediakan Surat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) milik PLN bagi badan usaha yang ingin bekerja sama, menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaan SPKLU. Sementara mitra dapat berperan sebagai penyedia fasilitas isi daya kendaraan listrik, penyedia lahan maupun properti, serta penyedia operasional dan pemeliharaan SPKLU.

Baca Juga :  Jaga Lingkungan, PLN Raih 8 Proper Emas dan 20 Proper Hijau
PEMBANGUNAN BISA DIKERJASAMAKAN: Mobil listrik mengisi daya di salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru-baru ini. (PLN FOR RADAR KUDUS)

Agung menyebut, PLN saat ini juga telah mengembangkan beberapa model bisnis untuk mendukung rencana kerja sama ini, agar lebih atraktif serta efektif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

”Jadi, bisnis ini sangat menguntungkan. Kami mengajak pelaku usaha untuk ikut membangun SPKLU sesuai skema kerja sama kemitraan berbasis revenue sharing dengan sharing economy model,” ajak Agung.

Menurutnya, pengadaan SPKLU menjadi ceruk bisnis baru bagi dunia usaha. Berkembangnya tren kendaraan listrik di Indonesia saat ini, menjadi peluang bisnis baru bagi semua pihak. Peluang bisnis ini tidak hanya terbatas di kota-kota besar. Bahkan di Asmat, Papua, porsi penggunaan motor listrik mencapai 100 persen. ”Namun belum banyak infrastruktur pengisian daya bagi motor listrik ini di sana. Ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis baru bagi semua pihak. Tak hanya di kota besar, tetapi di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Agung.

Peluang bisnis baru ini, terbukti lewat penjualan mobil listrik. Pada 2020 penjualan mobil listrik naik 46 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional yang justru penjualannya menurun hingga 14 persen.

Ditambah, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di Asia Tenggara. Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik dengan 31.859 unit SPKLU.

Jumlah kendaraan listrik ini, diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada tahun tersebut. ”Melihat peluang tersebut, PLN mengajak semua pihak untuk memanfaatkan ceruk bisnis ini,” imbuhnya. (lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/