alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Vokasi UMM Buka Peluang Kerja ke Jepang

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja di Jepang. Menggaet OS Selnajaya, Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Kampus Putih menyelenggarakan training centre serta pameran. Tak hanya melatih keterampilan bahasa Jepang, program ini juga memfasilitasi para peserta dalam penempatan kerja di Jepang nantinya.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si, mengatakan bahwa program pelatihan ini diciptakan untuk membantu penyerapan tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang. Saat ini Jepang membutuhkan 2.700.000 orang pekerja di berbagai bidang industri dan jasa. Namun pelatihan yang dikembangkan UMM saat ini masih berfokus pada bidang kaigo atau care giver saja.

“Pendaftaran pelatihan ini sudah dibuka sejak akhir Desember sampai dengan Januari 2022 mendatang. Tahun lalu, kami berhasil memberangkatkan 105 orang. Semoga ke depannya akan terus bertambah. Pelatihan-pelatihan kaigo ini dapat diikuti lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maupun lulusan Strata Satu (S1) yang belum memiliki pekerjaan,” ungkap dosen kelahiran Banyuwangi tersebut.


Lebih lanjut, Tulus sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa peserta jurusan keperawatan, kesehatan, dan fisioterapi yang akan bekerja di Jepang hanya perlu lulus tes bahasa. Sementara untuk jurusan non kesehatan, selain harus lulus tes bahasa juga harus lulus pelatihan kaigo yang diberikan oleh UMM.

Baca Juga :  Universitas Muhammadiyah Malang Raih Akreditasi Unggul

Secara teknis, para peserta akan dikarantina selama satu tahun di Rusunawa UMM. Selama masa karantina tersebut, mereka akan dilatih dan diajari bahasa Jepang serta pelatihan menjadi kaigo. Adapun para instruktur yang membimbing didatangkan langsung dari Jepang.

“Setiap dua bulan atau tiga bulan kami juga mengadakan tes untuk mengetahui perkembangan para peserta. Setelah peserta siap, kami juga menfasilitasi mereka untuk mengikuti tes wawancara dengan beberaoa perusahaan Jepang,” ungkap Tulus.

Tulus menuturkan program ini sangat didukung oleh pemerintah Malang dan sekitarnya. Terbukti dengan adanya bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah untuk roadshow dan pameran program ini. Untuk ke depannya, Tulus akan merancang beberapa pameran peluang kerja Jepang ini baik di dalam maupun luar kampus. “Saya berharap, program pelatihan ini akan bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pengentasan pengangguran di Indonesia,” tandasnya. (*)

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja di Jepang. Menggaet OS Selnajaya, Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Kampus Putih menyelenggarakan training centre serta pameran. Tak hanya melatih keterampilan bahasa Jepang, program ini juga memfasilitasi para peserta dalam penempatan kerja di Jepang nantinya.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si, mengatakan bahwa program pelatihan ini diciptakan untuk membantu penyerapan tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang. Saat ini Jepang membutuhkan 2.700.000 orang pekerja di berbagai bidang industri dan jasa. Namun pelatihan yang dikembangkan UMM saat ini masih berfokus pada bidang kaigo atau care giver saja.

“Pendaftaran pelatihan ini sudah dibuka sejak akhir Desember sampai dengan Januari 2022 mendatang. Tahun lalu, kami berhasil memberangkatkan 105 orang. Semoga ke depannya akan terus bertambah. Pelatihan-pelatihan kaigo ini dapat diikuti lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maupun lulusan Strata Satu (S1) yang belum memiliki pekerjaan,” ungkap dosen kelahiran Banyuwangi tersebut.

Lebih lanjut, Tulus sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa peserta jurusan keperawatan, kesehatan, dan fisioterapi yang akan bekerja di Jepang hanya perlu lulus tes bahasa. Sementara untuk jurusan non kesehatan, selain harus lulus tes bahasa juga harus lulus pelatihan kaigo yang diberikan oleh UMM.

Baca Juga :  Satgas UMM Sigap Tangani Wabah Ternak PMK

Secara teknis, para peserta akan dikarantina selama satu tahun di Rusunawa UMM. Selama masa karantina tersebut, mereka akan dilatih dan diajari bahasa Jepang serta pelatihan menjadi kaigo. Adapun para instruktur yang membimbing didatangkan langsung dari Jepang.

“Setiap dua bulan atau tiga bulan kami juga mengadakan tes untuk mengetahui perkembangan para peserta. Setelah peserta siap, kami juga menfasilitasi mereka untuk mengikuti tes wawancara dengan beberaoa perusahaan Jepang,” ungkap Tulus.

Tulus menuturkan program ini sangat didukung oleh pemerintah Malang dan sekitarnya. Terbukti dengan adanya bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah untuk roadshow dan pameran program ini. Untuk ke depannya, Tulus akan merancang beberapa pameran peluang kerja Jepang ini baik di dalam maupun luar kampus. “Saya berharap, program pelatihan ini akan bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pengentasan pengangguran di Indonesia,” tandasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/