alexametrics
25.4 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Selain Haris Azhar, Koordinator KontraS juga Siap Ladeni Luhut

JAKARTA – Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti menyatakan siap meladeni gugatan pidana yang dilayangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sekalipun kasus ini gagal melalui mediasi, Fatia akan tetap kooperatif selama peradilan.

“Ya nggak masalah, justru pengadilan bisa menjadi ruang, sehingga publik bisa tahu seluas-luasnya soal situasi yang terjadi di Papua,” kata Fatia kepada wartawan, Rabu (24/11).

Fatia menyampaikan, proses peradilan merupakan jalan yang tepat untuk mencari keadilan. Selain itu, sifatnya transparan karena terbuka untuk publik.


“Sampai saat ini negara belum memberikan keadilan dan tindakan terkait pelanggaran yang dilakukan,” ucapnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya.
Laporan ini terkait dengan dugaan penyebaran berita bohong.

Laporan ini tertuang dalam normor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021. “(Yang dilaporkan) Haris Azhar sama Fatia,” kata Luhut Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9).

Baca Juga :  Kejari Kudus Usut Kasus Penggelapan Dana Rp 400 Juta

Laporan ini terkait adanya unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun Youtube Haris Azhar. Di sana Haris melakukan wawancara bersama Fatia.

Ada pun hal yang dibahas yakni hasil riset sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah blok Wabu di Intan Jaya, Papua. Luhut pun turut disebut dalam bahasan ini.

Atas dasar itu, Luhut memutuskan membuat laporan polisi. Pasalnya, somasi yang dikirimkannya tidak ditanggapi. Baik Haris dan Fatia pun tidak kunjung meminta maaf. (khim)

JAKARTA – Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti menyatakan siap meladeni gugatan pidana yang dilayangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sekalipun kasus ini gagal melalui mediasi, Fatia akan tetap kooperatif selama peradilan.

“Ya nggak masalah, justru pengadilan bisa menjadi ruang, sehingga publik bisa tahu seluas-luasnya soal situasi yang terjadi di Papua,” kata Fatia kepada wartawan, Rabu (24/11).

Fatia menyampaikan, proses peradilan merupakan jalan yang tepat untuk mencari keadilan. Selain itu, sifatnya transparan karena terbuka untuk publik.

“Sampai saat ini negara belum memberikan keadilan dan tindakan terkait pelanggaran yang dilakukan,” ucapnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya.
Laporan ini terkait dengan dugaan penyebaran berita bohong.

Laporan ini tertuang dalam normor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021. “(Yang dilaporkan) Haris Azhar sama Fatia,” kata Luhut Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9).

Baca Juga :  Tragis! Bus Pariwisata di Bantul Tabrak Tebing, 13 Orang Tewas di Tempat

Laporan ini terkait adanya unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun Youtube Haris Azhar. Di sana Haris melakukan wawancara bersama Fatia.

Ada pun hal yang dibahas yakni hasil riset sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah blok Wabu di Intan Jaya, Papua. Luhut pun turut disebut dalam bahasan ini.

Atas dasar itu, Luhut memutuskan membuat laporan polisi. Pasalnya, somasi yang dikirimkannya tidak ditanggapi. Baik Haris dan Fatia pun tidak kunjung meminta maaf. (khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/