alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Wamenag: Menag Gunakan Kata ‘Misal’, Artinya Contoh, Bukan Membandingkan

JAKARTA Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi sorotan beberapa waktu terakhir. Hal tersebut terjadi usai penerbitan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Kontroversi terbaru yang mengundang banyak perhatian adalah pernyataan perihal suara azan yang saling bersahutan. Menteri Agama sebenarnya hanya mengilustrasikan kebisingan dari pengeras suara tersebut dengan riuhnya saat anjing menggonggong.

Pernyataan ini dia lontarkan saat memberikan contoh ketika suara yang terlalu keras muncul bersamaan. Suara dari toa ini bakal menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu masyarakat sekitar. Namun, pengilustrasian ini oleh sebagian pihak ditangkap lain.


Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi pun mengklarifikasi pernyataan Gus Cholil. Menurutnya, tidak ada sama sekali niat Menteri Agama untuk membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

“Setelah saya menyimak pernyataan beliau secara lengkap dan utuh, saya haqqul yakin Menteri Agama tidak ada niatan untuk membandingkan suara azan dengan ‘gonggongan’ anjing,” jelas dia, Kamis (24/2).

Baca Juga :  Wujudkan Bumi Layak Huni, BRI Berkomitmen Tingkatkan Dukungan ke Green Sector

Baca Juga : Ini Sikap MUI setelah Menag Gus Yaqut Bandingkan Azan dengan Suara Anjing

Jadi, pernyataan itu murni hanya untuk memberikan contoh. Dalam bicaranya pun, Menag menyelipkan kata ‘misal’ yang berarti dapat diartikan sebagai contoh, bukan maksud membandingkan.

“Apa yang disampaikan oleh Menteri Agama hanya ingin memberikan tamsil atau perumpamaan dengan tujuan agar bisa lebih mudah ditangkap pemahamannya oleh masyarakat tanpa ada maksud membandingkan satu dengan lainnya,” tuturnya.

Oleh karenanya, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak berlebihan merespon hal tersebut. “Untuk hal tersebut saya mohon masyarakat dapat memahami pernyataan beliau secara utuh, jernih dan proporsional agar tidak muncul dugaan yang tidak benar,” pungkasnya.

 

JAKARTA Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi sorotan beberapa waktu terakhir. Hal tersebut terjadi usai penerbitan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Kontroversi terbaru yang mengundang banyak perhatian adalah pernyataan perihal suara azan yang saling bersahutan. Menteri Agama sebenarnya hanya mengilustrasikan kebisingan dari pengeras suara tersebut dengan riuhnya saat anjing menggonggong.

Pernyataan ini dia lontarkan saat memberikan contoh ketika suara yang terlalu keras muncul bersamaan. Suara dari toa ini bakal menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu masyarakat sekitar. Namun, pengilustrasian ini oleh sebagian pihak ditangkap lain.

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi pun mengklarifikasi pernyataan Gus Cholil. Menurutnya, tidak ada sama sekali niat Menteri Agama untuk membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

“Setelah saya menyimak pernyataan beliau secara lengkap dan utuh, saya haqqul yakin Menteri Agama tidak ada niatan untuk membandingkan suara azan dengan ‘gonggongan’ anjing,” jelas dia, Kamis (24/2).

Baca Juga :  Pengamat: Koalisi Indonesia Bersatu Bukan Masalah bagi Pemerintah

Baca Juga : Ini Sikap MUI setelah Menag Gus Yaqut Bandingkan Azan dengan Suara Anjing

Jadi, pernyataan itu murni hanya untuk memberikan contoh. Dalam bicaranya pun, Menag menyelipkan kata ‘misal’ yang berarti dapat diartikan sebagai contoh, bukan maksud membandingkan.

“Apa yang disampaikan oleh Menteri Agama hanya ingin memberikan tamsil atau perumpamaan dengan tujuan agar bisa lebih mudah ditangkap pemahamannya oleh masyarakat tanpa ada maksud membandingkan satu dengan lainnya,” tuturnya.

Oleh karenanya, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak berlebihan merespon hal tersebut. “Untuk hal tersebut saya mohon masyarakat dapat memahami pernyataan beliau secara utuh, jernih dan proporsional agar tidak muncul dugaan yang tidak benar,” pungkasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/