alexametrics
23.3 C
Kudus
Wednesday, August 17, 2022

Polri Koordinasi dengan Interpol soal Dugaan Desainer Pesan Organ Tubuh

JAKARTA – Mabes Polri tengah berkoordinasi dengan interpol brazil menyelidiki kasus dugaan pemesanan organ tubuh manusia oleh seorang desainer asal Indonesia. Sejauh ini, Polri masih menunggu informasi dari interpol Brasil.

“Sejauh ini pihak kepolisian Brasil maupun interpol Brasil belum memberikan informasi kepada interpol Jakarta. Sebagai langkah kecepatan IP Jakarta akan meminta konfirmasi kepada IP Brasil terkait info tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi, Kamis (24/2).

Oleh sebab itu, Polri belum berbicara banyak mengenai kasus ini. Polri akan terlebih dahulu menunggu laporan lengkap dari interpol. “Rencana hari ini akan dikomunikasikan dulu dengan interpol Brazil,” jelas Dedi.


Sebelumnya, Polisi Federal Brasil mengungkap kasus penjualan organ manusia yang terdiri dari tangan manusia dan 3 bungkus plasenta yang diduga dipesan oleh desainer asal Indonesia, Arnold Putra. Organ manusia itu diduga telah dikirim dari Universitas Brasil ke perancang busana di Singapura, menurut Polisi Federal Brasil.

Polisi menggerebek sebuah laboratorium di Amazonas State University pada 22 Februari dan mengungkapkan bahwa organ-organ itu diawetkan oleh seorang profesor anatomi, menurut Vice World News. Sebuah pernyataan polisi dalam bahasa Portugis mengklaim bahwa laboratorium anatomi ‘melakukan ekstraksi cairan tubuh’ bagian dari proses plastinasi. Cairan diganti dengan plastik seperti silikon dan epoksi untuk mengawetkan bagian tubuh.

Baca Juga :  Wakil Ketua MPR Kawal Peradilan Kasus Kekerasan Seksual Sampai Akhir Demi Tegaknya Keadilan

Sang profesor itu juga sekarang sedang diselidiki. Belum jelas apakah kiriman tersebut telah dicegat dalam perjalanannya ke Singapura atau tidak seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (24/2).

Paket itu diduga ditujukan untuk perancang busana dan influencer Indonesia Arnold Putra, yang telah banyak mengundang l kontroversi karena ketertarikannya pada bagian tubuh manusia. Ini bukan kali pertama Arnold Putra bermasalah.

Pada tahun 2020, ia menjadi berita karena menjual tas tangan yang terbuat dari tulang dari tulang belakang manusia. Putra mengklaim tulang-tulang itu bersumber secara etis dari surplus medis di Kanada. Di Instagram, Putra menanggapi kritik online terhadap tas tersebut dengan menulis pendapatnya.

“Ini adalah bagian dari proses pembelajaran kreatif yang harus melibatkan oposisi, jika tidak, itu hanya akan menjadi bentuk validasi berulang,” tegasnya

JAKARTA – Mabes Polri tengah berkoordinasi dengan interpol brazil menyelidiki kasus dugaan pemesanan organ tubuh manusia oleh seorang desainer asal Indonesia. Sejauh ini, Polri masih menunggu informasi dari interpol Brasil.

“Sejauh ini pihak kepolisian Brasil maupun interpol Brasil belum memberikan informasi kepada interpol Jakarta. Sebagai langkah kecepatan IP Jakarta akan meminta konfirmasi kepada IP Brasil terkait info tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi, Kamis (24/2).

Oleh sebab itu, Polri belum berbicara banyak mengenai kasus ini. Polri akan terlebih dahulu menunggu laporan lengkap dari interpol. “Rencana hari ini akan dikomunikasikan dulu dengan interpol Brazil,” jelas Dedi.

Sebelumnya, Polisi Federal Brasil mengungkap kasus penjualan organ manusia yang terdiri dari tangan manusia dan 3 bungkus plasenta yang diduga dipesan oleh desainer asal Indonesia, Arnold Putra. Organ manusia itu diduga telah dikirim dari Universitas Brasil ke perancang busana di Singapura, menurut Polisi Federal Brasil.

Polisi menggerebek sebuah laboratorium di Amazonas State University pada 22 Februari dan mengungkapkan bahwa organ-organ itu diawetkan oleh seorang profesor anatomi, menurut Vice World News. Sebuah pernyataan polisi dalam bahasa Portugis mengklaim bahwa laboratorium anatomi ‘melakukan ekstraksi cairan tubuh’ bagian dari proses plastinasi. Cairan diganti dengan plastik seperti silikon dan epoksi untuk mengawetkan bagian tubuh.

Baca Juga :  Kasus Binomo Naik Jadi Penyidikan, Bareskrim Periksa 15 Saksi

Sang profesor itu juga sekarang sedang diselidiki. Belum jelas apakah kiriman tersebut telah dicegat dalam perjalanannya ke Singapura atau tidak seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (24/2).

Paket itu diduga ditujukan untuk perancang busana dan influencer Indonesia Arnold Putra, yang telah banyak mengundang l kontroversi karena ketertarikannya pada bagian tubuh manusia. Ini bukan kali pertama Arnold Putra bermasalah.

Pada tahun 2020, ia menjadi berita karena menjual tas tangan yang terbuat dari tulang dari tulang belakang manusia. Putra mengklaim tulang-tulang itu bersumber secara etis dari surplus medis di Kanada. Di Instagram, Putra menanggapi kritik online terhadap tas tersebut dengan menulis pendapatnya.

“Ini adalah bagian dari proses pembelajaran kreatif yang harus melibatkan oposisi, jika tidak, itu hanya akan menjadi bentuk validasi berulang,” tegasnya


Most Read

Artikel Terbaru

/