alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Dewan Masjid Indonesia: Menteri Agama Harus Minta Maaf dan Siap Dievaluasi

JAKARTA – Masyarakat dibuat geram atas pernyataan kumandang azan yang diumpamakan dengan gonggongan anjing oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Atas hal tersebut, Menteri Agama pun dituntut meminta maaf kepada publik.

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (Sekjen DMI) Imam Addaruqutni pun mengatakan, sudah sewajarnya Menteri Agama untuk meminta maaf. Pasalnya, kalimat tersebut juga dianggap masyarakat tidak enak didengar.

“Semua mengalir dalam arus budaya, mungkin ada baiknya masyarakat meminta seperti itu (menuntut maaf dari Menteri Agama), itu hak budaya,” ungkap dia ketika dihubungi JawaPos.com, Kamis (24/2).


Dalam penyampaiannya nanti, diharapkan Menteri Agama Yaqut dapat menjelaskannya dengan rinci dan bahasa yang jelas. Apalagi, wajar jika pejabat publik mendapatkan evaluasi dari masyarakat.

Baca Juga :  Airlangga Harap Rakernas Alumni ITS Lahirkan Gagasan Penciptaan SDM Unggul

“Seandainya menyatakan meminta klarifikasi kepada masyarakat ya baik-baik saja, pejabat publik ini memang harus siap dalam suatu evaluasi publik,” tutur dia.

Baca Juga : Ini Klarifikasi Menag Soal Pernyataan Suara Azan Ibarat Gonggongan Anjing

Meskipun begitu, menurutnya tidak ada yang perlu disalahkan, sebab ini merupakan kesalahpahaman belaka. “Publik (menuntut permintaan maaf) ini tidak bisa disalahkan, sama dengan Menag (tak bisa disalahkan), itu kan konteksnya (pernyataan) kegaduhan,” ujar dia.

Adapun, dirinya pun meminta agar pejabat publik, khususnya Menteri Agama untuk berhati-hati dalam berbicara di depan publik. Mengingat bahwa agama merupakan isu yang sensitif.

“Tentu saja (jaga omongan), apalagi masalah keagamaan itu termasuk persoalan sensitif, karena persoalan sensitif, perumpamaan sekalipun kadang-kadang terdistorsi,” tandasnya.

JAKARTA – Masyarakat dibuat geram atas pernyataan kumandang azan yang diumpamakan dengan gonggongan anjing oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Atas hal tersebut, Menteri Agama pun dituntut meminta maaf kepada publik.

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (Sekjen DMI) Imam Addaruqutni pun mengatakan, sudah sewajarnya Menteri Agama untuk meminta maaf. Pasalnya, kalimat tersebut juga dianggap masyarakat tidak enak didengar.

“Semua mengalir dalam arus budaya, mungkin ada baiknya masyarakat meminta seperti itu (menuntut maaf dari Menteri Agama), itu hak budaya,” ungkap dia ketika dihubungi JawaPos.com, Kamis (24/2).

Dalam penyampaiannya nanti, diharapkan Menteri Agama Yaqut dapat menjelaskannya dengan rinci dan bahasa yang jelas. Apalagi, wajar jika pejabat publik mendapatkan evaluasi dari masyarakat.

Baca Juga :  Komedian "M" Beli Video Syur Milik Dea OnlyFans, Polisi Incar Pelaku

“Seandainya menyatakan meminta klarifikasi kepada masyarakat ya baik-baik saja, pejabat publik ini memang harus siap dalam suatu evaluasi publik,” tutur dia.

Baca Juga : Ini Klarifikasi Menag Soal Pernyataan Suara Azan Ibarat Gonggongan Anjing

Meskipun begitu, menurutnya tidak ada yang perlu disalahkan, sebab ini merupakan kesalahpahaman belaka. “Publik (menuntut permintaan maaf) ini tidak bisa disalahkan, sama dengan Menag (tak bisa disalahkan), itu kan konteksnya (pernyataan) kegaduhan,” ujar dia.

Adapun, dirinya pun meminta agar pejabat publik, khususnya Menteri Agama untuk berhati-hati dalam berbicara di depan publik. Mengingat bahwa agama merupakan isu yang sensitif.

“Tentu saja (jaga omongan), apalagi masalah keagamaan itu termasuk persoalan sensitif, karena persoalan sensitif, perumpamaan sekalipun kadang-kadang terdistorsi,” tandasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/