alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Terapkan PPKM Level 3 Selama Nataru, Jokowi: Semua Pihak Harus Mendukung

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti – wanti untuk mewaspadai peringatan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) agar Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengingatkan bahwa Covid-19 kembali mengganas di kawasan Eropa dan jangan sampai Indonesia mengalami kejadian yang sama.

“Kita sebentar lagi masuk libur Natal dan Tahun Baru, yang kita tahu pada saat ini kasus Covid di Eropa semuanya naik,” jelas Presiden Jokowi.


Presiden menambahkan, pemerintah akan melakukan evaluasi mingguan yang membahas tentang rencana pelaksanaan PPKM untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 akibat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini tetap dilakukan walau dalam sepekan terakhir, kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Yakni dari 9.018 kasus pada 14 November menjadi 8.126 pada Minggu (21/11) dan penurunan sebanyak 892 kasus dengan penambahan rata-rata 326 kasus baru per hari.

Meski kasus Covid-19 semakin membaik, Jokowi meminta pihak kementerian maupun lembaga agar bekerja sama untuk menghadapi libur Nataru pada Desember mendatang.

Baca Juga :  Pemerintah Gunakan Vaksin Tidak Halal untuk Booster, YKMI: Melenggar UU

“Sekali lagi, memiliki frekuensi yang sama, jangan terjebak pada ego sektoral dan utamakan koordinasi sehingga kita miliki frekuensi sama,” tambah Jokowi.

Dia juga mengingatkan agar PPKM level 3 selama Nataru di seluruh Indonesia pada Desember mendatang disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Sehingga tujuan untuk pembatasan secara ketat bisa dilakukan.

“Sampaikan mengenai kenaikan kasus di Eropa. Ini penting sekali sebagai sebuah background dari keputusan yang akan kita ambil,” ungkap Jokowi.

Diakui dia, ada beberapa pihak yang menolak pemberlakuan PPKM level 3 dan ingin kondisi normal tanpa pembatasan. Namun, apabila situasi tidak terkendali, maka sektor ekonomi dan pariwisata akan kembali memburuk.

“Perlu dijelaskan bahwa apabila situasi kita, apalagi sekali lagi kita akan menjadi tuan rumah 150 meeting yang ada di G20. Oleh sebab itu, saya minta intervensi di lapangan benar-benar terus dilakukan satgas terhadap event-event yang ada,” pungkas Jokowi. (JPG/mga/ria/khim)






Reporter: Antara News

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti – wanti untuk mewaspadai peringatan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) agar Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengingatkan bahwa Covid-19 kembali mengganas di kawasan Eropa dan jangan sampai Indonesia mengalami kejadian yang sama.

“Kita sebentar lagi masuk libur Natal dan Tahun Baru, yang kita tahu pada saat ini kasus Covid di Eropa semuanya naik,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, pemerintah akan melakukan evaluasi mingguan yang membahas tentang rencana pelaksanaan PPKM untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 akibat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini tetap dilakukan walau dalam sepekan terakhir, kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Yakni dari 9.018 kasus pada 14 November menjadi 8.126 pada Minggu (21/11) dan penurunan sebanyak 892 kasus dengan penambahan rata-rata 326 kasus baru per hari.

Meski kasus Covid-19 semakin membaik, Jokowi meminta pihak kementerian maupun lembaga agar bekerja sama untuk menghadapi libur Nataru pada Desember mendatang.

Baca Juga :  Arab Saudi Buka Kuota Umrah untuk WNI, 18.752 Jemaah Siap Diberangkatkan

“Sekali lagi, memiliki frekuensi yang sama, jangan terjebak pada ego sektoral dan utamakan koordinasi sehingga kita miliki frekuensi sama,” tambah Jokowi.

Dia juga mengingatkan agar PPKM level 3 selama Nataru di seluruh Indonesia pada Desember mendatang disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Sehingga tujuan untuk pembatasan secara ketat bisa dilakukan.

“Sampaikan mengenai kenaikan kasus di Eropa. Ini penting sekali sebagai sebuah background dari keputusan yang akan kita ambil,” ungkap Jokowi.

Diakui dia, ada beberapa pihak yang menolak pemberlakuan PPKM level 3 dan ingin kondisi normal tanpa pembatasan. Namun, apabila situasi tidak terkendali, maka sektor ekonomi dan pariwisata akan kembali memburuk.

“Perlu dijelaskan bahwa apabila situasi kita, apalagi sekali lagi kita akan menjadi tuan rumah 150 meeting yang ada di G20. Oleh sebab itu, saya minta intervensi di lapangan benar-benar terus dilakukan satgas terhadap event-event yang ada,” pungkas Jokowi. (JPG/mga/ria/khim)






Reporter: Antara News

Most Read

Artikel Terbaru

/