alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

PBNU Dukung Penuh Permendikbudristek PPKS, tapi Perlu Diperbaiki

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kunjungan itu dilakukan pada Senin (22/11) kemarin.

Adapun, pertemuan tersebut membahas terkait Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj pun menyampaikan dukungannya atas regulasi itu.

Ia mengaku bahwa PBNU pada dasarnya mendukung kebijakan tersebut secara penuh untuk memberantas kekerasan seksual di ruang lingkup kampus. Akan tetapi, PBNU masih merasa ada beberapa poin dan pasal yang menjadikan lemahnya peraturan tersebut karena ambiguitas yang sangat tinggi, ia merekomendasikan Mendikbduristek melakukan perbaikan dengan menimbang berbagai masukan yang ada.


“Mengenai Permendikbud PPKS pada dasarnya kami (NU) mendukung itu. Hanya saja ada beberapa poin yang perlu direvisi supaya betul-betul berkualitas untuk membangun bangsa yang beradab sesuai sila nomor satu dalam pancasila,” jelas dia dikutip dari website NU, Selasa (23/11).

Baca Juga :  Gelar Maulid Nabi, Airlangga Minta Doa Ulama Hadapi Pemilu 2024 

Dijelaskan olehnya bahwa kejahatan seksual menurut norma Pancasila, agama atau suatu kepercayaan adalah salah. Tak ada alasan berlandaskan atas dasar suka sama suka satu sama lain.

“Karena kekerasan seksual dengan atau tanpa rasa suka sama suka dalam norma agama itu dilarang. Apalagi hubungan seksual di luar pernikahan apapun alasannya agama tidak membenarkan itu. Semua agama,” imbuhnya.

Merespon itu, Nadiem menuturkan bahwa dirinya berkomitmen akan menampung setiap masukan perihal perbaikan aturan itu. “Alhamdulillah. Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan masukan dari PBNU terhadap peraturan ini. Walaupun dengan sedikit catatan, saya berkomitmen menampung itu,” katanya.

Mengenai usulan perbaikan untuk kebijakan tersebut dari masyarakat maupun ormas-ormas Islam lain, ia berkata akan melakukan kunjungan lainnya. “Saya akan datang dan mendengarkan satu-persatu masukan baik dari pihak ormas keagamaan, mahasiswa, dosen maupun dari lembaga kampus,” tandas dia. (khim)

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kunjungan itu dilakukan pada Senin (22/11) kemarin.

Adapun, pertemuan tersebut membahas terkait Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj pun menyampaikan dukungannya atas regulasi itu.

Ia mengaku bahwa PBNU pada dasarnya mendukung kebijakan tersebut secara penuh untuk memberantas kekerasan seksual di ruang lingkup kampus. Akan tetapi, PBNU masih merasa ada beberapa poin dan pasal yang menjadikan lemahnya peraturan tersebut karena ambiguitas yang sangat tinggi, ia merekomendasikan Mendikbduristek melakukan perbaikan dengan menimbang berbagai masukan yang ada.

“Mengenai Permendikbud PPKS pada dasarnya kami (NU) mendukung itu. Hanya saja ada beberapa poin yang perlu direvisi supaya betul-betul berkualitas untuk membangun bangsa yang beradab sesuai sila nomor satu dalam pancasila,” jelas dia dikutip dari website NU, Selasa (23/11).

Baca Juga :  Gelar Maulid Nabi, Airlangga Minta Doa Ulama Hadapi Pemilu 2024 

Dijelaskan olehnya bahwa kejahatan seksual menurut norma Pancasila, agama atau suatu kepercayaan adalah salah. Tak ada alasan berlandaskan atas dasar suka sama suka satu sama lain.

“Karena kekerasan seksual dengan atau tanpa rasa suka sama suka dalam norma agama itu dilarang. Apalagi hubungan seksual di luar pernikahan apapun alasannya agama tidak membenarkan itu. Semua agama,” imbuhnya.

Merespon itu, Nadiem menuturkan bahwa dirinya berkomitmen akan menampung setiap masukan perihal perbaikan aturan itu. “Alhamdulillah. Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan masukan dari PBNU terhadap peraturan ini. Walaupun dengan sedikit catatan, saya berkomitmen menampung itu,” katanya.

Mengenai usulan perbaikan untuk kebijakan tersebut dari masyarakat maupun ormas-ormas Islam lain, ia berkata akan melakukan kunjungan lainnya. “Saya akan datang dan mendengarkan satu-persatu masukan baik dari pihak ormas keagamaan, mahasiswa, dosen maupun dari lembaga kampus,” tandas dia. (khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/