alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Disiplin Nasional Harus Ditingkatkan untuk Keselamatan Transportasi yang Lebih Baik

JAKARTA – Faktor keselamatan di sektor transportasi harus terus ditingkatkan lewat pengawasan yang ketat terhadap sejumlah persyaratan perjalanan untuk mendorong peningkatkan disiplin masyarakat.

“Keselamatan transportasi harus menjadi perhatian kita bersama, mengingat transportasi banyak berkaitan dengan sektor-sektor ekonomi lainnya,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/5).

Berdasarkan data kepolisian, selama arus mudik Lebaran tahun ini, ada sebanyak 2.945 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi, baik dari tol dan non-tol.


PT Jasa Raharja (Persero) mencatat, selama mudik Lebaran 2022 priode 25 April – 2 Mei 2022
tercatat sebanyak 441 orang meninggal dunia dan 3.194 orang luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah kecelakaan itu terjadi selain karena faktor kendaraan yang tidak layak juga terkait kelalaian manusia.

Menurut Lestari, sejumlah catatan mengenai keselamatan transportasi tersebut harus menjadi perhatian serius dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk segera mengatasinya.

Baca Juga :  Tren Kasus Terus Menurun, Rerie: Pengendalian Covid-19 Harus Konsisten

Karena, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, rendahnya tingkat keselamatan transportasi juga bisa berdampak pada sejumlah sektor, misalnya terkait industri, logistik dan pariwisata, serta sejumlah sektor lainnya.

Sumber penyebab kecelakaan, tegasnya, harus segera diatasi lewat pemecahan akar masalahnya dengan secara konsisten menegakkan sejumlah aturan yang berlaku di sektor transportasi.

Selain itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem berpendapat, berbagai upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam menjalankan dan mematuhi setiap kebijakan publik yang berlaku harus segera dilakukan.

Menurut Rerie, bangsa Indonesia harus mulai membangun budaya disiplin dalam berkegiatan di keseharian baik pada skala keluarga mau pun di ruang publik.

Dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan yang lebih disiplin dalam mematuhi berbagai kebijakan yang berlaku, Rerie berharap, pelayanan publik yang lebih baik dapat diwujudkan. (zen)

JAKARTA – Faktor keselamatan di sektor transportasi harus terus ditingkatkan lewat pengawasan yang ketat terhadap sejumlah persyaratan perjalanan untuk mendorong peningkatkan disiplin masyarakat.

“Keselamatan transportasi harus menjadi perhatian kita bersama, mengingat transportasi banyak berkaitan dengan sektor-sektor ekonomi lainnya,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/5).

Berdasarkan data kepolisian, selama arus mudik Lebaran tahun ini, ada sebanyak 2.945 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi, baik dari tol dan non-tol.

PT Jasa Raharja (Persero) mencatat, selama mudik Lebaran 2022 priode 25 April – 2 Mei 2022
tercatat sebanyak 441 orang meninggal dunia dan 3.194 orang luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah kecelakaan itu terjadi selain karena faktor kendaraan yang tidak layak juga terkait kelalaian manusia.

Menurut Lestari, sejumlah catatan mengenai keselamatan transportasi tersebut harus menjadi perhatian serius dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk segera mengatasinya.

Baca Juga :  Dukung G20: BRI Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Holding Ultra Mikro

Karena, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, rendahnya tingkat keselamatan transportasi juga bisa berdampak pada sejumlah sektor, misalnya terkait industri, logistik dan pariwisata, serta sejumlah sektor lainnya.

Sumber penyebab kecelakaan, tegasnya, harus segera diatasi lewat pemecahan akar masalahnya dengan secara konsisten menegakkan sejumlah aturan yang berlaku di sektor transportasi.

Selain itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem berpendapat, berbagai upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam menjalankan dan mematuhi setiap kebijakan publik yang berlaku harus segera dilakukan.

Menurut Rerie, bangsa Indonesia harus mulai membangun budaya disiplin dalam berkegiatan di keseharian baik pada skala keluarga mau pun di ruang publik.

Dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan yang lebih disiplin dalam mematuhi berbagai kebijakan yang berlaku, Rerie berharap, pelayanan publik yang lebih baik dapat diwujudkan. (zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/