alexametrics
27 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Digelar di Jakarta, Kudus Festival 2022 Jadi Sarana Promosi dan Lepas Kerinduan

JAKARTA – Kudus Festival 2022 yang mengusung tema Kudus Kota Empat Negeri membawa gairah baru dan mempromosikan kebudayaan hingga kuliner khas Kota Kretek ke khalayak luas. Sekaligus melepas kerinduan masyarakat Kudus yang merantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Agenda Kudus Festival ini, dilangsungkan di Kompleks Museum Satria Mandala, Jakarta, pada Sabtu (21/5) dan Minggu (22/5). Kegiatan tersebut, diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) di daerah Jabodetabek.

Kudus Festival 2022 tersebut, dihadiri Bupati Kudus HM. Hartopo beserta Ketua Dekranasda Kudus Mawar Hartopo, Ketua DPRD Kudus Masan, KH. Musthofa Bisri, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) Marsekal Madya TNI (Purn.) Eris Herryanto, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, dan sejumlah tokoh dari Kudus.


Bupati Kudus HM. Hartopo yang membuka gelaran Kudus Festival 2022 itu mengaku haru dan bahagia. Acara yang kali pertama digelar tersebut, mampu menyedot animo masyarakat Kudus yang berada di Jabodetabek.

Dengan mengusung tema ”Kudus Kota Empat Negeri”, Hartopo berharap, hal tersebut sebagai bangkitnya gairah baru branding Kabupaten Kudus. Tema tersebut menunjukkan semangat toleransi warga Kudus yang berbeda etnis, tapi tetap rukun.

”Semangat guyub ini, perlu kita jadikan sebagai nafas persatuan. Baik di Kudus maupun di perantauan. Supaya nama Kudus semakin masyhur,” harap bupati.

PRODUK KHAS KUDUS: Bupati Kudus HM. Hartopo mengunjungi salah satu stand UMKM di Kudus Festival 2022 yang digelar di Museum Satria Mandala, Jakarta, kemarin. (KOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada FKMK. Sebab, telah memboyong dan melibatkan kuliner khas Kudus, seperti lentog, sate kebo, soto Kudus, garang asem, sego pindang, sego jangkrik, dan kopi muria. Tak ketinggalan, beragam produk usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM). Juga kebudayaan khas Kudus, seperti wayang klithik, kirab jenang, tari kretek, dan barongan turut ditampilkan.

Baca Juga :  Ketua PB Djarum Akui Belum Terima Surat Pencoretan Praven/Melati dari PBSI

”Kudus Festival merupakan wujud dukungan dari kebangkitan ekonomi masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) Marsekal Madya TNI (Purn) Eris Herryanto menyebut, Kudus Festival merupakan sarana berkumpul dan melepas kerinduan terhadap Kota Kretek. Utamanya, nuansa kebudayaan dan kuliner khas Kudus.

”Tak lain semua itu agar warga Kudus di Jabodetabek dan sekitarnya bisa melepas rindu akan kota tercinta. Maka, kami boyong semua itu,” kata mantan pilot pesawat tempur F-16 itu.

Musthofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus dalam bincang kebudayaan menjelaskan, Kudus merupakan salah satu titik episentrum belajar agama Islam. Sosok Syeikh Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus merupakan pionir dakwah Islam tanpa mencederai umat agama lain. Dengan kekayaan itu, Gus Mus yakin peradaban Kudus akan semakin maju.

”Kudus ini kota suci berasal dari bahasa Arab ”Al-Quds”. Betapa Sunan Kudus ini mampu merawat toleransi tanpa mencedarai umat lain,” jelas kiai karismatik asal Rembang itu.

Sementara itu, Suparto, 57, warga Kudus yang tinggal di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengaku senang dengan adanya acara ini. Sebab, ia bisa nostalgia nuansa khas Kudus lewat kuliner dan budaya Kudus. ”Ya, senang bisa nostaliga waktu kecil. Bisa makan nasi pindang dan melihat tari kretek,” tuturnya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

JAKARTA – Kudus Festival 2022 yang mengusung tema Kudus Kota Empat Negeri membawa gairah baru dan mempromosikan kebudayaan hingga kuliner khas Kota Kretek ke khalayak luas. Sekaligus melepas kerinduan masyarakat Kudus yang merantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Agenda Kudus Festival ini, dilangsungkan di Kompleks Museum Satria Mandala, Jakarta, pada Sabtu (21/5) dan Minggu (22/5). Kegiatan tersebut, diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) di daerah Jabodetabek.

Kudus Festival 2022 tersebut, dihadiri Bupati Kudus HM. Hartopo beserta Ketua Dekranasda Kudus Mawar Hartopo, Ketua DPRD Kudus Masan, KH. Musthofa Bisri, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) Marsekal Madya TNI (Purn.) Eris Herryanto, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, dan sejumlah tokoh dari Kudus.

Bupati Kudus HM. Hartopo yang membuka gelaran Kudus Festival 2022 itu mengaku haru dan bahagia. Acara yang kali pertama digelar tersebut, mampu menyedot animo masyarakat Kudus yang berada di Jabodetabek.

Dengan mengusung tema ”Kudus Kota Empat Negeri”, Hartopo berharap, hal tersebut sebagai bangkitnya gairah baru branding Kabupaten Kudus. Tema tersebut menunjukkan semangat toleransi warga Kudus yang berbeda etnis, tapi tetap rukun.

”Semangat guyub ini, perlu kita jadikan sebagai nafas persatuan. Baik di Kudus maupun di perantauan. Supaya nama Kudus semakin masyhur,” harap bupati.

PRODUK KHAS KUDUS: Bupati Kudus HM. Hartopo mengunjungi salah satu stand UMKM di Kudus Festival 2022 yang digelar di Museum Satria Mandala, Jakarta, kemarin. (KOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada FKMK. Sebab, telah memboyong dan melibatkan kuliner khas Kudus, seperti lentog, sate kebo, soto Kudus, garang asem, sego pindang, sego jangkrik, dan kopi muria. Tak ketinggalan, beragam produk usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM). Juga kebudayaan khas Kudus, seperti wayang klithik, kirab jenang, tari kretek, dan barongan turut ditampilkan.

Baca Juga :  Menko Airlangga Salurkan Bantuan Tunai kepada Nelayan

”Kudus Festival merupakan wujud dukungan dari kebangkitan ekonomi masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) Marsekal Madya TNI (Purn) Eris Herryanto menyebut, Kudus Festival merupakan sarana berkumpul dan melepas kerinduan terhadap Kota Kretek. Utamanya, nuansa kebudayaan dan kuliner khas Kudus.

”Tak lain semua itu agar warga Kudus di Jabodetabek dan sekitarnya bisa melepas rindu akan kota tercinta. Maka, kami boyong semua itu,” kata mantan pilot pesawat tempur F-16 itu.

Musthofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus dalam bincang kebudayaan menjelaskan, Kudus merupakan salah satu titik episentrum belajar agama Islam. Sosok Syeikh Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus merupakan pionir dakwah Islam tanpa mencederai umat agama lain. Dengan kekayaan itu, Gus Mus yakin peradaban Kudus akan semakin maju.

”Kudus ini kota suci berasal dari bahasa Arab ”Al-Quds”. Betapa Sunan Kudus ini mampu merawat toleransi tanpa mencedarai umat lain,” jelas kiai karismatik asal Rembang itu.

Sementara itu, Suparto, 57, warga Kudus yang tinggal di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengaku senang dengan adanya acara ini. Sebab, ia bisa nostalgia nuansa khas Kudus lewat kuliner dan budaya Kudus. ”Ya, senang bisa nostaliga waktu kecil. Bisa makan nasi pindang dan melihat tari kretek,” tuturnya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/