alexametrics
25.7 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Polri Stop Laporan Kasus Dugaan Penipuan dari Shandy Purnamasari

JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya telah menghentikan penyidikan terkait kasus tindak pidana dugaan penipuan dan merek dagang, yang dilaporkan oleh istri Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 yakni, Sandi Purnamasari.

Menurut Gatot, penghentian penyidikan kasus dugaan penipuan tersebut lantaran kurangnya bukti-bukti. Pasalnya Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pengusutan sejak Agustus 2021.  “Rabu, 16 Maret 2022 dilakukan gelar perkara, didapat kesimpulan kasus tidak cukup bukti, penyidikan dihentikan,” ujar Gatot kepada wartawan, Selasa (22/3).

Menurut Gatot, penyidik saat ini tengah melengkapi administrasi penghentian penyidikan. Dia pun membeberkan kronologi kasus tersebut.


Gatot menjelaskan, kasus itu adalah perseteruan penggunaan merek MS Glow dan MS Glow Men dengan PS Glow. Berawal saat Sandi Purnamasari, pemilik MS Glow, melaporkan Putra Siregar atas penggunaan merek PS Glow.

Kemudian, Penyidik Bareskrim Polri menyelidiki laporan perempuan yang sempat viral karena mengklaim brand-nya ikut dalam Paris Fashion Week itu. Saat itu, kasus dinyatakan naik ke tahap penyidikan pada 29 September 2021.

Gatot mengatakan dalam penyidikan ditemukan fakta putusan komisi banding merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemenkumham pada 20 Desember 2021. Putusan itu berisi, menerima permohonan banding Putra Siregar dan memerintahkan Dirjen KI Kemenkumham menerbitkan sertifikat merek PS Glow. “Petikan keputusan komisi banding tersebut disampaikan kepada penyidik pada akhir Januari 2022, kemudian penyidik meminta pendapat ahli merek atas putusan dimaksud,” katanya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dukung Penyandang Disabilitas untuk Terus Produktif dan Berkreasi

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, istri dari Gilang Widya Pramana, Sandi Purnamasari melaporkan seseorang bernama Putra Siregar ke Bareskrim Polri, terkait kasus tindak pidana dugaan penipuan dan merek dagang. “Juragan 99 saudara GP (Gilang Pramana) dalam laporan polisi yang dilaporkan bulan Agustus 2021 bukan sebagai terlapor, tapi sebagai saksi,” ujar Ramadhan.

Laporan terhadap Putra Siregar dilayangkan pada Jumat, 13 Agustus 2021 lalu. Shandy melaporkan perusahaan Putra Siregar, PT PS Glow dan PT Eka Jaya. Laporan teregistrasi dengan nomor: LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri.

Putra Siregar dipersangkakan Pasal berlapis. Yakni Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Pasal 100 ayat 1, 2, dan Pasal 101 ayat 1, 2, dan Pasal 102. Kemudian, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang Pasal 17 Jo Pasal 13 dan Pasal 14. Lalu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 KUHP dan Pasal 55, Pasal 56 KUHP tentang Penipuan/Perbuatan Curang. (*)

JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya telah menghentikan penyidikan terkait kasus tindak pidana dugaan penipuan dan merek dagang, yang dilaporkan oleh istri Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 yakni, Sandi Purnamasari.

Menurut Gatot, penghentian penyidikan kasus dugaan penipuan tersebut lantaran kurangnya bukti-bukti. Pasalnya Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pengusutan sejak Agustus 2021.  “Rabu, 16 Maret 2022 dilakukan gelar perkara, didapat kesimpulan kasus tidak cukup bukti, penyidikan dihentikan,” ujar Gatot kepada wartawan, Selasa (22/3).

Menurut Gatot, penyidik saat ini tengah melengkapi administrasi penghentian penyidikan. Dia pun membeberkan kronologi kasus tersebut.

Gatot menjelaskan, kasus itu adalah perseteruan penggunaan merek MS Glow dan MS Glow Men dengan PS Glow. Berawal saat Sandi Purnamasari, pemilik MS Glow, melaporkan Putra Siregar atas penggunaan merek PS Glow.

Kemudian, Penyidik Bareskrim Polri menyelidiki laporan perempuan yang sempat viral karena mengklaim brand-nya ikut dalam Paris Fashion Week itu. Saat itu, kasus dinyatakan naik ke tahap penyidikan pada 29 September 2021.

Gatot mengatakan dalam penyidikan ditemukan fakta putusan komisi banding merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemenkumham pada 20 Desember 2021. Putusan itu berisi, menerima permohonan banding Putra Siregar dan memerintahkan Dirjen KI Kemenkumham menerbitkan sertifikat merek PS Glow. “Petikan keputusan komisi banding tersebut disampaikan kepada penyidik pada akhir Januari 2022, kemudian penyidik meminta pendapat ahli merek atas putusan dimaksud,” katanya.

Baca Juga :  Hati-hati, BMKG Himbau untuk Waspadai Cuaca Ekstrem 10 Hari ke depan

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, istri dari Gilang Widya Pramana, Sandi Purnamasari melaporkan seseorang bernama Putra Siregar ke Bareskrim Polri, terkait kasus tindak pidana dugaan penipuan dan merek dagang. “Juragan 99 saudara GP (Gilang Pramana) dalam laporan polisi yang dilaporkan bulan Agustus 2021 bukan sebagai terlapor, tapi sebagai saksi,” ujar Ramadhan.

Laporan terhadap Putra Siregar dilayangkan pada Jumat, 13 Agustus 2021 lalu. Shandy melaporkan perusahaan Putra Siregar, PT PS Glow dan PT Eka Jaya. Laporan teregistrasi dengan nomor: LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri.

Putra Siregar dipersangkakan Pasal berlapis. Yakni Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Pasal 100 ayat 1, 2, dan Pasal 101 ayat 1, 2, dan Pasal 102. Kemudian, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang Pasal 17 Jo Pasal 13 dan Pasal 14. Lalu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 KUHP dan Pasal 55, Pasal 56 KUHP tentang Penipuan/Perbuatan Curang. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/