alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Terdeteksinya Varian Omicron Harus Disikapi dengan Kepedulian Semua Pihak

JAKARTA – Virus korona varian Omicron terdeteksi sudah masuk di Indonesia, namun mobilitas masyarakat terus meningkat jelang  libur Natal dan Tahun Baru. Dibutuhkan strategi pengendalian yang menyeluruh yang melibatkan semua pihak untuk menekan penyebaran virus korona varian Omicron di tanah air.

“Varian Omicron yang menurut para ahli memiliki daya tular yang lebih tinggi daripada varian Delta, kondisi itu harus diwaspadai lewat sejumlah kebijakan yang mampu memberi pemahaman yang memadai kepada masyarakat terkait Omicron, agar penyebaran Covid-19 di tanah air tetap terkendali,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/12).

Catatan Satgas Covid-19 mengungkapkan sejak Juli hingga Desember 2021 mobilitas masyarakat secara konsisten mengalami peningkatan.


Selain itu di sejumlah lokasi tingkat kepatuhan memakai maskernya masih terbilang rendah, seperti di pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan terminal serta pasar rakyat.

Kombinasi daya tular yang tinggi dan kedisiplinan memakai masker rendah itu, ujar Lestari, harus segera diatasi dengan sejumlah langkah agar sebaran varian Omicron tidak meluas.

Upaya menyebarluaskan informasi yang benar tentang varian Omicron, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, merupakan langkah yang harus segera dilakukan untuk mencegah pemahaman yang salah masyarakat terhadap varian baru Covid-19 ini.

Baca Juga :  Vaksin Merah Putih Bakal Mulai Diproduksi Massal Agustus 2022

“Jangan sampai bermunculan hoax terkait Omicron yang bisa mengacaukan upaya pengendalian Covid-19 secara luas,” ujarnya.

Rerie berharap, dengan pemahaman  yang memadai tentang varian Omicron, masyarakat juga akan lebih mudah untuk diajak melangkah bersama dalam pencegahan penyebaran varian Omicron.

Di sisi lain, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, para pemangku kepentingan harus terus meningkatkan upaya testing dan tracing yang masif untuk mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di masa libur Natal dan Tahun Baru ini.

Catatan Satgas Covid-19, jumlah orang yang diperiksa terus mengalami peningkatan hingga lebih dari 1,6 juta orang per minggu, dengan sebagian besar lewat test antigen.

Rerie berharap, peningkatan mobilitas masyarakat juga diimbangi dengan peningkatan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun dan menjauhi kerumunan.

Menurut dia, ledakan kasus positif Covid-19 di sejumlah negara yang dipicu sebaran varian Omicron harus menjadi pemicu kewaspadaan kita semua agar sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional saat ini tetap mampu berjalan dengan baik. (zen)

JAKARTA – Virus korona varian Omicron terdeteksi sudah masuk di Indonesia, namun mobilitas masyarakat terus meningkat jelang  libur Natal dan Tahun Baru. Dibutuhkan strategi pengendalian yang menyeluruh yang melibatkan semua pihak untuk menekan penyebaran virus korona varian Omicron di tanah air.

“Varian Omicron yang menurut para ahli memiliki daya tular yang lebih tinggi daripada varian Delta, kondisi itu harus diwaspadai lewat sejumlah kebijakan yang mampu memberi pemahaman yang memadai kepada masyarakat terkait Omicron, agar penyebaran Covid-19 di tanah air tetap terkendali,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/12).

Catatan Satgas Covid-19 mengungkapkan sejak Juli hingga Desember 2021 mobilitas masyarakat secara konsisten mengalami peningkatan.

Selain itu di sejumlah lokasi tingkat kepatuhan memakai maskernya masih terbilang rendah, seperti di pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan terminal serta pasar rakyat.

Kombinasi daya tular yang tinggi dan kedisiplinan memakai masker rendah itu, ujar Lestari, harus segera diatasi dengan sejumlah langkah agar sebaran varian Omicron tidak meluas.

Upaya menyebarluaskan informasi yang benar tentang varian Omicron, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, merupakan langkah yang harus segera dilakukan untuk mencegah pemahaman yang salah masyarakat terhadap varian baru Covid-19 ini.

Baca Juga :  Jemput Peluang Kebangkitan Pariwisata Nasional dengan Perkuat Kolaborasi

“Jangan sampai bermunculan hoax terkait Omicron yang bisa mengacaukan upaya pengendalian Covid-19 secara luas,” ujarnya.

Rerie berharap, dengan pemahaman  yang memadai tentang varian Omicron, masyarakat juga akan lebih mudah untuk diajak melangkah bersama dalam pencegahan penyebaran varian Omicron.

Di sisi lain, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, para pemangku kepentingan harus terus meningkatkan upaya testing dan tracing yang masif untuk mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di masa libur Natal dan Tahun Baru ini.

Catatan Satgas Covid-19, jumlah orang yang diperiksa terus mengalami peningkatan hingga lebih dari 1,6 juta orang per minggu, dengan sebagian besar lewat test antigen.

Rerie berharap, peningkatan mobilitas masyarakat juga diimbangi dengan peningkatan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun dan menjauhi kerumunan.

Menurut dia, ledakan kasus positif Covid-19 di sejumlah negara yang dipicu sebaran varian Omicron harus menjadi pemicu kewaspadaan kita semua agar sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional saat ini tetap mampu berjalan dengan baik. (zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/