alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Realisasi TKDN PLN di Proyek Kelistrikan Capai Rp 35,32 Triliun

JAKARTA – PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk meningkatkan porsi industri lokal berperan bersama dalam memberikan pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat. Komitmen tersebut, juga dilakukan guna turut memberikan dampak positif pada kebangkitan ekonomi nasional.

Langkah ini dibuktikan dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLN hingga kuartal III 2021 mencapai 47,31 persen atau setara Rp 35,32 triliun yang diserap industri dalam negeri. Dari total realisasi Rp 74,65 triliun.

”PLN terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan, demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian nasional,” terang Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Agung Murdifi.


Agung merinci capaian TKDN ini paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi. Nilai TKDN pada sektor ini mencapai 74,2 persen. Realisasi TKDN yang digelontorkan PLN Rp 13,72 triliun. Sedangkan untuk pembangunan distribusi nilai TKDN mencapai 66,4 persen dengan realisasi Rp 4,52 triliun.

Untuk gardu induk nilai TKDN mencapai 50,2 persen dan untuk pembangkit mencapai 29,4 persen. Realisasi TKDN untuk pembangunan gardu induk Rp 6,19 triliun dan untuk pembangkit Rp 10,89 triliun.

Saat ini, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan perusahaan dalam negeri. Untuk pekerjaan transmisi dan gardu induk sudah sepenuhnya dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri. ”Sedangkan dalam pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar. Baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri,” ujar Agung.

Dia menjelaskan, PLN sejak 2018 terus meningkatkan nilai TKDN. Langkah ini dilakukan PLN selain untuk mendorong perekonomian lokal juga untuk meningkatkan efisiensi. ”Kami terus berupaya meningkatkan TKDN untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Kami menargetkan PLN bisa mencapai nilai TKDN sampai 60 persen pada 2025 mendatang,” ujar Agung.

Baca Juga :  Ikut Apel Siaga G20, PLN UIK TJB Komitmen Jaga Kehandalan Pasokan Listrik

Beberapa langkah dilakukan PLN untuk mencapai target ini. Di antaranya, sinergi baik antara sesama BUMN dan pemerintah. Juga berkolaborasi dengan industri lokal. Perencanaan yang matang dan melibatkan semua pihak juga menjadi kunci sukses dalam mencapai target TKDN ini.

”Kami melibatkan seluruh stakeholder dalam bersinergi meningkatkan TKDN ini. Mulai dari sesama BUMN, surveyor, industri manufaktur, perbankan, asosiasi dan swasta nasional, serta BPPT,” ujarnya.

Langkah transformasi digital yang dilakukan PLN juga diterapkan pada e-procurement. PLN juga sedang menyiapkan digital dashboard yang memuat e-TKDN PLN. Dari platform digital ini, untuk memudahkan pengelolaan pengadaan dan mendorong industri lokal untuk berpartisipasi memenuhi kebutuhan PLN dan bekerja sama untuk mencapai pasokan listrik yang andal.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas untuk mendorong perekonomian nasional, PLN pun terus berkomitmen untuk menggunakan produk-produk dalam negeri dan juga melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.

Saat ini, PLN tengah bekerjasama dengan BPPT untuk memetakan kemampuan dan kapabilitas industri nasional untuk menetapkan Peta Jalan Peningkatan TKDN dalam industri ketenagalistrikan nasional.

“Kami berharap PLN dapat membantu industri dalam negeri untuk terus bertahan untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional terutama dalam masa pandemi Covid-19. PLN terus bergerak maju dan tetap optimistis dalam situasi saat ini,” terang Agung.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JAKARTA – PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk meningkatkan porsi industri lokal berperan bersama dalam memberikan pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat. Komitmen tersebut, juga dilakukan guna turut memberikan dampak positif pada kebangkitan ekonomi nasional.

Langkah ini dibuktikan dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLN hingga kuartal III 2021 mencapai 47,31 persen atau setara Rp 35,32 triliun yang diserap industri dalam negeri. Dari total realisasi Rp 74,65 triliun.

”PLN terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan, demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian nasional,” terang Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Agung Murdifi.

Agung merinci capaian TKDN ini paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi. Nilai TKDN pada sektor ini mencapai 74,2 persen. Realisasi TKDN yang digelontorkan PLN Rp 13,72 triliun. Sedangkan untuk pembangunan distribusi nilai TKDN mencapai 66,4 persen dengan realisasi Rp 4,52 triliun.

Untuk gardu induk nilai TKDN mencapai 50,2 persen dan untuk pembangkit mencapai 29,4 persen. Realisasi TKDN untuk pembangunan gardu induk Rp 6,19 triliun dan untuk pembangkit Rp 10,89 triliun.

Saat ini, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan perusahaan dalam negeri. Untuk pekerjaan transmisi dan gardu induk sudah sepenuhnya dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri. ”Sedangkan dalam pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar. Baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri,” ujar Agung.

Dia menjelaskan, PLN sejak 2018 terus meningkatkan nilai TKDN. Langkah ini dilakukan PLN selain untuk mendorong perekonomian lokal juga untuk meningkatkan efisiensi. ”Kami terus berupaya meningkatkan TKDN untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Kami menargetkan PLN bisa mencapai nilai TKDN sampai 60 persen pada 2025 mendatang,” ujar Agung.

Baca Juga :  PLN UIK TJB Terapkan Manajemen Terintegrasi

Beberapa langkah dilakukan PLN untuk mencapai target ini. Di antaranya, sinergi baik antara sesama BUMN dan pemerintah. Juga berkolaborasi dengan industri lokal. Perencanaan yang matang dan melibatkan semua pihak juga menjadi kunci sukses dalam mencapai target TKDN ini.

”Kami melibatkan seluruh stakeholder dalam bersinergi meningkatkan TKDN ini. Mulai dari sesama BUMN, surveyor, industri manufaktur, perbankan, asosiasi dan swasta nasional, serta BPPT,” ujarnya.

Langkah transformasi digital yang dilakukan PLN juga diterapkan pada e-procurement. PLN juga sedang menyiapkan digital dashboard yang memuat e-TKDN PLN. Dari platform digital ini, untuk memudahkan pengelolaan pengadaan dan mendorong industri lokal untuk berpartisipasi memenuhi kebutuhan PLN dan bekerja sama untuk mencapai pasokan listrik yang andal.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas untuk mendorong perekonomian nasional, PLN pun terus berkomitmen untuk menggunakan produk-produk dalam negeri dan juga melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.

Saat ini, PLN tengah bekerjasama dengan BPPT untuk memetakan kemampuan dan kapabilitas industri nasional untuk menetapkan Peta Jalan Peningkatan TKDN dalam industri ketenagalistrikan nasional.

“Kami berharap PLN dapat membantu industri dalam negeri untuk terus bertahan untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional terutama dalam masa pandemi Covid-19. PLN terus bergerak maju dan tetap optimistis dalam situasi saat ini,” terang Agung.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/