alexametrics
30.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Kendaraan lewat Jalan Alternatif Boyolali

Longsor Lagi, Jalan Alternatif Kedungjati-Salatiga Ditutup Total

GROBOGAN – Jalan alternatif Kedungjati-Salatiga tepatnya di KM 46-700 dan KM 51  Dusun Kalikonang, Desa Ngembak, Kecamatan Kedungjati, Minggu (20/3) longsor lagi. Untuk itu warga setempat menutup akses agar warga tidak lewat.

Pantauan di lapangan, di sekitar lokasi ada larangan bertuliskan “Hati-hati 100 meter ada longsoran bahu jalan”. Melihat pengumuman itu, pengendara mobil dan truk akhirnya memutar balik. Sejumlah pemuda warga juga berjaga untuk membantu sopir untuk putar balik.

Untuk pengendara sepeda motor bisa memanfaatkan jalan setapak di atas jalan alternatif untuk dilewati. Namun, pengendara harus hati-hati. Sebab jalannya sempit dan licin dengan melewati jalan sekitar rel KAI.

JALAN SETAPAK:  Pengendara sepeda motor melewati jalan setapak di sawah dan pinggir rel KAI agar bisa lewat jalan alternatif Kedungjati-Salatiga, Minggu (20/3). (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Dari pantauan, kondisi jalan longsor semakin parah. Beton penyangga tanggul sepanjang 20 meter amblas. Kondisi itu, diperparah dengan amblasnya jalan selebar delapan meter. Bahu dan marka jalan terseb ut longsor ke sungai Tuntang yang berada di sebelahnya. Jalan longsor itu, sekitar  50 meter.

Ahmad Harinata Putra warga Desa Ngombak menyatakan, jalan ditutup karena longsor karena tidak ada saluran yang mengakibatkan longsor. Kejadian longsor terjadi pada Desember 2021 lalu.

Baca Juga :  Airlangga Harap Monash University Bentuk Generasi Berdaya Saing Tinggi

“Jalan ini pernah dibangun. Terus longsor lagi dan akhirnya jalan rusak tidak bisa dilewati,” kata Putra salah satu pekerja proyek pembangunan jalan.

Putra mengatakan, pada Januari 2022 terjadi longsor dan jalan rusak lagi. Kemudian jalan bertambah parah lagi. Selanjutnya ada truk lewat terperosok dan terguling disini.

“Penutupan jalan total dilakukan sehari untuk pengurukan. Jika pengerukan selesai akan dibuka kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah wilayah Purwodadi Wimas Radit Sambodo menyatakan, penutupan jalan sementara dilakukan untuk pengurukan dan perataan jalan longsor.

”Apabila dalam pelaksannaannya nanti memang diperlukan tutup arus maka dilakukan. Anggaran penanganan menggunakan dana kerusakan khusus sebesar Rp 487 juta,” terang dia.

Penanganan longsor dilakukan oleh dua alat berat. Satu alat berat untuk menghancurkan jalan cor. Satu alat berat lainya mengambil material dan mengangkutnya di truk. Perataan jalan dilakukan agar kendaraan bisa lewat. Meski demikian, longsoran tanah jalan sudah separo jalan amblas di Sungai Tuntang. (mun/mal)

GROBOGAN – Jalan alternatif Kedungjati-Salatiga tepatnya di KM 46-700 dan KM 51  Dusun Kalikonang, Desa Ngembak, Kecamatan Kedungjati, Minggu (20/3) longsor lagi. Untuk itu warga setempat menutup akses agar warga tidak lewat.

Pantauan di lapangan, di sekitar lokasi ada larangan bertuliskan “Hati-hati 100 meter ada longsoran bahu jalan”. Melihat pengumuman itu, pengendara mobil dan truk akhirnya memutar balik. Sejumlah pemuda warga juga berjaga untuk membantu sopir untuk putar balik.

Untuk pengendara sepeda motor bisa memanfaatkan jalan setapak di atas jalan alternatif untuk dilewati. Namun, pengendara harus hati-hati. Sebab jalannya sempit dan licin dengan melewati jalan sekitar rel KAI.

JALAN SETAPAK:  Pengendara sepeda motor melewati jalan setapak di sawah dan pinggir rel KAI agar bisa lewat jalan alternatif Kedungjati-Salatiga, Minggu (20/3). (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Dari pantauan, kondisi jalan longsor semakin parah. Beton penyangga tanggul sepanjang 20 meter amblas. Kondisi itu, diperparah dengan amblasnya jalan selebar delapan meter. Bahu dan marka jalan terseb ut longsor ke sungai Tuntang yang berada di sebelahnya. Jalan longsor itu, sekitar  50 meter.

Ahmad Harinata Putra warga Desa Ngombak menyatakan, jalan ditutup karena longsor karena tidak ada saluran yang mengakibatkan longsor. Kejadian longsor terjadi pada Desember 2021 lalu.

Baca Juga :  Sembilan Kades di Grobogan Adukan Camat Klambu ke Komisi A

“Jalan ini pernah dibangun. Terus longsor lagi dan akhirnya jalan rusak tidak bisa dilewati,” kata Putra salah satu pekerja proyek pembangunan jalan.

Putra mengatakan, pada Januari 2022 terjadi longsor dan jalan rusak lagi. Kemudian jalan bertambah parah lagi. Selanjutnya ada truk lewat terperosok dan terguling disini.

“Penutupan jalan total dilakukan sehari untuk pengurukan. Jika pengerukan selesai akan dibuka kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah wilayah Purwodadi Wimas Radit Sambodo menyatakan, penutupan jalan sementara dilakukan untuk pengurukan dan perataan jalan longsor.

”Apabila dalam pelaksannaannya nanti memang diperlukan tutup arus maka dilakukan. Anggaran penanganan menggunakan dana kerusakan khusus sebesar Rp 487 juta,” terang dia.

Penanganan longsor dilakukan oleh dua alat berat. Satu alat berat untuk menghancurkan jalan cor. Satu alat berat lainya mengambil material dan mengangkutnya di truk. Perataan jalan dilakukan agar kendaraan bisa lewat. Meski demikian, longsoran tanah jalan sudah separo jalan amblas di Sungai Tuntang. (mun/mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/