alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Sirkuit Mandalika Tetap Hujan Meski Ada Pawang dan BRIN, Begini Kata BMKG

LOMBOK – Hujan deras terjadi saat balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sore tadi. Padahal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan modifikasi cuaca di sekitar sirkuit. Selain itu, dikerahkan pula pawang hujan.

Kepala Pusat Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab mengatakan, wilayah Lombok hari ini memang diselimuti oleh awan-awan hujan. Sehingga hujan tak dapat dihindari.

“Kalau ditinjau dari analisis dinamika atmosfer, memang kondisi atmosfer di atas pulau Lombok hari ini banyak terdeteksi adanya awan-awan hujan,” kata Fachri saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (20/3).


Fachri menjelaskan pertumbuhan awan-awan hujan ini disebabkan oleh tingginya suplai uap air yang terbentuk oleh daerah pertemuan angin. Karena banyaknya awan hujan tersebut, membuat hujan tetap turun.

Baca Juga :  Salatiga dan Ambarawa Dilanda Gempa, BMKG Beri Penjelasan

Lebih lanjut, BMKG memprakirakan wilayah Lombok masih akan diguyur hujan. “Untuk 3 hari kedepan di Lombok masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” imbuh Fachri.

Di sisi lain, terkait efektivitas modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BRIN dan stakeholder terkait, BMKG enggan membahasnya.

Kalau terkait efektivitas modifikasi cuaca mungkin bisa ditanyakan langsung ke BRIN selaku pelaksananya,” pungkasnya. (Jawapos.com)

LOMBOK – Hujan deras terjadi saat balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sore tadi. Padahal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan modifikasi cuaca di sekitar sirkuit. Selain itu, dikerahkan pula pawang hujan.

Kepala Pusat Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab mengatakan, wilayah Lombok hari ini memang diselimuti oleh awan-awan hujan. Sehingga hujan tak dapat dihindari.

“Kalau ditinjau dari analisis dinamika atmosfer, memang kondisi atmosfer di atas pulau Lombok hari ini banyak terdeteksi adanya awan-awan hujan,” kata Fachri saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (20/3).

Fachri menjelaskan pertumbuhan awan-awan hujan ini disebabkan oleh tingginya suplai uap air yang terbentuk oleh daerah pertemuan angin. Karena banyaknya awan hujan tersebut, membuat hujan tetap turun.

Baca Juga :  BSU Disalurkan ke 8,8 Juta Pekerja mulai April, DPR: Harus Tepat Sasaran

Lebih lanjut, BMKG memprakirakan wilayah Lombok masih akan diguyur hujan. “Untuk 3 hari kedepan di Lombok masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” imbuh Fachri.

Di sisi lain, terkait efektivitas modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BRIN dan stakeholder terkait, BMKG enggan membahasnya.

Kalau terkait efektivitas modifikasi cuaca mungkin bisa ditanyakan langsung ke BRIN selaku pelaksananya,” pungkasnya. (Jawapos.com)

Most Read

Artikel Terbaru

/