alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Terobosan Gubernur Ganjar Majukan Radio Daerah Se-Indonesia

PASURUAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah terpilih menjadi ketua umum Persatuan Radio TV Publik Daerah se-Indonesia. Gubernur Jateng ini langsung tancap gas memajukan radio daerah.

Hal itu disampaikan usai acara penandatanganan berita acara serah terima jabatan ketua umum Indonesiapersada.id dari ketua lama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ke Ganjar di halaman Gedung Gradika, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

”Sebenarnya kalau dari obrolan dengan Gus Ipul, PR-nya sudah jelas. Kita sudah ketemu pengurus-pengurusnya. Sudah sempat ngobrol dengan daerah. Ada beberapa hal kelembagaannya, SDM-nya, kita bicara konten dan kreasinya termasuk adaptasi dengan kondisi sekarang,” kata Ganjar.


Menurutnya, dukungan pemerintah amat dibutuhkan. Karena radio daerah miliknya pemerintah daerah. Inilah yang mesti dikomunikasikan. Beberapa di antaranya, soal sinyal yang tidak ada sehingga radio daerah tidak bisa siaran.

“Kalau sinyalnya enggak ada, pengurus musti membantu. Itu daerahmu di mana? Kalau tadi obrolannya kita lebih bisa berisi konten dengan para pendengar sekalian, ya kita bisa tahu. Itu enggak lama kok. Tak teleponi saja menterinya, kemudian kita bisa ngobrol. Di situ bagaimana? Blank spot (tak tersentuh sinyal) oke. Bagaimana dengan telepon dan provider-nya,” terang Ganjar solutif.

Masalah ini pernah diujicoba di sebuah sekolah, ketika mereka harus belajar di rumah. Ganjar pun mengomunikasikan ke sejumlah pihak terkait seperti BUMN. Hasilnya, bisa diselesaikan seminggu saja.

Ganjar juga akan memberikan pelatihan dan kerja sama. Karena Indonesiapersada ini fundamennya sudah diletakkan oleh Gus Ipul. Tugasnya kini hanya meneruskan saja.

Termasuk sudah berkomunikasi dengan RRI, TVRI, dan Dewan Pers, agar awak radio daerah juga dibekali kemampuan mumpuni. Misalnya saat ini mendekati event PON di Papua.

“Katakan mau PON nih, daerah-daerah enggak bisa berangkat karena enggak punya identitas. Kita training-lah. Sehingga mereka bisa menjadi profesional. Selebihnya adaptasi teknologi. Kalau enggak bisa, ditinggal pasti,” ujarnya.

Ganjar bersama anggota Indonesiapersada.id telah bicara UU Penyiaran yang baru. Makanya, Indonesiapersada penting untuk meletakkan posisinya. Dalam konteks kepentingannya itu ikut bicara.

“Kalau kita bicara, maka kita musti menyiapkan tim kecil. Kemarin sudah kita omongkan. Ayo dikaji, isinya apa. Kita berakses kepada dewan, berakses pada pemerintah. Bukan tidak mungkin kita datang ke sana. Kebetulan saya dan Gus Ipul juga pernah di sana,” ucap Ganjar optimistis.

Baca Juga :  DPR RI: Aturan Pengeras Suara Sebaiknya Berawal Dari Kesadaran Masyarakat

“Insya Allah teman-teman ada, tinggal dirumuskan pada sisi kepentingannya,” pungkasnya.

Gus Ipul menambahkan, saat ini dengan keterpilihan Ganjar menjadi ketua umum Indonesiapersada.id, merupakan momen konsolidasi radio milik pemerintah daerah. “Mereka punya kendala frekuensi, kendala teknologi, dan internet. Banyak kendala, insya Allah kita bantu,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menyapa sejumlah penyiar atau awak radio daerah pada live talk show serentak Radio Ramapati, di gedung Gradika Kota Pasuruan, Jawa Timur. Siaran itu bisa dinikmati secara serentak melalui akun media sosial Radio Ramapati Pasuruan, serta radio dan televisi publik anggota Indonesiapersada.id. Anggotanya terbentang dari Aceh hingga Papua.

Seperti yang dilakukan oleh penyiar dari salah satu stasiun radio dari Kotabaru, Kalimantan Selatan. “Ibu pejabat atau penyiar,” kata Ganjar kepada penyiar radio tersebut.

Begitu mendengar pertanyaan Ganjar, sang penyiar antusias. Dia tak menyangka bisa berbicara dengan Ganjar yang juga Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah se-Indonesia. “Kami di sini memang harus semua bisa. Bisa nyiar, reporter juga. Salam hormat kami ke Pak Ganjar. Biasanya kami melihat Pak Ganjar dari televisi atau media sosial (medsos),” ucapnya.

Seorang awak radio daerah dari Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara juga turut menyapa Ganjar dalam live talkshow bertajuk Radio Itu Asyik dengan host Ketua Umum Indonesiapersada.id sebelumnya Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

“Radio kami kurang bisa on air. Kerusakannya karena gempa bumi tahun kemarin. Belum kami perbaiki karena ada refocusing untuk Covid-19. Radio kami masih terkendala dengan perbaikan. Jaringan komunikasi masih sangat sering terjadi gangguan. Bupatinya mendukung,” kata penyiar dari Radio Halmahera Utara itu.

Ganjar mengatakan, masalah yang muncul dari radio daerah memang tak sedikit. Makanya, awak radio hendaknya bisa memanfaatkan grup percakapan aplikasi whatsapp untuk menyampaikan kendalanya.

Dalam talkshow itu, Ganjar ditemani sejumlah narasumber seperti Pelaksana tugas Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Bupati Magetan Suprawoto, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, dan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. (akr/ida/lin)

PASURUAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah terpilih menjadi ketua umum Persatuan Radio TV Publik Daerah se-Indonesia. Gubernur Jateng ini langsung tancap gas memajukan radio daerah.

Hal itu disampaikan usai acara penandatanganan berita acara serah terima jabatan ketua umum Indonesiapersada.id dari ketua lama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ke Ganjar di halaman Gedung Gradika, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

”Sebenarnya kalau dari obrolan dengan Gus Ipul, PR-nya sudah jelas. Kita sudah ketemu pengurus-pengurusnya. Sudah sempat ngobrol dengan daerah. Ada beberapa hal kelembagaannya, SDM-nya, kita bicara konten dan kreasinya termasuk adaptasi dengan kondisi sekarang,” kata Ganjar.

Menurutnya, dukungan pemerintah amat dibutuhkan. Karena radio daerah miliknya pemerintah daerah. Inilah yang mesti dikomunikasikan. Beberapa di antaranya, soal sinyal yang tidak ada sehingga radio daerah tidak bisa siaran.

“Kalau sinyalnya enggak ada, pengurus musti membantu. Itu daerahmu di mana? Kalau tadi obrolannya kita lebih bisa berisi konten dengan para pendengar sekalian, ya kita bisa tahu. Itu enggak lama kok. Tak teleponi saja menterinya, kemudian kita bisa ngobrol. Di situ bagaimana? Blank spot (tak tersentuh sinyal) oke. Bagaimana dengan telepon dan provider-nya,” terang Ganjar solutif.

Masalah ini pernah diujicoba di sebuah sekolah, ketika mereka harus belajar di rumah. Ganjar pun mengomunikasikan ke sejumlah pihak terkait seperti BUMN. Hasilnya, bisa diselesaikan seminggu saja.

Ganjar juga akan memberikan pelatihan dan kerja sama. Karena Indonesiapersada ini fundamennya sudah diletakkan oleh Gus Ipul. Tugasnya kini hanya meneruskan saja.

Termasuk sudah berkomunikasi dengan RRI, TVRI, dan Dewan Pers, agar awak radio daerah juga dibekali kemampuan mumpuni. Misalnya saat ini mendekati event PON di Papua.

“Katakan mau PON nih, daerah-daerah enggak bisa berangkat karena enggak punya identitas. Kita training-lah. Sehingga mereka bisa menjadi profesional. Selebihnya adaptasi teknologi. Kalau enggak bisa, ditinggal pasti,” ujarnya.

Ganjar bersama anggota Indonesiapersada.id telah bicara UU Penyiaran yang baru. Makanya, Indonesiapersada penting untuk meletakkan posisinya. Dalam konteks kepentingannya itu ikut bicara.

“Kalau kita bicara, maka kita musti menyiapkan tim kecil. Kemarin sudah kita omongkan. Ayo dikaji, isinya apa. Kita berakses kepada dewan, berakses pada pemerintah. Bukan tidak mungkin kita datang ke sana. Kebetulan saya dan Gus Ipul juga pernah di sana,” ucap Ganjar optimistis.

Baca Juga :  Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai Business Person of the Year

“Insya Allah teman-teman ada, tinggal dirumuskan pada sisi kepentingannya,” pungkasnya.

Gus Ipul menambahkan, saat ini dengan keterpilihan Ganjar menjadi ketua umum Indonesiapersada.id, merupakan momen konsolidasi radio milik pemerintah daerah. “Mereka punya kendala frekuensi, kendala teknologi, dan internet. Banyak kendala, insya Allah kita bantu,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menyapa sejumlah penyiar atau awak radio daerah pada live talk show serentak Radio Ramapati, di gedung Gradika Kota Pasuruan, Jawa Timur. Siaran itu bisa dinikmati secara serentak melalui akun media sosial Radio Ramapati Pasuruan, serta radio dan televisi publik anggota Indonesiapersada.id. Anggotanya terbentang dari Aceh hingga Papua.

Seperti yang dilakukan oleh penyiar dari salah satu stasiun radio dari Kotabaru, Kalimantan Selatan. “Ibu pejabat atau penyiar,” kata Ganjar kepada penyiar radio tersebut.

Begitu mendengar pertanyaan Ganjar, sang penyiar antusias. Dia tak menyangka bisa berbicara dengan Ganjar yang juga Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah se-Indonesia. “Kami di sini memang harus semua bisa. Bisa nyiar, reporter juga. Salam hormat kami ke Pak Ganjar. Biasanya kami melihat Pak Ganjar dari televisi atau media sosial (medsos),” ucapnya.

Seorang awak radio daerah dari Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara juga turut menyapa Ganjar dalam live talkshow bertajuk Radio Itu Asyik dengan host Ketua Umum Indonesiapersada.id sebelumnya Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

“Radio kami kurang bisa on air. Kerusakannya karena gempa bumi tahun kemarin. Belum kami perbaiki karena ada refocusing untuk Covid-19. Radio kami masih terkendala dengan perbaikan. Jaringan komunikasi masih sangat sering terjadi gangguan. Bupatinya mendukung,” kata penyiar dari Radio Halmahera Utara itu.

Ganjar mengatakan, masalah yang muncul dari radio daerah memang tak sedikit. Makanya, awak radio hendaknya bisa memanfaatkan grup percakapan aplikasi whatsapp untuk menyampaikan kendalanya.

Dalam talkshow itu, Ganjar ditemani sejumlah narasumber seperti Pelaksana tugas Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Bupati Magetan Suprawoto, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, dan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. (akr/ida/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/