alexametrics
26.5 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Beri Penghargaan KUR, Airlangga Sebut Empat Poin untuk Pengembangan UMKM

JAKARTA – Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada 2021 berasal dari aktivitas ekonomi UMKM. Di masa pandemi Covid-19 ini, pemulihan UMKM menjadi salah satu program utama pemerintah.

Diwujudkan melalui dukungan kebijakan terhadap UMKM dan korporasi dengan anggaran mencapai Rp 162,40 triliun dari total anggaran dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 744,77 triliun.

“Berbagai kebijakan pemerintah untuk memulihkan UMKM antara lain Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) dan tambahan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 3 persen,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara KUR Award 2021 di Jakarta, Selasa (18/1).


Dengan suku bunga KUR 3 persen, pertumbuhan KUR pada 2021 meningkat pesat hingga 41,9 persen. Realisasinya mencapai Rp 281,86 triliun atau sekitar 98,9 persen dari perubahan target 2021 sebesar Rp 285 triliun. Dari penyaluran itu, non performing loan (NPL)  relatif rendah sebesar 0,98 persen.

Peningkatan yang terjadi tidak hanya pada nominal penyaluran KUR. Namun juga pada jumlah UMKM penerima KUR yang meningkat dari sebesar 6,1 juta debitur pada 2020 menjadi 7,4 juta debitur di 2021.

“Tahun 2022 ini, pemerintah kembali meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 373,17 triliun dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3 persen. Suku bunga KUR 3 persen berlanjut hingga akhir Juni 2022,” ujar Menko Airlangga.

Pencapaian yang positif pada program KUR ini tidak terlepas dari kerja sama yang kuat di antara para pihak yang telah mendukung KUR. Yakni 14 menteri dan kepala lembaga teknis anggota Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, seluruh kepala daerah, penyalur dan penjamin KUR.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan beberapa hal untuk pengembangan UMKM di masa akan datang. Pertama, kepada lembaga penyalur agar memberikan kemudahan dan memperluas akses pembiayaan kepada UMKM sesuai dengan Peraturan Menko Perekonomian (Permenko) terkait KUR.

Baca Juga :  Doni Salmanan, Tersangka Penipuan Investasi Bodong Minta Dihukum Ringan

Kedua, Airlangga meminta pemerintah daerah mengunggah data UMKM yang potensial pada Sistem Informasi Kredit Program. Ketiga, kementerian/lembaga diharapkan dapat membuat petunjuk teknis pemberian KUR di sektornya masing-masing yang sejalan dengan Permenko tersebut.

Keempat, agar setiap kementerian/lembaga dan pemda membuat program korporatisasi UMKM. Antara lain melalui program one village one product dengan pola pengelolaan secara cluster yang basis pembiayaannya menggunakan KUR khusus.

Di sisi lain, Menko Airlangga juga memberikan selamat kepada para pemenang penyalur KUR, penjamin KUR, pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Kementerian Keuangan pendukung Program KUR.

Diharapkan melalui pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan kinerja dan capaian program KUR. Sehingga UMKM dapat lebih maju lagi dan berdaya saing tinggi.

Penghargaan yang diserahkan dalam KUR Award 2021 antara lain Penyalur KUR terbaik, Penjamin KUR terbaik, Pemerintah Daerah terbaik, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan terbaik dalam rangka mendukung program KUR tahun 2021.

Untuk kategori Penyalur KUR Terbaik dari bank umum diraih oleh Bank Rakyat Indonesia, dari bank daerah diraih BPD Bali, dan dari lembaga keuangan non bank diraih oleh Koperasi Guna Prima Dana.

Untuk kategori Penjamin Kredit terbaik diraih oleh Jaminan Kredit Indonesia. Sementara itu, provinsi dengan KUR terbaik diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kabupaten/kota di wilayah Pulau Jawa dengan KUR terbaik diraih Pemerintah Kabupaten Pacitan. Kemudian, kabupaten/kota di luar wilayah Pulau Jawa dengan KUR terbaik diraih Pemerintah Kabupaten Mesuji. (map/fsr)

JAKARTA – Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi pada 2021 berasal dari aktivitas ekonomi UMKM. Di masa pandemi Covid-19 ini, pemulihan UMKM menjadi salah satu program utama pemerintah.

Diwujudkan melalui dukungan kebijakan terhadap UMKM dan korporasi dengan anggaran mencapai Rp 162,40 triliun dari total anggaran dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 744,77 triliun.

“Berbagai kebijakan pemerintah untuk memulihkan UMKM antara lain Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) dan tambahan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 3 persen,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara KUR Award 2021 di Jakarta, Selasa (18/1).

Dengan suku bunga KUR 3 persen, pertumbuhan KUR pada 2021 meningkat pesat hingga 41,9 persen. Realisasinya mencapai Rp 281,86 triliun atau sekitar 98,9 persen dari perubahan target 2021 sebesar Rp 285 triliun. Dari penyaluran itu, non performing loan (NPL)  relatif rendah sebesar 0,98 persen.

Peningkatan yang terjadi tidak hanya pada nominal penyaluran KUR. Namun juga pada jumlah UMKM penerima KUR yang meningkat dari sebesar 6,1 juta debitur pada 2020 menjadi 7,4 juta debitur di 2021.

“Tahun 2022 ini, pemerintah kembali meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 373,17 triliun dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3 persen. Suku bunga KUR 3 persen berlanjut hingga akhir Juni 2022,” ujar Menko Airlangga.

Pencapaian yang positif pada program KUR ini tidak terlepas dari kerja sama yang kuat di antara para pihak yang telah mendukung KUR. Yakni 14 menteri dan kepala lembaga teknis anggota Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, seluruh kepala daerah, penyalur dan penjamin KUR.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan beberapa hal untuk pengembangan UMKM di masa akan datang. Pertama, kepada lembaga penyalur agar memberikan kemudahan dan memperluas akses pembiayaan kepada UMKM sesuai dengan Peraturan Menko Perekonomian (Permenko) terkait KUR.

Baca Juga :  PPKM Level 3, Airlangga: Nataru Berpotensi Terjadi Lonjakan Covid-19

Kedua, Airlangga meminta pemerintah daerah mengunggah data UMKM yang potensial pada Sistem Informasi Kredit Program. Ketiga, kementerian/lembaga diharapkan dapat membuat petunjuk teknis pemberian KUR di sektornya masing-masing yang sejalan dengan Permenko tersebut.

Keempat, agar setiap kementerian/lembaga dan pemda membuat program korporatisasi UMKM. Antara lain melalui program one village one product dengan pola pengelolaan secara cluster yang basis pembiayaannya menggunakan KUR khusus.

Di sisi lain, Menko Airlangga juga memberikan selamat kepada para pemenang penyalur KUR, penjamin KUR, pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Kementerian Keuangan pendukung Program KUR.

Diharapkan melalui pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan kinerja dan capaian program KUR. Sehingga UMKM dapat lebih maju lagi dan berdaya saing tinggi.

Penghargaan yang diserahkan dalam KUR Award 2021 antara lain Penyalur KUR terbaik, Penjamin KUR terbaik, Pemerintah Daerah terbaik, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan terbaik dalam rangka mendukung program KUR tahun 2021.

Untuk kategori Penyalur KUR Terbaik dari bank umum diraih oleh Bank Rakyat Indonesia, dari bank daerah diraih BPD Bali, dan dari lembaga keuangan non bank diraih oleh Koperasi Guna Prima Dana.

Untuk kategori Penjamin Kredit terbaik diraih oleh Jaminan Kredit Indonesia. Sementara itu, provinsi dengan KUR terbaik diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kabupaten/kota di wilayah Pulau Jawa dengan KUR terbaik diraih Pemerintah Kabupaten Pacitan. Kemudian, kabupaten/kota di luar wilayah Pulau Jawa dengan KUR terbaik diraih Pemerintah Kabupaten Mesuji. (map/fsr)

Most Read

Artikel Terbaru

/