alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Tujuh Daerah di Jateng Diminta Tingkatkan Vaksinasi Dua Kali Lipat

SEMARANG – Ada tujuh daerah di Jawa Tengah yang capaian vaksinnya masih di bawah 50 persen hingga pada awal pekan ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, ketujuhnya yakni Banjarnegara (40,54%), Tegal (44,09%), Purbalingga (44,56%), Pemalang (46,79%), Wonosobo (47,20%), Jepara (47,21%) dan Batang (48,84%).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkapkan, pihak pemerintah daerah kabupaten/kota yang termasuk dalam data tersebut pun diminta menaikkan vaksinasi dua kali lipat.

“Harus ada akselerasi untuk menaikkan dua kali lipat. Kalau misalnya kemarin bisa 10.000 (orang) harus sehari jadi 20.000 (orang). Kalau tidak seperti itu tidak selesai akhir tahun,” ujarnya seusai rakor percepatan penanganan Covid-19, di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (8/11/2021).


Untuk diketahui, hingga awal pekan ini, capaian vaksin di Jawa Tengah sudah 18.079.005 orang atau sekitar 62,9 persen. Pihaknya optimistis dapat menyelesaikan target vaksinasi akhir tahun.

“Saya kira ini sudah bagus, optimis akhir tahun bisa 100 persen, dengan catatan yang di bawah 50 persen ada percepatan-percepatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Upaya Genjot Vaksinasi di Rembang, Habis Suntik Langsung Dapat Hadiah

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, selain percepatan vaksinasi, semua kepala daerah juga diminta untuk mengecek masa kedaluwarsa vaksin. Ganjar mewanti-wanti tidak boleh lagi terjadi ada vaksin yang kedaluwarsa di Jawa Tengah.

“Untuk Astrazeneca kita ingatkan ke daerah-daerah yang dapat alokasi banyak seperti Kabupaten Magelang. Awas expired, jangan sampai terjadi persoalan seperti minggu lalu. Nanti mubazir,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ganjar menyebut, jika memang ada daerah yang mendapat vaksin banyak dan kedaluwarsanya sudah dekat, mereka harus mengitung apakah mampu menyelesaikan. Kalau tidak, ia meminta segera angkat tangan, sehingga jatah vaksinnya akan digeser ke daerah lain yang lebih membutuhkan.

“Tapi kita minta izin agar alokasinya tidak ditetapkan pemerintah pusat. Biarkan kami saja dari Pemprov yang mengalokasikan, karena kami tahu persis daerah mana yang butuh percepatan,” tandasnya.

SEMARANG – Ada tujuh daerah di Jawa Tengah yang capaian vaksinnya masih di bawah 50 persen hingga pada awal pekan ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, ketujuhnya yakni Banjarnegara (40,54%), Tegal (44,09%), Purbalingga (44,56%), Pemalang (46,79%), Wonosobo (47,20%), Jepara (47,21%) dan Batang (48,84%).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkapkan, pihak pemerintah daerah kabupaten/kota yang termasuk dalam data tersebut pun diminta menaikkan vaksinasi dua kali lipat.

“Harus ada akselerasi untuk menaikkan dua kali lipat. Kalau misalnya kemarin bisa 10.000 (orang) harus sehari jadi 20.000 (orang). Kalau tidak seperti itu tidak selesai akhir tahun,” ujarnya seusai rakor percepatan penanganan Covid-19, di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (8/11/2021).

Untuk diketahui, hingga awal pekan ini, capaian vaksin di Jawa Tengah sudah 18.079.005 orang atau sekitar 62,9 persen. Pihaknya optimistis dapat menyelesaikan target vaksinasi akhir tahun.

“Saya kira ini sudah bagus, optimis akhir tahun bisa 100 persen, dengan catatan yang di bawah 50 persen ada percepatan-percepatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi dan Sapa Warga, Airlangga Diminta Jadi Presiden

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, selain percepatan vaksinasi, semua kepala daerah juga diminta untuk mengecek masa kedaluwarsa vaksin. Ganjar mewanti-wanti tidak boleh lagi terjadi ada vaksin yang kedaluwarsa di Jawa Tengah.

“Untuk Astrazeneca kita ingatkan ke daerah-daerah yang dapat alokasi banyak seperti Kabupaten Magelang. Awas expired, jangan sampai terjadi persoalan seperti minggu lalu. Nanti mubazir,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ganjar menyebut, jika memang ada daerah yang mendapat vaksin banyak dan kedaluwarsanya sudah dekat, mereka harus mengitung apakah mampu menyelesaikan. Kalau tidak, ia meminta segera angkat tangan, sehingga jatah vaksinnya akan digeser ke daerah lain yang lebih membutuhkan.

“Tapi kita minta izin agar alokasinya tidak ditetapkan pemerintah pusat. Biarkan kami saja dari Pemprov yang mengalokasikan, karena kami tahu persis daerah mana yang butuh percepatan,” tandasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/