alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Harga Beras Bakal Naik hingga Februari 2022, Ini Penyebabnya

JAKARTA – Harga komoditas beras diperkirakan akan naik hingga Februari 2022. Tingginya harga ini disebabkan sejumlah faktor, mulai dari hasil panen yang rendah pada akhir tahun lalu hingga bencana perubahan iklim.

mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan harga beras naik mulai dari hasil panen yang rendah pada akhir tahun lalu hingga bencana perubahan iklim.

“Diperkirakan terjadi bencana hidrometeorologi pada awal 2022, sehingga estimasi harga beras meningkat mulai dari Desember 2021 hingga Februari 2022,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/1).


Selain itu, meningkatnya harga beras juga disebabkan beberapa program pemerintah yang didistribusikan pada akhir 2021 membuat tingginya peredaran uang di masyarakat.

“Tingginya peredaran uang di masyarakat dan tingginya permintaan beras yang mendorong tingginya harga beras,” ucapnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, PDIP Jepara Salurkan 42 Ton Beras

Meski demikian, Buwas memastikan, persediaan beras untuk awal tahun ini aman. Saat ini, stok persediaan beras sebanyak 1.002.771 ton, terdiri dari stok cadangan beras pemerintah (CBP) 997,157 ton dan stok komersial 5.614. Dengan stok tersebut, stabilitas harga akan terjaga.

“Kami memastikan stok lebih dari cukup untuk stabilitas pasokan dan harga hingga awal 2022,” ujar Buwas. (JPG/ria)

JAKARTA – Harga komoditas beras diperkirakan akan naik hingga Februari 2022. Tingginya harga ini disebabkan sejumlah faktor, mulai dari hasil panen yang rendah pada akhir tahun lalu hingga bencana perubahan iklim.

mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan harga beras naik mulai dari hasil panen yang rendah pada akhir tahun lalu hingga bencana perubahan iklim.

“Diperkirakan terjadi bencana hidrometeorologi pada awal 2022, sehingga estimasi harga beras meningkat mulai dari Desember 2021 hingga Februari 2022,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/1).

Selain itu, meningkatnya harga beras juga disebabkan beberapa program pemerintah yang didistribusikan pada akhir 2021 membuat tingginya peredaran uang di masyarakat.

“Tingginya peredaran uang di masyarakat dan tingginya permintaan beras yang mendorong tingginya harga beras,” ucapnya.

Baca Juga :  World Bank Dukung Program Kemenko Perekonomian dalam Pemulihan Ekonomi RI

Meski demikian, Buwas memastikan, persediaan beras untuk awal tahun ini aman. Saat ini, stok persediaan beras sebanyak 1.002.771 ton, terdiri dari stok cadangan beras pemerintah (CBP) 997,157 ton dan stok komersial 5.614. Dengan stok tersebut, stabilitas harga akan terjaga.

“Kami memastikan stok lebih dari cukup untuk stabilitas pasokan dan harga hingga awal 2022,” ujar Buwas. (JPG/ria)

Most Read

Artikel Terbaru

/