alexametrics
31.5 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

Tegur Gubernur hingga Bupati, Sri Mulyani Geram Anggaran Pemda Habis hanya untuk Gaji PNS

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegur kepala daerah mulai dari gubernur hingga bupati. Hal ini terkait anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dihabiskan paling besar untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga : Bawa Kabur Mobil Janda Asal Rembang, Brimob Gadungan ini Diamankan Polres Kudus

Padahal menurutnya, yang terpenting dalam pertumbuhan ekonomi adalah belanja modal. Mengingat, belanja modal diperlukan untuk pembangunan infrastruktur dasar terutama di daerah-daerah.


“Belanja pegawai naik terus, belanja barang melonjak tinggi, tetapi belanja modal relatif stagnan bahkan menurun,” ujarnya dalam Rakornas Kemendagri, Kamis (16/6).

Ia menuturkan, selama ini setiap pemerintah pusat mengirimkan anggaran ke daerah, paling cepat digunakan untuk membayar gaji. Sementara, program lain yang lebih penting justru dikesampingkan.

“Bapak ibu sekalian lihat begitu menerima transfer dari pusat langsung gampang bayar gaji aja,” sindirnya.

Baca Juga :  Pejabat Kemendag Ini Jadi Tersangka Korupsi Minyak Goreng, Begini Kasusnya

Selama ini pemerintah berharap belanja yang diberikan bisa digunakan untuk hal yang bernilai tambah dan berguna bagi masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan di daerah.

“Kenapa belanja modalnya kurang? Padahal rakyat masih membutuhkan infrastruktur dasar. Masih ada kemiskinan, Masih ada daerah yang belum punya MCK memadai, kenapa nggak dipakai untuk itu? Dan tentu dalam hal ini serapan belanja di daerah masih menghadapi kendala,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, ia menekankan agar pemda bisa kembali memikirkan komposisi belanjanya. Agar nantinya, belanja modal bisa ditingkatkan.

“Kalau bapak ibu (kepala daerah) lihat belanja modal mengecil, kita enggak akan bisa mengejar ketertinggalan. Artinya bapak ibu harus menjaga komposisi belanja ini,” pungkasnya. (CNN/khim)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegur kepala daerah mulai dari gubernur hingga bupati. Hal ini terkait anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dihabiskan paling besar untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga : Bawa Kabur Mobil Janda Asal Rembang, Brimob Gadungan ini Diamankan Polres Kudus

Padahal menurutnya, yang terpenting dalam pertumbuhan ekonomi adalah belanja modal. Mengingat, belanja modal diperlukan untuk pembangunan infrastruktur dasar terutama di daerah-daerah.

“Belanja pegawai naik terus, belanja barang melonjak tinggi, tetapi belanja modal relatif stagnan bahkan menurun,” ujarnya dalam Rakornas Kemendagri, Kamis (16/6).

Ia menuturkan, selama ini setiap pemerintah pusat mengirimkan anggaran ke daerah, paling cepat digunakan untuk membayar gaji. Sementara, program lain yang lebih penting justru dikesampingkan.

“Bapak ibu sekalian lihat begitu menerima transfer dari pusat langsung gampang bayar gaji aja,” sindirnya.

Baca Juga :  Seorang Anggota TNI AD Alami Pengroyokan, Ditusuk hingga Dibacok

Selama ini pemerintah berharap belanja yang diberikan bisa digunakan untuk hal yang bernilai tambah dan berguna bagi masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan di daerah.

“Kenapa belanja modalnya kurang? Padahal rakyat masih membutuhkan infrastruktur dasar. Masih ada kemiskinan, Masih ada daerah yang belum punya MCK memadai, kenapa nggak dipakai untuk itu? Dan tentu dalam hal ini serapan belanja di daerah masih menghadapi kendala,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, ia menekankan agar pemda bisa kembali memikirkan komposisi belanjanya. Agar nantinya, belanja modal bisa ditingkatkan.

“Kalau bapak ibu (kepala daerah) lihat belanja modal mengecil, kita enggak akan bisa mengejar ketertinggalan. Artinya bapak ibu harus menjaga komposisi belanja ini,” pungkasnya. (CNN/khim)


Most Read

Artikel Terbaru

/