alexametrics
22.4 C
Kudus
Thursday, August 18, 2022

Peserta Lulus 100 Persen, UKW Jawa Pos-PWI Jatim-Dewan Pers Pecahkan Rekor

SURABAYA – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan 42 yang digelar Jawa Pos Radar (JPR) berkolaborasi dengan PWI Jatim dan Dewan Pers resmi ditutup di Graha Pena Surabaya, Kamis (16/5). Hasilnya, seluruh peserta 100 persen dinyatakan lulus atau kompeten dalam UKW yang digelar selama empat hari mulai 13-16 Juni tersebut.

“Ini adalah rekor bagi penyelenggaran UKW yang digelar PWI Jatim, dimana 100 persen peserta dinyatakan lulus alias kompeten,” tegas Koordinator Dewan Penguji dari PWI Jatim, Djoko Tetuko.

Menurut wartawan senior ini, selama ini penyelenggaraan UKW oleh PWI Jatim belum pernah mencatat tingkat kompetensi/kelulusan sempurna atau 100 persen. Biasanya ada saja peserta yang tidak kompeten karena masalah kemampuan atau tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu.


Direktur Utama JPR Leak Kustiya menyambut baik penyelenggaraan UKW yang didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban (SIG) ini.

Menurut Leak, kompetensi wartawan harus dipenuhi dan terus ditingkatkan agar mampu meng-handle media di masing-masing daerah dengan baik

“Dengan acara ini maka Jawa Pos akan kaya dengan generasi-generasi baru yang memiliki kompetensi memadai untuk menjaga keberlangsungan hidup Jawa Pos itu sendiri,” katanya.

Leak mengakui bahwa Jawa Pos yang kini sedang mengembangkan konvergensi media membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Kalau lulus seratus persen begini, manajemen pasti juga tenang. Karena, memiliki resources yang kompeten melalui sistem seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan seperti UKW ini,” paparnya.

Baca Juga :  Genap Berusia 20 Tahun, Jawa Pos Radar Kudus Tetapkan Tagline Baru "Set…Set…Wes"
DITE SURENDRA/JAWA POS

Hal ini diamini oleh Sasongko Tedjo selaku penguji senior dari PWI Pusat. Menurut penguji kelas utama ini, media seperti Jawa Pos patut dibanggakan. Sebab, manajemen yang peduli dengan kompetensi wartawannya pasti akan menegakkan cara-cara profesional dalam pengelolaan media.

“Sinergi media diperlukan karena konten sekarang juga mahal. Di sini konvergensi media dibutuhkan. Dan, Jawa Pos bisa dibanggakan karena dinamikanya masuk yang terbaik, editorial system dan SDM juga terjaga,” jelas mantan pemred Suara Merdeka dan juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

UKW Jawa Pos bekerja sama dengan PWI Jatim, Dewan Pers dan SIG ini diikuti oleh 51 peserta. Mereka dibagi dalam kelas utama (2 kelas), kelas madya (1 kelas) dan kelas muda (6 kelas) dengan tim penguji dari PWI Jatim.

Peserta berasal dari grup Jawa Pos mulai cetak, online dan televisi. Selain Jawa Pos, peserta juga datang dari berbagai radar dan anak perusahaan. Antara lain dari Radar Surabaya, Tuban, Madura, Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Jember, Bromo, Tulungagung, Solo, Kudus dan JTV.

Vita Cahyaningrum, salah satu peserta dari JTV mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari UKW untuk mengembangkan profesionalismenya sebagai jurnalis. “Era ke depan adalah milik wartawan yang kompeten dan profesional, bisa mempertanggungjawabkan berita yang disampaikannya ke khalayak,” kata peserta kelas utama yang juga jurnalis senior di JTV ini. (jay)

SURABAYA – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan 42 yang digelar Jawa Pos Radar (JPR) berkolaborasi dengan PWI Jatim dan Dewan Pers resmi ditutup di Graha Pena Surabaya, Kamis (16/5). Hasilnya, seluruh peserta 100 persen dinyatakan lulus atau kompeten dalam UKW yang digelar selama empat hari mulai 13-16 Juni tersebut.

“Ini adalah rekor bagi penyelenggaran UKW yang digelar PWI Jatim, dimana 100 persen peserta dinyatakan lulus alias kompeten,” tegas Koordinator Dewan Penguji dari PWI Jatim, Djoko Tetuko.

Menurut wartawan senior ini, selama ini penyelenggaraan UKW oleh PWI Jatim belum pernah mencatat tingkat kompetensi/kelulusan sempurna atau 100 persen. Biasanya ada saja peserta yang tidak kompeten karena masalah kemampuan atau tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu.

Direktur Utama JPR Leak Kustiya menyambut baik penyelenggaraan UKW yang didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban (SIG) ini.

Menurut Leak, kompetensi wartawan harus dipenuhi dan terus ditingkatkan agar mampu meng-handle media di masing-masing daerah dengan baik

“Dengan acara ini maka Jawa Pos akan kaya dengan generasi-generasi baru yang memiliki kompetensi memadai untuk menjaga keberlangsungan hidup Jawa Pos itu sendiri,” katanya.

Leak mengakui bahwa Jawa Pos yang kini sedang mengembangkan konvergensi media membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Kalau lulus seratus persen begini, manajemen pasti juga tenang. Karena, memiliki resources yang kompeten melalui sistem seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan seperti UKW ini,” paparnya.

Baca Juga :  Tegakkan Kehormatan Profesi Wartawan, Jawa Pos Gandeng PWI Jatim dan Dewan Pers Gelar UKW
DITE SURENDRA/JAWA POS

Hal ini diamini oleh Sasongko Tedjo selaku penguji senior dari PWI Pusat. Menurut penguji kelas utama ini, media seperti Jawa Pos patut dibanggakan. Sebab, manajemen yang peduli dengan kompetensi wartawannya pasti akan menegakkan cara-cara profesional dalam pengelolaan media.

“Sinergi media diperlukan karena konten sekarang juga mahal. Di sini konvergensi media dibutuhkan. Dan, Jawa Pos bisa dibanggakan karena dinamikanya masuk yang terbaik, editorial system dan SDM juga terjaga,” jelas mantan pemred Suara Merdeka dan juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

UKW Jawa Pos bekerja sama dengan PWI Jatim, Dewan Pers dan SIG ini diikuti oleh 51 peserta. Mereka dibagi dalam kelas utama (2 kelas), kelas madya (1 kelas) dan kelas muda (6 kelas) dengan tim penguji dari PWI Jatim.

Peserta berasal dari grup Jawa Pos mulai cetak, online dan televisi. Selain Jawa Pos, peserta juga datang dari berbagai radar dan anak perusahaan. Antara lain dari Radar Surabaya, Tuban, Madura, Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Jember, Bromo, Tulungagung, Solo, Kudus dan JTV.

Vita Cahyaningrum, salah satu peserta dari JTV mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari UKW untuk mengembangkan profesionalismenya sebagai jurnalis. “Era ke depan adalah milik wartawan yang kompeten dan profesional, bisa mempertanggungjawabkan berita yang disampaikannya ke khalayak,” kata peserta kelas utama yang juga jurnalis senior di JTV ini. (jay)


Most Read

Artikel Terbaru

/