alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Ganjar Instruksikan Semua Rumah Sakit di Jateng Siapkan Skenario Delta

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di Jawa Tengah siaga dengan lonjakan kasus Covid-19, termasuk varian Omicron. Semua daerah tak boleh lengah dan tetap harus siap dengan skenario seperti saat menghadapi gelombang varian Delta tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, Ganjar terus meninjau dan memastikan penanganan pasien Covid-19 di Jateng.  Di antaranya di tempat isolasi terpusat di rumah dinas wali kota Semarang dan RSUD Tugurejo Semarang.

“Dari hasil pengecekan saya, tempat tidur Rumah Sakit Tugurejo sudah lumayan terisi, ada 59 persen. Tapi saya lihat semuanya sudah siap, termasuk penambahan seandainya nanti terjadi peningkatan. Maka kita semua harus siaga dan siap dengan skenario seperti saat Delta dulu,” papar Ganjar, Rabu (16/2).


Secara keseluruhan, tingkat keterisian kamar rumah sakit di Jateng masih aman. Sampai saat ini, BOR di Jateng baru sekitar 30 persen.

“Tapi BOR hari ini beda dengan dulu lho, kalau dulu kan sudah ada penambahan. Kalau sekarang dikembalikan ke umum lagi dan BOR-nya masih 30 persen. Tapi itu sudah harus diantisipasi. Karena kalau sudah pada angka 50 persen, maka kita harus siap-siap menggeser perawatan umum untuk cadangan pasien Covid,” jelas Ganjar.

Baca Juga :  Mbak Rerie: Segera Tuntaskan Target Vaksinasi Covid-19 Kelompok Rentan

Lebih lanjut ditegaskan Ganjar, kesiapsiagaan itu tak hanya untuk rumah sakit. Seluruh bupati/wali kota diminta untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat di masing-masing daerah. Pihaknya juga akan kembali menggunakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) dan Asrama Haji Donohudan sebagai tempat isolasi terpusat.

“Beberapa rumah sakit darurat juga akan kita on– kan lagi, termasuk isolasi terpusat. Kabupaten/kota mereka juga punya sendiri-sendiri tempat isolasi terpusat, jadi semua saya minta dihidupkan lagi. Insyaallah kita siap,” tegasnya.

Kemudian, program Jogo Tonggo juga harus kembali dijalankan. Program itu penting agar edukasi masif bisa dilakukan pada masyarakat.

“Saya sudah beri pengarahan, sekarang semua kegiatan harus mengikuti ketentuan sesuai level yang ditentukan pemerintah pusat,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, BOR di Jateng masih cukup aman, karena tingkat keterisian baru 30 persen. Namun, untuk ketersediaan ICU harus menjadi perhatian. Sebab, di beberapa daerah BOR ICU sudah cukup tinggi.

“Misalnya di Solo ICU sudah 40 persen, kalau di Tugurejo ini dan rumah sakit lain belum mencapai itu. Total BOR ICU di Jateng sekitar 50 persen dari total ketersediaan sekitar 300 lebih kamar,” terang Yunita. (RADAR SOLO)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh rumah sakit di Jawa Tengah siaga dengan lonjakan kasus Covid-19, termasuk varian Omicron. Semua daerah tak boleh lengah dan tetap harus siap dengan skenario seperti saat menghadapi gelombang varian Delta tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, Ganjar terus meninjau dan memastikan penanganan pasien Covid-19 di Jateng.  Di antaranya di tempat isolasi terpusat di rumah dinas wali kota Semarang dan RSUD Tugurejo Semarang.

“Dari hasil pengecekan saya, tempat tidur Rumah Sakit Tugurejo sudah lumayan terisi, ada 59 persen. Tapi saya lihat semuanya sudah siap, termasuk penambahan seandainya nanti terjadi peningkatan. Maka kita semua harus siaga dan siap dengan skenario seperti saat Delta dulu,” papar Ganjar, Rabu (16/2).

Secara keseluruhan, tingkat keterisian kamar rumah sakit di Jateng masih aman. Sampai saat ini, BOR di Jateng baru sekitar 30 persen.

“Tapi BOR hari ini beda dengan dulu lho, kalau dulu kan sudah ada penambahan. Kalau sekarang dikembalikan ke umum lagi dan BOR-nya masih 30 persen. Tapi itu sudah harus diantisipasi. Karena kalau sudah pada angka 50 persen, maka kita harus siap-siap menggeser perawatan umum untuk cadangan pasien Covid,” jelas Ganjar.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun di Ungaran Semarang, Sopir Truk Terjepit Kendaraan

Lebih lanjut ditegaskan Ganjar, kesiapsiagaan itu tak hanya untuk rumah sakit. Seluruh bupati/wali kota diminta untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat di masing-masing daerah. Pihaknya juga akan kembali menggunakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) dan Asrama Haji Donohudan sebagai tempat isolasi terpusat.

“Beberapa rumah sakit darurat juga akan kita on– kan lagi, termasuk isolasi terpusat. Kabupaten/kota mereka juga punya sendiri-sendiri tempat isolasi terpusat, jadi semua saya minta dihidupkan lagi. Insyaallah kita siap,” tegasnya.

Kemudian, program Jogo Tonggo juga harus kembali dijalankan. Program itu penting agar edukasi masif bisa dilakukan pada masyarakat.

“Saya sudah beri pengarahan, sekarang semua kegiatan harus mengikuti ketentuan sesuai level yang ditentukan pemerintah pusat,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, BOR di Jateng masih cukup aman, karena tingkat keterisian baru 30 persen. Namun, untuk ketersediaan ICU harus menjadi perhatian. Sebab, di beberapa daerah BOR ICU sudah cukup tinggi.

“Misalnya di Solo ICU sudah 40 persen, kalau di Tugurejo ini dan rumah sakit lain belum mencapai itu. Total BOR ICU di Jateng sekitar 50 persen dari total ketersediaan sekitar 300 lebih kamar,” terang Yunita. (RADAR SOLO)

Most Read

Artikel Terbaru

/