alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Lembaran Mushaf Alquran jadi Bungkus Petasan, Ini Sikap MUI

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersikap terhadap aksi penggunaan lembaran mushaf Alquran sebagai pembungkus petasan. MUI menilai hal tersbeut menghina umat Islam. MUI pun mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku.

“Untuk itu kalau ada orang atau oknum yang telah memperlakukan kitab suci Alquran tersebut tidak dengan baik, maka negara harus turun untuk memberi peringatan dan membuat efek jera kepada yang bersangkutan,” ujar Wakil Ketua MUI Anwar Abbas, Rabu (15/9).

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan sisa-sisa letusan petasan yang dibungkus lembaran Alquran. Video itu diunggah melalui akun Instagram @viralciledug. Dalam keterangannya, akun tersebut menyampaikan bahwa lokasi kejadian itu berada di Parung Serab, Ciledug, Tangerang.


Sisa petasan itu ditemukan setelah seorang warga usai digelar acara pernikahan pada Sabtu (11/9). Dalam acara tersebut, ada momen membakar petasan sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Gangga hingga Rendy Pandugo Riuhkan BNI Java Jazz On The Move

Saat ini, polisi tengah mendalami pihak pemasok bungkus petasan yang diduga dari lembaran Alquran di Ciledug, Tangerang. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk orang yang menjual petasan tersebut.

Anwar Abbas menjelaskan, Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam. Maka, wajib untuk menghormati dan memperlakukannya dengan baik. Sementara penggunaan lembar Alquran sebagai pembungkus petasan, dinilai sudah keterlaluan dan tak bisa ditolerir. Maka dari itu, pelaku mesti diberi efek jera.

“Membuat efek jera kepada yang bersangkutan agar yang bersangkutan jangan mengulangi perbuatannya yang tidak terpuji dan membuat gaduh tersebut lagi,” tegas dia. (Antara)






Reporter: Antara News

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersikap terhadap aksi penggunaan lembaran mushaf Alquran sebagai pembungkus petasan. MUI menilai hal tersbeut menghina umat Islam. MUI pun mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku.

“Untuk itu kalau ada orang atau oknum yang telah memperlakukan kitab suci Alquran tersebut tidak dengan baik, maka negara harus turun untuk memberi peringatan dan membuat efek jera kepada yang bersangkutan,” ujar Wakil Ketua MUI Anwar Abbas, Rabu (15/9).

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan sisa-sisa letusan petasan yang dibungkus lembaran Alquran. Video itu diunggah melalui akun Instagram @viralciledug. Dalam keterangannya, akun tersebut menyampaikan bahwa lokasi kejadian itu berada di Parung Serab, Ciledug, Tangerang.

Sisa petasan itu ditemukan setelah seorang warga usai digelar acara pernikahan pada Sabtu (11/9). Dalam acara tersebut, ada momen membakar petasan sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pulihkan Ekonomi, BRI Sosialisasikan Program Pengungkapan Sukarela (PPS)

Saat ini, polisi tengah mendalami pihak pemasok bungkus petasan yang diduga dari lembaran Alquran di Ciledug, Tangerang. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk orang yang menjual petasan tersebut.

Anwar Abbas menjelaskan, Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam. Maka, wajib untuk menghormati dan memperlakukannya dengan baik. Sementara penggunaan lembar Alquran sebagai pembungkus petasan, dinilai sudah keterlaluan dan tak bisa ditolerir. Maka dari itu, pelaku mesti diberi efek jera.

“Membuat efek jera kepada yang bersangkutan agar yang bersangkutan jangan mengulangi perbuatannya yang tidak terpuji dan membuat gaduh tersebut lagi,” tegas dia. (Antara)






Reporter: Antara News

Most Read

Artikel Terbaru

/