alexametrics
30.2 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Penanaman Nilai Kebangsaan Cegah Budaya Kekerasan Tumbuh di Tengah Warga

JAKARTA – Upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan yang masif harus segera dilakukan lewat langkah-langkah yang terukur dalam rangka memperkuat nasionalisme dan karakter setiap anak bangsa untuk mencegah tumbuhnya budaya kekerasan di masyarakat.

“Aksi kekerasan terhadap sesama manusia apa pun alasannya tidak dibenarkan karena kita sebagai warga negara sudah bersepakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang diamanatkan konstitusi kita,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/4), menyikapi aksi-aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini. Seperti antara lain aksi klitih di Yogyakarta, tawuran antar kampung dan aksi kekerasan saat unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR, Senin lalu.

Aksi kekerasan dan sikap tidak menghargai sesama manusia yang berkembang di masyarakat Indonesia saat ini, jelas Lestari, sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius dari para pemangku kepentingan di negeri ini.


Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, harus segera dibangun pola penanaman nilai-nilai kebangsaan yang masif agar bangsa kita tidak terjebak dalam budaya kekerasan.

Baca Juga :  Pendidikan Kedokteran Harus Menghasilkan Dokter yang Berkualitas

Semangat revolusi mental, ujar Rerie, sebuah program kerja yang didengung-dengungkan di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo harus diakselerasi pencapaiannya lewat kebijakan dan upaya yang terukur.

Komitmen untuk membangun dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang luhur kepada setiap anak bangsa, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus didukung semua pihak dengan memberi teladan penerapan nilai-nilai kebangsaan warisan para pendahulu bangsa itu dalam keseharian.

Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika itu, menurut Rerie, harus menjadi landasan bersikap dan bertindak setiap anak bangsa dalam keseharian.

Rerie mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat bersama-sama konsisten membangun komitmen yang kuat untuk mewujudkan anak bangsa yang berkarakter dilandasi nilai-nilai kebangsaan yang luhur. (zen)

JAKARTA – Upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan yang masif harus segera dilakukan lewat langkah-langkah yang terukur dalam rangka memperkuat nasionalisme dan karakter setiap anak bangsa untuk mencegah tumbuhnya budaya kekerasan di masyarakat.

“Aksi kekerasan terhadap sesama manusia apa pun alasannya tidak dibenarkan karena kita sebagai warga negara sudah bersepakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang diamanatkan konstitusi kita,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/4), menyikapi aksi-aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini. Seperti antara lain aksi klitih di Yogyakarta, tawuran antar kampung dan aksi kekerasan saat unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR, Senin lalu.

Aksi kekerasan dan sikap tidak menghargai sesama manusia yang berkembang di masyarakat Indonesia saat ini, jelas Lestari, sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius dari para pemangku kepentingan di negeri ini.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, harus segera dibangun pola penanaman nilai-nilai kebangsaan yang masif agar bangsa kita tidak terjebak dalam budaya kekerasan.

Baca Juga :  Dukung Ekosistem KBLBB, PLN Apresiasi Bank Mandiri Hadirkan SPKLU

Semangat revolusi mental, ujar Rerie, sebuah program kerja yang didengung-dengungkan di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo harus diakselerasi pencapaiannya lewat kebijakan dan upaya yang terukur.

Komitmen untuk membangun dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang luhur kepada setiap anak bangsa, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus didukung semua pihak dengan memberi teladan penerapan nilai-nilai kebangsaan warisan para pendahulu bangsa itu dalam keseharian.

Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika itu, menurut Rerie, harus menjadi landasan bersikap dan bertindak setiap anak bangsa dalam keseharian.

Rerie mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat bersama-sama konsisten membangun komitmen yang kuat untuk mewujudkan anak bangsa yang berkarakter dilandasi nilai-nilai kebangsaan yang luhur. (zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/