alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Komnas HAM Batal Minta Keterangan dari Putri Candrawati, Ini Penyebabnya

JAKARTA – Ada banyak pihak yang terkait dalam misteri kematian dari Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Bridagir J. Misteri itu juga dapat digali dari istri Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawati (PC).

Komnas Perempuan dan Komnas HAM pun berupaya mengungkap dari sisi Putri Candrawati. Hanya saja pemeriksaan yang dijadwalkan hari ini, Jumat (12/8), itu urung. Pasalnya, istri Irjen Ferdy Sambo membatalkan rencana dirinya untuk diperiksa.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, rencananya Putri Candrawati dimintai keterangan oleh Komnas Perempuan dan Komnas HAM malam ini. Namun, urung atas permintaan yang bersangkutan.


“Bu Putri baru saja mengkonfirmasi meminta untuk ditunda. Jadi, malam ini tidak ada permintaan keterangan pada bu Putri,” ujar Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers di Mako Brimob, Jumat (12/8).

Alasan permintaan penundaan pemeriksaan keterangan dari Putri Candrawati adalah kondisi perempuan itu hingga Jumat malam masih belum stabil.

“Memang kondisinya naik-turun begitu. Jadi itu yang tadi disampaikan oleh teman-teman Komnas Perempuan dan anggota tim dari Komnas HAM,” imbuhnya.

Agar misteri kematian dari Brigadir Yosua dapat diungkap secara terang, pihak Komnas HAM dan Komnas Perempuan hanya mengambil keterangan jika keadaan yang bersangkutan sudah stabil dan baik-baik saja.

Baca Juga :  OTT Wali Kota Bekasi, KPK Temukan Uang Rp 5 Miliar

“Kita yang terpenting bagaimana mendapat keterangan dari bersangkutan tanpa ada tekanan, nyaman, dan lain sebagainya. Itu prinsip HAM,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat Komnas HAM dari pengacara Putri Candrawati bahwa kliennya sudah berniat untuk berangkat memenuhi panggilan Komnas HAM. Namun, saat di perjalanan tiba-tiba Putri Candrawati berubah pikiran.

Maka dari itu, Komnas HAM dan Komnas Perempuan menegaskan tidak mau mengambil keterangan dari Putri Candrawati, jika hal itu berdampak buruk. “Kami tidak ingin menyebabkan bu Putri trauma lagi,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Beka, pihaknya akan menjadwal ulang pertemuan dengan Putri Candrawati untuk meminta keterangan.

Untuk diketahui, dalam keterangan polisi sejak kasus kematian Brigadir Yosua, Putri Candrawati disebut sebagai korban atas dugaan pelecehan seksual dari bintara polisi tersebut. Diduga pelecehan itu yang melatari peristiwa berdarah di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). (Jawapos)

JAKARTA – Ada banyak pihak yang terkait dalam misteri kematian dari Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Bridagir J. Misteri itu juga dapat digali dari istri Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawati (PC).

Komnas Perempuan dan Komnas HAM pun berupaya mengungkap dari sisi Putri Candrawati. Hanya saja pemeriksaan yang dijadwalkan hari ini, Jumat (12/8), itu urung. Pasalnya, istri Irjen Ferdy Sambo membatalkan rencana dirinya untuk diperiksa.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, rencananya Putri Candrawati dimintai keterangan oleh Komnas Perempuan dan Komnas HAM malam ini. Namun, urung atas permintaan yang bersangkutan.

“Bu Putri baru saja mengkonfirmasi meminta untuk ditunda. Jadi, malam ini tidak ada permintaan keterangan pada bu Putri,” ujar Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers di Mako Brimob, Jumat (12/8).

Alasan permintaan penundaan pemeriksaan keterangan dari Putri Candrawati adalah kondisi perempuan itu hingga Jumat malam masih belum stabil.

“Memang kondisinya naik-turun begitu. Jadi itu yang tadi disampaikan oleh teman-teman Komnas Perempuan dan anggota tim dari Komnas HAM,” imbuhnya.

Agar misteri kematian dari Brigadir Yosua dapat diungkap secara terang, pihak Komnas HAM dan Komnas Perempuan hanya mengambil keterangan jika keadaan yang bersangkutan sudah stabil dan baik-baik saja.

Baca Juga :  Selesaikan Konflik Gereja Dermolo, Bupati Jepara Diapresiasi Komnas HAM

“Kita yang terpenting bagaimana mendapat keterangan dari bersangkutan tanpa ada tekanan, nyaman, dan lain sebagainya. Itu prinsip HAM,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat Komnas HAM dari pengacara Putri Candrawati bahwa kliennya sudah berniat untuk berangkat memenuhi panggilan Komnas HAM. Namun, saat di perjalanan tiba-tiba Putri Candrawati berubah pikiran.

Maka dari itu, Komnas HAM dan Komnas Perempuan menegaskan tidak mau mengambil keterangan dari Putri Candrawati, jika hal itu berdampak buruk. “Kami tidak ingin menyebabkan bu Putri trauma lagi,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Beka, pihaknya akan menjadwal ulang pertemuan dengan Putri Candrawati untuk meminta keterangan.

Untuk diketahui, dalam keterangan polisi sejak kasus kematian Brigadir Yosua, Putri Candrawati disebut sebagai korban atas dugaan pelecehan seksual dari bintara polisi tersebut. Diduga pelecehan itu yang melatari peristiwa berdarah di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). (Jawapos)


Most Read

Artikel Terbaru