alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Persiapan Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Alokasikan Rp 510 Miliar

KALIMANTAN TIMUR – Dalam rangka pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Muliadi menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 510 miliar.

“Dalam dokumen RKP (rancangan kerja pemerintah) 2022 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 510 miliar untuk pembangunan ibu kota negara baru tahap satu,” ujar Muliadi, Selasa (12/10).

Pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut merupakan proyek dan program prioritas nasional.


Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dapat ikut serta dalam pembangunan ibu kota negara dengan pihak ketika yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana.

Semua bakal dilakukan secara terbuka dan seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang berminat bekerja sama dengan kontraktor pelaksana, dipersilakan untuk mendaftar.

Baca Juga :  Bertabur Bintang, Ini Kali Ketiga BRI Gelar Pengundian BritAma FSTVL

“Karena proyek nasional, tentu saja untuk rekrutmen tenaga kerja dan kerja sama mempunyai ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” ucap Muliadi.

“Silakan warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang memiliki kapasitas dan keahlian, tenaga kerjanya dipersiapkan untuk berpartisipasi bangun ibu kota negara baru,” tambahnya.

Diharapkan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, serta kontraktor pelaksana bisa merekrut tenaga kerja lokal.

“Sejak awal pemerintah pusat memberikan lampu hijau bagi tenaga kerja lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota negara baru,” jelas Muliadi

Pemerintah pusat juga meminta Real Estate Indonesia (REI) ikut mendukung pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut.






Reporter: Antara News

KALIMANTAN TIMUR – Dalam rangka pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Muliadi menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 510 miliar.

“Dalam dokumen RKP (rancangan kerja pemerintah) 2022 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 510 miliar untuk pembangunan ibu kota negara baru tahap satu,” ujar Muliadi, Selasa (12/10).

Pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut merupakan proyek dan program prioritas nasional.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dapat ikut serta dalam pembangunan ibu kota negara dengan pihak ketika yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana.

Semua bakal dilakukan secara terbuka dan seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang berminat bekerja sama dengan kontraktor pelaksana, dipersilakan untuk mendaftar.

Baca Juga :  Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah

“Karena proyek nasional, tentu saja untuk rekrutmen tenaga kerja dan kerja sama mempunyai ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” ucap Muliadi.

“Silakan warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang memiliki kapasitas dan keahlian, tenaga kerjanya dipersiapkan untuk berpartisipasi bangun ibu kota negara baru,” tambahnya.

Diharapkan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, serta kontraktor pelaksana bisa merekrut tenaga kerja lokal.

“Sejak awal pemerintah pusat memberikan lampu hijau bagi tenaga kerja lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota negara baru,” jelas Muliadi

Pemerintah pusat juga meminta Real Estate Indonesia (REI) ikut mendukung pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut.






Reporter: Antara News

Most Read

Artikel Terbaru

/