alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Rerie: Perlu Komitmen Kuat dari Pemerintah untuk Wujudkan Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

JAKARTA – Butuh komitmen yang kuat dari Pemerintah untuk mewujudkan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional. Perjuangan gigih Ratu Kalinyamat melawan penjajah sudah diakui dunia, pendahulu bangsa, alim ulama dan masyarakat Nusantara.

”Perlu dukungan yang kuat dari pemerintah bersama berbagai komponen masyarakat untuk mendukung Ratu Kalinyamat yang membangun kekuatan maritim Nusantara untuk melawan penjajah, sebagai Pahlawan Nasional,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat pada talk show berjudul Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara, yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama Yayasan Dharma Bakti Lestari dan Forum Diskusi Denpasar 12, yang digelar di atas Kapal Dewa Ruci yang sedang bersandar di dermaga Kolinlamil, Pangkalan Angkatan Laut, Jakarta, Kamis (11/8).

PERLU DUKUNGAN KUAT: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menjelaskan perlu dukungan kuat dari pemerintah agar Ratu Kalinyamat yang membangun kekuatan maritim Nusantara untuk melawan penjajah, sebagai Pahlawan Nasional. (ISTIMEWA/RADAR KUDUS)

Dalam talk show itu hadir memberi sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Laut RI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M dan Presiden RI ke-5 Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara kunci.


Selain itu hadir pula Dr. Connie Rahakundini Bakrie, M.Si (Pengamat Militer), Laksamana Pertama TNI Ir. Eko Gajah Seno, S.T (Kepala Dinas Sejarah TNI AL), Dr. Alamsyah, S.IP.  M.Si (Dosen Undip Semarang) sebagai narasumber dan Prof. Drs. Ratno Lukito, MA., DCL./Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat, sebagai pembaca rekomendasi.

Talk show itu juga dihadiri oleh Pejabat Bupati Jepara, Edi Supriyanta, pejabat Kementerian Sosial, budayawan Sujiwo Tejo, akademisi dan ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Pada kesempatan itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan dukungannya agar Ratu Kalinyamat mendapat gelar Pahlawan Nasional. Karena, menurut Megawati, negara Indonesia era Nusantara memang merupakan wilayah kepulauan yang memiliki kekuatan maritim  yang mumpuni, seperti yang dibangun oleh Ratu Kalinyamat di abad ke-16.

Megawati sangat menyayangkan prestasi perempuan Indonesia di masa lalu seringkali dilupakan. Perjuangan Ratu Kalinyamat, ujar Megawati, masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Senada dengan Megawati, menurut Lestari, sepak terjang Ratu Kalinyamat di abad ke-16 menunjukkan ketika itu kita mampu membangun kekuatan maritim, sehingga mampu menjaga wilayah kedaulatan Indonesia dari serangan musuh.

”Nilai-nilai yang ditanamkan Ratu Kalinyamat seperti nilai kebangsaan, membangun kekuatan maritim dari sisi ekonomi dan politik. Bahkan, Masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.” jelas Rerie, sapaan akrab Lestari.

Bahkan, tegas Rerie, para pemimpin bangsa di masa lalu, seperti Bung Karno sangat menghormati Ratu Kalinyamat dengan berziarah ke makam Ratu dari Jepara itu pada tahun 1952.

Baca Juga :  Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Harus Ditingkatkan untuk Menjawab Tantangan Krisis Global

Menurut Rerie, pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat sekaligus akan melestarikan nilai-nilai kebangsaan dan pikiran besar Ratu Kalinyamat dalam membangun kekuatan maritim dan nilai-nilai kesetaraan gender, yang bisa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

Dosen Universitas Diponegoro Semarang, Alamsyah menegaskan kajian tentang perlawanan Ratu Kalinyamat didasari atas sumber-sumber primer dari bangsa Portugis yang menegaskan tentang keberadaan Ratu Kalinyamat yang mereka sebut Reinha de Japora.

Pada era yang sama 1549-1579 di Jepara, ujar Alamsyah, Ratu Kalinyamat yang merupakan anak dari Sultan Trenggono, cucu dari Raden Patah itu, berkuasa.

”Ratu Kalinyamat adalah aktor intelektual yang membangun politik dan ekonomi Jepara pada masa itu,” tandas Alamsyah.

Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan terima kasih kepada KSAL karena sudah diperkenankan memakai Kapal Dewa Ruci, kapal latih yang melegenda, untuk kegiatan talk show.

Karena, ujar Connie, di masa Ratu Kalinyamat kawasan Nusantara sebenarnya sudah memiliki armada kapal perang yang mumpuni dan mampu membangun aliansi dengan Kesultanan Nusantara.

Selain itu, jelas Connie, strategi perang yang diterapkan Ratu Kalinyamat lewat pemutusan rantai logistik sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ratu Kalinyamat, jelasnya, di masanya selain membangun armada perang juga membangun armada logistik yang kuat dalam menerapkan strategi itu.

“Ratu Kalinyamat begitu powerfull masa itu. Semangat ini yang harus dibangkitkan saat ini,” tegas Connie.

Kepala Dinas Sejarah TNI AL, Laksamana Pertama TNI Ir. Eko Gajah Seno mengungkapkan sejarah Ratu Kalinyamat sungguh luar biasa. Ratu dari Jepara itu visioner melampaui jamannya.

Di sela talk show, mantan KSAL Bernard Ken Sondakh bahkan mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan TNI AL sekaligus Pahlawan Nasional.

Karena, jelasnya, Laksmana Malahayati yang panglima perang saja bisa jadi Pahlawan Nasional, seharusnya Ratu Kalinyamat yang membangun kekuatan maritim Nusantara seharusnya bisa lebih dari Malahayati.

Di akhir talk show, Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Prof. Ratno Lukito membacakan rekomendasi agar KSAL menyampaikan kepada Panglima TNI agar Ratu Kalinyamat dapat diprioritaskan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2022.

Selain itu, Ratno juga mengusulkan kepada TNI AL agar memberi nama kepada salah satu kapal perangnya dengan nama KRI Ratu Kalinyamat dan membuat program napak tilas perjuangan Ratu Kalinyamat. (adv)

JAKARTA – Butuh komitmen yang kuat dari Pemerintah untuk mewujudkan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional. Perjuangan gigih Ratu Kalinyamat melawan penjajah sudah diakui dunia, pendahulu bangsa, alim ulama dan masyarakat Nusantara.

”Perlu dukungan yang kuat dari pemerintah bersama berbagai komponen masyarakat untuk mendukung Ratu Kalinyamat yang membangun kekuatan maritim Nusantara untuk melawan penjajah, sebagai Pahlawan Nasional,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat pada talk show berjudul Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara, yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama Yayasan Dharma Bakti Lestari dan Forum Diskusi Denpasar 12, yang digelar di atas Kapal Dewa Ruci yang sedang bersandar di dermaga Kolinlamil, Pangkalan Angkatan Laut, Jakarta, Kamis (11/8).

PERLU DUKUNGAN KUAT: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menjelaskan perlu dukungan kuat dari pemerintah agar Ratu Kalinyamat yang membangun kekuatan maritim Nusantara untuk melawan penjajah, sebagai Pahlawan Nasional. (ISTIMEWA/RADAR KUDUS)

Dalam talk show itu hadir memberi sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Laut RI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M dan Presiden RI ke-5 Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara kunci.

Selain itu hadir pula Dr. Connie Rahakundini Bakrie, M.Si (Pengamat Militer), Laksamana Pertama TNI Ir. Eko Gajah Seno, S.T (Kepala Dinas Sejarah TNI AL), Dr. Alamsyah, S.IP.  M.Si (Dosen Undip Semarang) sebagai narasumber dan Prof. Drs. Ratno Lukito, MA., DCL./Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat, sebagai pembaca rekomendasi.

Talk show itu juga dihadiri oleh Pejabat Bupati Jepara, Edi Supriyanta, pejabat Kementerian Sosial, budayawan Sujiwo Tejo, akademisi dan ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Pada kesempatan itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan dukungannya agar Ratu Kalinyamat mendapat gelar Pahlawan Nasional. Karena, menurut Megawati, negara Indonesia era Nusantara memang merupakan wilayah kepulauan yang memiliki kekuatan maritim  yang mumpuni, seperti yang dibangun oleh Ratu Kalinyamat di abad ke-16.

Megawati sangat menyayangkan prestasi perempuan Indonesia di masa lalu seringkali dilupakan. Perjuangan Ratu Kalinyamat, ujar Megawati, masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Senada dengan Megawati, menurut Lestari, sepak terjang Ratu Kalinyamat di abad ke-16 menunjukkan ketika itu kita mampu membangun kekuatan maritim, sehingga mampu menjaga wilayah kedaulatan Indonesia dari serangan musuh.

”Nilai-nilai yang ditanamkan Ratu Kalinyamat seperti nilai kebangsaan, membangun kekuatan maritim dari sisi ekonomi dan politik. Bahkan, Masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.” jelas Rerie, sapaan akrab Lestari.

Bahkan, tegas Rerie, para pemimpin bangsa di masa lalu, seperti Bung Karno sangat menghormati Ratu Kalinyamat dengan berziarah ke makam Ratu dari Jepara itu pada tahun 1952.

Baca Juga :  Pengemudi Mercy Lawan Arus Tol JORR Tabrak 3 Mobil, Polisi: Diduga Pikun

Menurut Rerie, pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat sekaligus akan melestarikan nilai-nilai kebangsaan dan pikiran besar Ratu Kalinyamat dalam membangun kekuatan maritim dan nilai-nilai kesetaraan gender, yang bisa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

Dosen Universitas Diponegoro Semarang, Alamsyah menegaskan kajian tentang perlawanan Ratu Kalinyamat didasari atas sumber-sumber primer dari bangsa Portugis yang menegaskan tentang keberadaan Ratu Kalinyamat yang mereka sebut Reinha de Japora.

Pada era yang sama 1549-1579 di Jepara, ujar Alamsyah, Ratu Kalinyamat yang merupakan anak dari Sultan Trenggono, cucu dari Raden Patah itu, berkuasa.

”Ratu Kalinyamat adalah aktor intelektual yang membangun politik dan ekonomi Jepara pada masa itu,” tandas Alamsyah.

Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan terima kasih kepada KSAL karena sudah diperkenankan memakai Kapal Dewa Ruci, kapal latih yang melegenda, untuk kegiatan talk show.

Karena, ujar Connie, di masa Ratu Kalinyamat kawasan Nusantara sebenarnya sudah memiliki armada kapal perang yang mumpuni dan mampu membangun aliansi dengan Kesultanan Nusantara.

Selain itu, jelas Connie, strategi perang yang diterapkan Ratu Kalinyamat lewat pemutusan rantai logistik sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ratu Kalinyamat, jelasnya, di masanya selain membangun armada perang juga membangun armada logistik yang kuat dalam menerapkan strategi itu.

“Ratu Kalinyamat begitu powerfull masa itu. Semangat ini yang harus dibangkitkan saat ini,” tegas Connie.

Kepala Dinas Sejarah TNI AL, Laksamana Pertama TNI Ir. Eko Gajah Seno mengungkapkan sejarah Ratu Kalinyamat sungguh luar biasa. Ratu dari Jepara itu visioner melampaui jamannya.

Di sela talk show, mantan KSAL Bernard Ken Sondakh bahkan mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan TNI AL sekaligus Pahlawan Nasional.

Karena, jelasnya, Laksmana Malahayati yang panglima perang saja bisa jadi Pahlawan Nasional, seharusnya Ratu Kalinyamat yang membangun kekuatan maritim Nusantara seharusnya bisa lebih dari Malahayati.

Di akhir talk show, Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Prof. Ratno Lukito membacakan rekomendasi agar KSAL menyampaikan kepada Panglima TNI agar Ratu Kalinyamat dapat diprioritaskan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2022.

Selain itu, Ratno juga mengusulkan kepada TNI AL agar memberi nama kepada salah satu kapal perangnya dengan nama KRI Ratu Kalinyamat dan membuat program napak tilas perjuangan Ratu Kalinyamat. (adv)


Most Read

Artikel Terbaru