alexametrics
21.9 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Bantul, Begini Keterangan Saksi Mata

JOGJAKARTA – Salah seorang saksi mata kecelakaan maut bus di Bantul pada Minggu (6/2), Reza, 24, menuturkan bus tak mengurangi kecepatan saat jalan turunan di Bukit Bego. Dia melihat bus melaju kencang dan oleng. Hingga akhirnya menabrak tebing bukit.

Reza melihat secara langsung bagaimana bus melaju dengan kencang di jalan turunan. Meski lampu rem menyala, tapi tak ada tanda-tanda bus berhenti. Bahkan sebaliknya justru semakin cepat.

“Sampai (Bukit) Bego itu tikungan ngeblong, lampu rem nyala tapi kenceng,” jelas Reza ditemui Jawa Pos Radar Jogja (Jawa Pos Group) di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Minggu (6/2) malam.


Reza merupakan rombongan dari bus tersebut. Dia juga termasuk keluarga dari korban kecelakaan bus. Hanya saja, dia tidak berada dalam bus yang mengalami kecelakaan, melainkan naik mobil sendiri. Posisinya tepat di belakang bus PO Gandos Abadi.

Reza menceritakan pada awalnya rombongan berkunjung ke Tebing Breksi, Sleman. Setelahnya sempat mampir ke Puncak Becici, Bantul. Rencananya kunjungan wisata berakhir di Pantai Parangtritis, Bantul.

Baca Juga :  Ngeband untuk Berkesplorasi, Bukan Turuti Pasar

“Sebelumnya enggak ada trouble. Sampai Becici enggak kuat, penumpang turun lalu sampai di atas penumpang naik lagi,” katanya.

Penumpang naik lagi setelah bus berhasil naik tanjakan. Sayangnya saat turunan, bus mengalami masalah. Bukannya melakukan pengereman malah terus meluncur ke arah bawah.

“Nah, kan turun tuh itu tiba-tiba blong. Di Imogiri sebelumnya nanjak agak tinggi bus berhenti penumpang turun, jalan naik lagi turunan itu dan menabrak tebing di kanan,” ujarnya.

Reza menuturkan rombongan terdiri dari 2 bus pariwisata dan 3 mobil. Posisi depan adalah 2 bus pariwisata. Bus pertama sukses dan berada di posisi terdepan.

Rombongan berangkat dari Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu pukul 07.00 WIB. Tujuan datang ke Jogjakarta untuk bertamasya ke sejumlah destinasi wisata. Di antaranya Tebing Breksi, Hutan Pinus, dan Pantai Parangtritis.

“Karyawan pabrik garmen, iya konveksi. Ini semua rombongan keluarga pegawai. Bus pertama sukses, saya posisinya naik mobil tepat di belakang bus kedua yang kecelakaan,” pungkas Reza. (Jawapos.com)

JOGJAKARTA – Salah seorang saksi mata kecelakaan maut bus di Bantul pada Minggu (6/2), Reza, 24, menuturkan bus tak mengurangi kecepatan saat jalan turunan di Bukit Bego. Dia melihat bus melaju kencang dan oleng. Hingga akhirnya menabrak tebing bukit.

Reza melihat secara langsung bagaimana bus melaju dengan kencang di jalan turunan. Meski lampu rem menyala, tapi tak ada tanda-tanda bus berhenti. Bahkan sebaliknya justru semakin cepat.

“Sampai (Bukit) Bego itu tikungan ngeblong, lampu rem nyala tapi kenceng,” jelas Reza ditemui Jawa Pos Radar Jogja (Jawa Pos Group) di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Minggu (6/2) malam.

Reza merupakan rombongan dari bus tersebut. Dia juga termasuk keluarga dari korban kecelakaan bus. Hanya saja, dia tidak berada dalam bus yang mengalami kecelakaan, melainkan naik mobil sendiri. Posisinya tepat di belakang bus PO Gandos Abadi.

Reza menceritakan pada awalnya rombongan berkunjung ke Tebing Breksi, Sleman. Setelahnya sempat mampir ke Puncak Becici, Bantul. Rencananya kunjungan wisata berakhir di Pantai Parangtritis, Bantul.

Baca Juga :  Ngeri! Pencari Jerami Tewas, Tergencet Mesin Pemanen Padi

“Sebelumnya enggak ada trouble. Sampai Becici enggak kuat, penumpang turun lalu sampai di atas penumpang naik lagi,” katanya.

Penumpang naik lagi setelah bus berhasil naik tanjakan. Sayangnya saat turunan, bus mengalami masalah. Bukannya melakukan pengereman malah terus meluncur ke arah bawah.

“Nah, kan turun tuh itu tiba-tiba blong. Di Imogiri sebelumnya nanjak agak tinggi bus berhenti penumpang turun, jalan naik lagi turunan itu dan menabrak tebing di kanan,” ujarnya.

Reza menuturkan rombongan terdiri dari 2 bus pariwisata dan 3 mobil. Posisi depan adalah 2 bus pariwisata. Bus pertama sukses dan berada di posisi terdepan.

Rombongan berangkat dari Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu pukul 07.00 WIB. Tujuan datang ke Jogjakarta untuk bertamasya ke sejumlah destinasi wisata. Di antaranya Tebing Breksi, Hutan Pinus, dan Pantai Parangtritis.

“Karyawan pabrik garmen, iya konveksi. Ini semua rombongan keluarga pegawai. Bus pertama sukses, saya posisinya naik mobil tepat di belakang bus kedua yang kecelakaan,” pungkas Reza. (Jawapos.com)

Most Read

Artikel Terbaru

/