alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Angka Kematian Covid-19 Meningkat, Luhut: 69 Persen Belum Divaksin

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta dengan tegas jangan ada oknum yang memprovokasi atau menganjurkan masyarakat untuk tidak melakukan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, angka kematian Covid-19 disumbang oleh orang yang belum mendapatkan vaksin dosis lengkap.

“Saya mohon orang-orang yang menganjurkan jangan vaksinasi, anda yang bertanggung jawab pada komunitas anda jika ada yg meninggal karena tidak di vaksin. Data 69 persen yang belum divaksin. Lansia yang belum vaksin jadi cepat-cepat vaksi,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/2).

Luhut memaparkan, sepanjang varian Omicron hadir di Indonesia, dari sebanyak 356 pasien meninggal, 42 persen memiliki komorbid, 44 persen lanjut usia, sebanyak 69 persen belum divaksin lengkap.


“Jadi, yang punya hipertensi, diabetes perlu perhatian. Jangan menyebarkan masukan-masukan tak jelas,” ucapnya.

Baca Juga :  Tak Punya BPJS Kesehatan Bisa Akses Layanan Publik, Namun Ada ‘Tapinya’

Luhut menyebut, berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 65 persen pasien kasus Covid-19 saat ini bergejala ringan. Bagi yang bergejala ringan maupun tanpa gejala, sebaiknya tidak perlu dirawat di rumah sakit, tapi cukup isolasi mandiri di rumah.

“Kita minta tidak masuk rumah sakit, cukup isoter. Dari data ini dipegang betul dan perhatikan juga orang-orang yang menganjurkan tidak vaksin,” imbuhnya.

Luhut menambahkan, agar masyarakat mau mendengarkan dan melaksanakan imbauan dan perintah pemerintah. Hal tersebut untuk kebaikan, keamanan, dan keselamatan bersama orang-orang yang ada di sekeliling kita.

“Kita bicara data dan keselamatan sekeliling, dari data itu pemerintah ambil kebijakan percepatan vaksinasi dosis 2 lansia dan kelompok rentan lain vaksin booster untuk masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Jawapos.com)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta dengan tegas jangan ada oknum yang memprovokasi atau menganjurkan masyarakat untuk tidak melakukan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, angka kematian Covid-19 disumbang oleh orang yang belum mendapatkan vaksin dosis lengkap.

“Saya mohon orang-orang yang menganjurkan jangan vaksinasi, anda yang bertanggung jawab pada komunitas anda jika ada yg meninggal karena tidak di vaksin. Data 69 persen yang belum divaksin. Lansia yang belum vaksin jadi cepat-cepat vaksi,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/2).

Luhut memaparkan, sepanjang varian Omicron hadir di Indonesia, dari sebanyak 356 pasien meninggal, 42 persen memiliki komorbid, 44 persen lanjut usia, sebanyak 69 persen belum divaksin lengkap.

“Jadi, yang punya hipertensi, diabetes perlu perhatian. Jangan menyebarkan masukan-masukan tak jelas,” ucapnya.

Baca Juga :  Mendag: Yuk! Datang ke Pameran Tenun Batak

Luhut menyebut, berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 65 persen pasien kasus Covid-19 saat ini bergejala ringan. Bagi yang bergejala ringan maupun tanpa gejala, sebaiknya tidak perlu dirawat di rumah sakit, tapi cukup isolasi mandiri di rumah.

“Kita minta tidak masuk rumah sakit, cukup isoter. Dari data ini dipegang betul dan perhatikan juga orang-orang yang menganjurkan tidak vaksin,” imbuhnya.

Luhut menambahkan, agar masyarakat mau mendengarkan dan melaksanakan imbauan dan perintah pemerintah. Hal tersebut untuk kebaikan, keamanan, dan keselamatan bersama orang-orang yang ada di sekeliling kita.

“Kita bicara data dan keselamatan sekeliling, dari data itu pemerintah ambil kebijakan percepatan vaksinasi dosis 2 lansia dan kelompok rentan lain vaksin booster untuk masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Jawapos.com)

Most Read

Artikel Terbaru

/