alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Dokter Anak Indonesia: 23 Anak di Jatim Tertular Covid-19 dari Orang Tua

SURABAYA – Jumlah anak-anak yang positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur mulai bertambah. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur (Jatim) mencatat per Jumat (4/2), terdapat 23 kasus positif Covid-19 yang menyerang anak-anak.

Ketua IDAI Jatim Sjamsul Arif menyebut, rata-rata pasien tertular dari orang tua yang bepergian. Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah orang tua mereka datang dari kota lain.

”Ada 23 kasus. Rata-rata (tertular) dari orang tua yang pulang dari luar kota,” kata Sjamsul ketika dihubungi, Minggu (6/2).


Pasien anak-anak disebut tertular pascakontak erat dengan orang tuanya yang melakukan perjalanan jauh dan tidak menjalani tes swab PCR. Sehingga tidak menyadari bahwa mereka sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga :  Bupati Kudus Ajak Warganya Tak Usah Takut Jalani Isolasi Mandiri

”Orang tua (para pasien anak) punya riwayat bepergian. Orang tua mengaku antigen negatif, tapi belum (swab) PCR,” jelas Sjamsul.

Sebanyak 23 kasus itu ditemukan selama 24 hingga 31 Januari. Kasus positif Covid-19 anak-anak ditemukan di beberapa daerah di Jawa Timur.

”Anak-anak (pasien Covid-19) tersebar. Ada di Kediri, Surabaya, dan Jombang,” sebut Sjamsul.

Dari 23 pasien Covid-19 anak-anak, 11 di antaranya sudah sembuh. Sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

”CT-nya (Cycle Threshold) ada yang 19 terus 25. Dirawat di RSUD Soewandhi, RSUD Gambiran, dan RSUD Kabupaten Kediri, RS Mitra Keluarga, RS Adihusada. Sudah ada yang isoman,” papar Sjamsul. (Jawapos.com)

SURABAYA – Jumlah anak-anak yang positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur mulai bertambah. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur (Jatim) mencatat per Jumat (4/2), terdapat 23 kasus positif Covid-19 yang menyerang anak-anak.

Ketua IDAI Jatim Sjamsul Arif menyebut, rata-rata pasien tertular dari orang tua yang bepergian. Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah orang tua mereka datang dari kota lain.

”Ada 23 kasus. Rata-rata (tertular) dari orang tua yang pulang dari luar kota,” kata Sjamsul ketika dihubungi, Minggu (6/2).

Pasien anak-anak disebut tertular pascakontak erat dengan orang tuanya yang melakukan perjalanan jauh dan tidak menjalani tes swab PCR. Sehingga tidak menyadari bahwa mereka sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga :  57 Pegawai Dipecat KPK Per 30 September, Ini Daftarnya

”Orang tua (para pasien anak) punya riwayat bepergian. Orang tua mengaku antigen negatif, tapi belum (swab) PCR,” jelas Sjamsul.

Sebanyak 23 kasus itu ditemukan selama 24 hingga 31 Januari. Kasus positif Covid-19 anak-anak ditemukan di beberapa daerah di Jawa Timur.

”Anak-anak (pasien Covid-19) tersebar. Ada di Kediri, Surabaya, dan Jombang,” sebut Sjamsul.

Dari 23 pasien Covid-19 anak-anak, 11 di antaranya sudah sembuh. Sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

”CT-nya (Cycle Threshold) ada yang 19 terus 25. Dirawat di RSUD Soewandhi, RSUD Gambiran, dan RSUD Kabupaten Kediri, RS Mitra Keluarga, RS Adihusada. Sudah ada yang isoman,” papar Sjamsul. (Jawapos.com)


Most Read

Artikel Terbaru

/