alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Berulang, Jembatan Martadipura Kutai Ditabrak Tongkang Batu Bara

KUTAI – Jembatan Martadipura ditabrak dua kali oleh tumpukan batu bara yang dibawa kapal dengan ketinggian sampai badan jembatan. Peristiwa tersebut tejadi dua kali. Pertama, Batu bara yang diangkut kapal tongkang menghantam Jembatan Mardipura di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun Kutai Kartanegara pada Rabu (2/2). Selanjutnya, pada Kamis (3/2) jembatan kembali ditabrak oleh tumpukan batu bara yang dibawa oleh salah satu kapal tongkang.

Kepala Desa Liang Rodiani mengatakan, dirinya menyayangkan kejadian masih terjadi berulang-ulang yang berpotensi merusak jembatan kebanggaan masyarakat Kukar tersebut. “Tadi sudah dicek, itu ada rel di bawah jembatan itu sampai bengkok,” ujarnya.

Diakuinya, jembatan tersebut sering kena tabrak tumpukan batu bara yang melebihi ketinggian jembatan saat musim banjir dan pasang tinggi air sungai. “Apalagi mereka tidak menurunkan tumpukan batu baranya, pasti kena,” katanya.

Baca Juga :  Strategi PLN Amankan Pasokan Batu Bara

Bahkan kata dia, seharusnya kapal yang bersangkutan ditahan dan ditindak, namun kenyataannya kapal tersebut masih lolos dan terus saja melintas.

“Pak Bupati juga sempat ngomong sudah kirim surat untuk pelimpahan kewenangan di sana, artinya kalau bisa pemda yang bisa mengatur di sekitar jembatan itu, apakah harus dipandu atau di assis di bawah jembatan itu, termasuk muatan di jembatan harus diatur juga, karena banyak juga tronton yang lewat di jembatan itu, tapi kita gak punya kewenangan di sana,” pungkasnya.

Dia berharap, ke depan ada kewenangan daerah untuk pengawasan bahkan bisa dilimpahkan dari pemda untuk pemberdayaan masyarakat. (tribun kaltim/khim)

KUTAI – Jembatan Martadipura ditabrak dua kali oleh tumpukan batu bara yang dibawa kapal dengan ketinggian sampai badan jembatan. Peristiwa tersebut tejadi dua kali. Pertama, Batu bara yang diangkut kapal tongkang menghantam Jembatan Mardipura di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun Kutai Kartanegara pada Rabu (2/2). Selanjutnya, pada Kamis (3/2) jembatan kembali ditabrak oleh tumpukan batu bara yang dibawa oleh salah satu kapal tongkang.

Kepala Desa Liang Rodiani mengatakan, dirinya menyayangkan kejadian masih terjadi berulang-ulang yang berpotensi merusak jembatan kebanggaan masyarakat Kukar tersebut. “Tadi sudah dicek, itu ada rel di bawah jembatan itu sampai bengkok,” ujarnya.

Diakuinya, jembatan tersebut sering kena tabrak tumpukan batu bara yang melebihi ketinggian jembatan saat musim banjir dan pasang tinggi air sungai. “Apalagi mereka tidak menurunkan tumpukan batu baranya, pasti kena,” katanya.

Baca Juga :  Bekingi Tempat Esek - Esek, Polda Sumbar Copot Lima Anggotanya

Bahkan kata dia, seharusnya kapal yang bersangkutan ditahan dan ditindak, namun kenyataannya kapal tersebut masih lolos dan terus saja melintas.

“Pak Bupati juga sempat ngomong sudah kirim surat untuk pelimpahan kewenangan di sana, artinya kalau bisa pemda yang bisa mengatur di sekitar jembatan itu, apakah harus dipandu atau di assis di bawah jembatan itu, termasuk muatan di jembatan harus diatur juga, karena banyak juga tronton yang lewat di jembatan itu, tapi kita gak punya kewenangan di sana,” pungkasnya.

Dia berharap, ke depan ada kewenangan daerah untuk pengawasan bahkan bisa dilimpahkan dari pemda untuk pemberdayaan masyarakat. (tribun kaltim/khim)


Most Read

Artikel Terbaru

/