alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Serpihan Roket Tiongkok Jatuh di Samudra Hindia, Terlihat di Lampung

LAMPUNG – Jatuhnya serpihan roket tiongkok Long March 5B yang jatuh di bumi. pada Sabtu (30/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB, warga Kota Lampung melihat pancaran cahaya di langit. Pancaran benda langit  dari jatuhnya serpihan roket tiongkok tersebut semakin terlihat jelas ketika melewati teritorial Malaysia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa hari terakhir memantau jalur perkiraan jatuhnya puing roket yang diluncurkan ke angkasa pada 24 Juli 2022 itu. Saat diluncurkan, roket tersebut memiliki bobot sekitar 22 ton. Menurut data BRIN, ketika menjadi sampah angkasa dan turun ke bumi, bobot roket Long March 5B berkurang menjadi sekitar 20 ton. Atau setara dengan bobot 11 mobil Alphard.

Pusat Riset Antariksa BRIN menyebutkan, berdasar hasil pemantauan secara real time, serpihan roket tersebut melewati wilayah Sarawak, Malaysia. ’’Sampah antariksa CZ5B (Long March 5B) adalah roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa RRT,’’ kata peneliti senior BRIN Prof Thomas Djamaluddin di Jakarta kemarin (31/7).

Baca Juga :  Perlancar Distribusi Minyak Goreng, Mendag Lakukan Koordinasi dengan Pemda

Thomas mengatakan, bobot saat jatuh diperkirakan mencapai 20 ton dengan ukuran 30 meter. Dia membenarkan bahwa orbit jatuh puing roket tersebut melewati Sumatera bagian selatan dan Kalimantan bagian barat.

’’Sampah tersebut tidak berbahaya untuk biota laut,’’ tuturnya. Thomas menyatakan, berdasar pemantauan di situs Space-Track, titik jatuh berada di barat daya Indonesia. Tetapi, bisa jadi ada pecahan roket yang tersebar di sepanjang garis lintasannya. Menurut Thomas, jika melihat objek langit jatuh di sekitarnya pada kisaran pukul 23.45 WIB, masyarakat bisa melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui e-mail prantariksa@brin.go.id.

Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, berdasar hasil analisis tim riset benda jatuh antariksa, titik lokasi jatuhnya berada di sekitar wilayah selatan Filipina. Benda itu sempat melintas pada ketinggian 10 km di atas wilayah Panah Merah, Sarawak, Malaysia. (JawaPos.com)

LAMPUNG – Jatuhnya serpihan roket tiongkok Long March 5B yang jatuh di bumi. pada Sabtu (30/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB, warga Kota Lampung melihat pancaran cahaya di langit. Pancaran benda langit  dari jatuhnya serpihan roket tiongkok tersebut semakin terlihat jelas ketika melewati teritorial Malaysia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa hari terakhir memantau jalur perkiraan jatuhnya puing roket yang diluncurkan ke angkasa pada 24 Juli 2022 itu. Saat diluncurkan, roket tersebut memiliki bobot sekitar 22 ton. Menurut data BRIN, ketika menjadi sampah angkasa dan turun ke bumi, bobot roket Long March 5B berkurang menjadi sekitar 20 ton. Atau setara dengan bobot 11 mobil Alphard.

Pusat Riset Antariksa BRIN menyebutkan, berdasar hasil pemantauan secara real time, serpihan roket tersebut melewati wilayah Sarawak, Malaysia. ’’Sampah antariksa CZ5B (Long March 5B) adalah roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa RRT,’’ kata peneliti senior BRIN Prof Thomas Djamaluddin di Jakarta kemarin (31/7).

Baca Juga :  Dukung Kenyamanan AgenBRILink, BRI Sediakan Asuransi Aktivitas Usaha Mitra

Thomas mengatakan, bobot saat jatuh diperkirakan mencapai 20 ton dengan ukuran 30 meter. Dia membenarkan bahwa orbit jatuh puing roket tersebut melewati Sumatera bagian selatan dan Kalimantan bagian barat.

’’Sampah tersebut tidak berbahaya untuk biota laut,’’ tuturnya. Thomas menyatakan, berdasar pemantauan di situs Space-Track, titik jatuh berada di barat daya Indonesia. Tetapi, bisa jadi ada pecahan roket yang tersebar di sepanjang garis lintasannya. Menurut Thomas, jika melihat objek langit jatuh di sekitarnya pada kisaran pukul 23.45 WIB, masyarakat bisa melaporkan ke Pusat Riset Antariksa BRIN melalui e-mail prantariksa@brin.go.id.

Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, berdasar hasil analisis tim riset benda jatuh antariksa, titik lokasi jatuhnya berada di sekitar wilayah selatan Filipina. Benda itu sempat melintas pada ketinggian 10 km di atas wilayah Panah Merah, Sarawak, Malaysia. (JawaPos.com)


Most Read

Artikel Terbaru