28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Puluhan Ribu Warga Kudus Tumplek Blek Ikuti Mlaku Bareng Pak Hartopo

KUDUS – Sebanyak 13.000 warga Kudus tumplek blek mengikuti Mlaku Bareng Pak Hartopo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-473 Kabupaten Kudus di alun-alun setempat pagi kemarin (25/9). Even jalan-jalan sehat ini digelar berkat kerja sama apik antara Pemkab Kudus dengan Jawa Pos Radar Kudus.

Sekitar pukul 06.30 puluhan ribu manusia mulai balita hingga dewasa itu sudah mulai dihibur aransemen music Muna Muni Band dengan vocalis rupawan Syahma Fella. Sontak, puluhan ribu wajah itu makin terlihat semangat. Ditambah lagi pasangan presenter si cantik Meggy  dan the glowing man Yuwan Maheswara itu memegang jalannya acara tersebut, makin menghidupkan suasana pagi Kota Kudus yang makin hangat pagi kemarin itu.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi yang naik ke atas panggung pun turut memanaskan semangat puluhan ribu peserta itu dengan yel-yel.


“Kudus bisa!! seru Baehaqi. Kudus Bisa! timpal ribuan peserta itu. Pak Hartopo satu tekad untuk rakyat, lalu mereka pun meneriakkan kata yang sama.

Lantas Direktur Baehaqi juga menyerukan yel-yel Radar Kudus. Jawa Pos Radar Kudus!!! Lalu mereka menyahut, set..set.. wess..!!!

Dalam kegiatan ini partisipasi masyarakat luar biasa. Ini wujud persatuan dan kesatuaan warga Kudus, untuk merayakan hari jadi bersama. “Ini bukti cinta kita bersama terhadap Kudus, Kudus yang berdaya guna,” kata Baehaqi.

Orang nomor satu Kota Kudus Bupati Hartopo tak mau kalah menyapa ribuan masyarakat yang tumpah ruah. Mlaku Bareng ini, kata dia, menjadi wadah silaturahmi, serta wujud kekompakan masyarakat Kudus. Ia menyebut ini juga momentum saling mengenal dan merangkul bersama.

“Jalan sehat bagus untuk jantung, tentunya olahraga sudah menjadi kebutuhan bersama. Ada 10.000 lebih, ini luar biasa. Membeludak. Padahal yang ingin pesan tiket (waiting list) masih banyak, di atas 12.000 orang,” ungkapnya.

Bupati Hartopo didampingi Ketua DPRD Kudus Masan dan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi memberangkatkan peserta. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Pihaknya memang membatasi. Semoga tahun depan, kata dia, dapat terlaksana kembali dengan masa yang lebih banyak dan jarak jalan sehat yang lebih panjang.

Sekitar pukul 07.12, Hartopo mulai memegang bendera monokrom. Dia pun mengangkat bendera itu didampingi Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo, Ketua DPRD Kudus Masan, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi. Serta tampak dibelakang barisan perwakilan dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut mendampingi.

Baca Juga :  Berhadiah Utama Rp 50 Juta, Mlaku Bareng Pak Hartopo Sediakan Empat Titik Pengumpulan Tiket Undian

Dia juga mengatakan, Jawa Pos Radar Kudus sebagai inisiator sekaligus penyelenggara telah menyiapkan berbagai hadiah, salah satunya grand prize Rp 50 juta, beserta hadiah lainnya seperti dua sepeda motor, tiga sepeda gunung, tiga kulkas, lima rice cooker, lima dispenser dan lima kipas angin.

Puluhan ribu pasang kaki itu mulai jalan sehat menyusuri rute. Mulai Alun-alun Simpang Tujuh Kudus (depan panggung) berjalan menuju ke timur Jalan Jendral Sudirman, lalu belok kanan mengarah ke Jalan Tanjung, kemudian dilanjut ke Jalan Pemuda, lalu kembali ke alun-alun lagi (finish).

Tanpa pengamanan dari pihak aparat yang berlebih, bersama Baehaqi, bupati full habiskan rute dengan membersamai masyarakat. Sepanjang rute, Pak Hartopo tak lepas dengan putranya Zander, 5.

Sambil menuntun Zander ia menyapa dan selfi bersama warga Kudus. “Minta foto pak, Pak Bupatiiiiiiiii,” suara histeris emak-emak. Semuanya bergantian. Berdesakan.

Menurut Baehaqi, jalan sepanjang 3 kilometer (km) tersebut sebenarnya enteng. Tapi mengawal bupati sejauh 3 km itu ternyata tak mudah. Apalagi bupati membawa anak kecil. Dia juga tampak menuntun putra bupati karena massa terus mendesak ingin menempel dan selfi bersama bupati. Berkali-kali juga ada orang jatuh. Mainan putra Hartopo, yakni Zander juga jatuh.

“Berkali-kali kaki saya juga diinjak-injak orang. Sepatu baru saya sampai lecek jadi korban. Namun semua itu begitu menyenangkan,” jelasnya.

Selain keriuhan itu pula, beberapa masyarakat juga ada yang memilih untuk berhenti melipir ke tepi jalan terlebih dahulu untuk beli jajanan. Karena ada banyak PKL yang berdagang. Ada pula pedagang asongan (es teh) sembari membopong dagangan diatas kepala. PKL diarea alun-alun juga banyak, tak hanya penjual makanan, namun juga penjual mainan. (ark/him)

KUDUS – Sebanyak 13.000 warga Kudus tumplek blek mengikuti Mlaku Bareng Pak Hartopo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-473 Kabupaten Kudus di alun-alun setempat pagi kemarin (25/9). Even jalan-jalan sehat ini digelar berkat kerja sama apik antara Pemkab Kudus dengan Jawa Pos Radar Kudus.

Sekitar pukul 06.30 puluhan ribu manusia mulai balita hingga dewasa itu sudah mulai dihibur aransemen music Muna Muni Band dengan vocalis rupawan Syahma Fella. Sontak, puluhan ribu wajah itu makin terlihat semangat. Ditambah lagi pasangan presenter si cantik Meggy  dan the glowing man Yuwan Maheswara itu memegang jalannya acara tersebut, makin menghidupkan suasana pagi Kota Kudus yang makin hangat pagi kemarin itu.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi yang naik ke atas panggung pun turut memanaskan semangat puluhan ribu peserta itu dengan yel-yel.

“Kudus bisa!! seru Baehaqi. Kudus Bisa! timpal ribuan peserta itu. Pak Hartopo satu tekad untuk rakyat, lalu mereka pun meneriakkan kata yang sama.

Lantas Direktur Baehaqi juga menyerukan yel-yel Radar Kudus. Jawa Pos Radar Kudus!!! Lalu mereka menyahut, set..set.. wess..!!!

Dalam kegiatan ini partisipasi masyarakat luar biasa. Ini wujud persatuan dan kesatuaan warga Kudus, untuk merayakan hari jadi bersama. “Ini bukti cinta kita bersama terhadap Kudus, Kudus yang berdaya guna,” kata Baehaqi.

Orang nomor satu Kota Kudus Bupati Hartopo tak mau kalah menyapa ribuan masyarakat yang tumpah ruah. Mlaku Bareng ini, kata dia, menjadi wadah silaturahmi, serta wujud kekompakan masyarakat Kudus. Ia menyebut ini juga momentum saling mengenal dan merangkul bersama.

“Jalan sehat bagus untuk jantung, tentunya olahraga sudah menjadi kebutuhan bersama. Ada 10.000 lebih, ini luar biasa. Membeludak. Padahal yang ingin pesan tiket (waiting list) masih banyak, di atas 12.000 orang,” ungkapnya.

Bupati Hartopo didampingi Ketua DPRD Kudus Masan dan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi memberangkatkan peserta. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Pihaknya memang membatasi. Semoga tahun depan, kata dia, dapat terlaksana kembali dengan masa yang lebih banyak dan jarak jalan sehat yang lebih panjang.

Sekitar pukul 07.12, Hartopo mulai memegang bendera monokrom. Dia pun mengangkat bendera itu didampingi Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo, Ketua DPRD Kudus Masan, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi. Serta tampak dibelakang barisan perwakilan dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut mendampingi.

Baca Juga :  Anggaran Prioritas Tetap Jalan, Sepuluh Sekolah di Kudus OTW Direnovasi

Dia juga mengatakan, Jawa Pos Radar Kudus sebagai inisiator sekaligus penyelenggara telah menyiapkan berbagai hadiah, salah satunya grand prize Rp 50 juta, beserta hadiah lainnya seperti dua sepeda motor, tiga sepeda gunung, tiga kulkas, lima rice cooker, lima dispenser dan lima kipas angin.

Puluhan ribu pasang kaki itu mulai jalan sehat menyusuri rute. Mulai Alun-alun Simpang Tujuh Kudus (depan panggung) berjalan menuju ke timur Jalan Jendral Sudirman, lalu belok kanan mengarah ke Jalan Tanjung, kemudian dilanjut ke Jalan Pemuda, lalu kembali ke alun-alun lagi (finish).

Tanpa pengamanan dari pihak aparat yang berlebih, bersama Baehaqi, bupati full habiskan rute dengan membersamai masyarakat. Sepanjang rute, Pak Hartopo tak lepas dengan putranya Zander, 5.

Sambil menuntun Zander ia menyapa dan selfi bersama warga Kudus. “Minta foto pak, Pak Bupatiiiiiiiii,” suara histeris emak-emak. Semuanya bergantian. Berdesakan.

Menurut Baehaqi, jalan sepanjang 3 kilometer (km) tersebut sebenarnya enteng. Tapi mengawal bupati sejauh 3 km itu ternyata tak mudah. Apalagi bupati membawa anak kecil. Dia juga tampak menuntun putra bupati karena massa terus mendesak ingin menempel dan selfi bersama bupati. Berkali-kali juga ada orang jatuh. Mainan putra Hartopo, yakni Zander juga jatuh.

“Berkali-kali kaki saya juga diinjak-injak orang. Sepatu baru saya sampai lecek jadi korban. Namun semua itu begitu menyenangkan,” jelasnya.

Selain keriuhan itu pula, beberapa masyarakat juga ada yang memilih untuk berhenti melipir ke tepi jalan terlebih dahulu untuk beli jajanan. Karena ada banyak PKL yang berdagang. Ada pula pedagang asongan (es teh) sembari membopong dagangan diatas kepala. PKL diarea alun-alun juga banyak, tak hanya penjual makanan, namun juga penjual mainan. (ark/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/