
RADAR KUDUS – Mengikuti tren pakaian, mencoba tempat nongkrong yang sedang ramai, hingga membeli aksesori viral menjadi bagian dari gaya hidup sebagian anak muda.
Namun, keinginan untuk tetap mengikuti perkembangan tren terkadang membuat pengeluaran meningkat, bahkan untuk barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Media sosial turut mempercepat penyebaran tren di kalangan anak muda.
Konten tentang pakaian terbaru, rekomendasi kafe, sepatu, hingga aksesori tertentu dapat dengan mudah menarik perhatian.
Ketika banyak orang membicarakan atau menggunakan barang serupa, muncul keinginan untuk ikut mencoba agar tidak merasa tertinggal.
Fenomena tersebut berkaitan dengan istilah fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan takut melewatkan pengalaman atau sesuatu yang dianggap penting dan menarik.
Dalam konteks konsumsi, FOMO dapat mendorong seseorang membeli barang atau mengikuti aktivitas tertentu karena melihat orang lain melakukannya.
Keinginan mengikuti tren juga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan untuk diterima dalam lingkungan pertemanan.
Memakai pakaian yang sedang populer, mengunjungi tempat yang ramai diperbincangkan, atau memiliki aksesori viral terkadang dianggap sebagai cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
Di sisi lain, tren yang terus berganti dapat membuat pengeluaran sulit dikendalikan.
