
RADAR KUDUS – Pernah merasa sudah belajar berjam-jam, membaca materi berkali-kali, tetapi ketika ditanya justru tidak tahu harus menjawab apa? Kondisi tersebut ternyata tidak selalu berarti seseorang kurang mampu memahami pelajaran.
Ada beberapa kebiasaan saat belajar yang justru membuat proses memahami materi menjadi kurang efektif.
Mulai dari belajar terlalu lama tanpa jeda hingga menggunakan metode yang tidak sesuai.
Berikut beberapa penyebab mengapa materi sulit dipahami meski sudah belajar lama:
1. Belajar terlalu lama tanpa jeda
Memaksakan diri belajar berjam-jam tanpa istirahat dapat membuat konsentrasi menurun.
Otak membutuhkan jeda agar informasi yang dipelajari dapat diproses dengan lebih baik.
Karena itu, belajar dapat dilakukan secara bertahap dengan memberikan waktu istirahat di antara sesi belajar.
2. Hanya membaca tanpa mencoba menjelaskan kembali
Membaca materi berulang kali belum tentu membuat seseorang benar-benar memahami isinya.
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menutup buku kemudian menjelaskan kembali materi menggunakan bahasa sendiri.
Cara tersebut membantu mengetahui bagian mana yang sudah dipahami dan mana yang masih membingungkan.
3. Menghafal tanpa memahami konsep
Menghafal mungkin membantu mengingat informasi dalam waktu singkat.
Namun, jika hanya menghafal tanpa memahami hubungan antar konsep, materi akan lebih mudah terlupakan.
Cobalah memahami alasan, proses, atau hubungan dari materi yang dipelajari sebelum menghafalnya.
4. Belajar sambil membuka media sosial
Notifikasi dan kebiasaan berpindah dari materi ke media sosial dapat mengganggu fokus.
Walaupun hanya membuka ponsel sebentar, perhatian bisa teralihkan dari materi yang sedang dipelajari.
Saat belajar, cobalah menjauhkan ponsel atau mematikan notifikasi yang tidak diperlukan.
5. Mempelajari terlalu banyak materi sekaligus
Memasukkan terlalu banyak materi dalam satu waktu dapat membuat proses belajar terasa berat.
Sebaiknya materi dibagi menjadi beberapa bagian kecil dan dipelajari secara bertahap.
Cara ini juga membuat target belajar terasa lebih realistis.
6. Kurang tidur atau sedang kelelahan
Kondisi tubuh juga berpengaruh terhadap kemampuan berkonsentrasi.
Ketika kurang tidur atau terlalu lelah, belajar selama berjam-jam belum tentu menghasilkan pemahaman yang maksimal.
Karena itu, istirahat dan tidur yang cukup tetap menjadi bagian penting dalam rutinitas belajar.
7. Menggunakan metode belajar yang tidak sesuai
Setiap orang dapat memiliki cara belajar yang berbeda. Jika membaca buku terus-menerus tidak membantu, metode lain bisa dicoba.
Salah satunya active recall, yaitu mencoba mengingat kembali informasi tanpa melihat materi.
Selain itu, membuat rangkuman menggunakan bahasa sendiri, mengerjakan latihan soal, atau menjelaskan materi seolah-olah sedang mengajari orang lain juga dapat menjadi pilihan.
Belajar lama tidak selalu berarti belajar efektif.
Dengan belajar secara bertahap, mengambil jeda, mengurangi distraksi, serta mencoba metode seperti active recall, proses memahami materi dapat menjadi lebih terarah dan tidak terasa terlalu membebani.



