alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Lebih Hemat, Pakai Motor Listrik Sebulan Hanya Habis Rp 20 Ribu

Sebagian orang mungkin berpendapat pakai motor listrik bakal lebih boros. Padahal, kenyataannya, kendaraan zero emisi itu justru lebih irit. Efri Kristiani Pasaribu, salah satu pemilik motor listrik asal Rendole, Pati, mengaku hanya mengeluarkan uang Rp 20 ribu perak dalam sebulan untuk kebutuhan kendaraannya itu.

Tentu angka itu jauh lebih hemat jika dibandingkan motor BBM yang dalam sebulan bisa menghabiskan Rp 300 ribuan untuk konsumsi BBM. Ya, lebih hemat Rp 280 ribu.

Sosok yang disapa Ani itu mengaku menggunakan motor listriknya sejak 2017. Ani dalam kegiatan sehari-harinya lebih sering menggunakan motor listrik daripada motor BBM. ”Pergi ke pasar, antar anak sekolah, nganter londri pakainya motor listrik terus,” papar ibu tiga anak itu.


Motor listrik Ani pernah membawa beban sebanyak 50 kilogram (Kg). Mulai bawa londrian hingga ketiga anaknya.

”Ada joknya yang muat lima kiloan juga. Aku pernah bawa hingga 50 Kg. Itu pun masih lancar. Tidak nyendat-nyendat,” imbuh Ani.

Perempuan usia 26 tahunan itu mengaku ngegas paling cepat sampai 40 Kilometer (km) per jam.

”Kenceng itu, Mas. Malah lebih aman pakai motor listrik. Tidak bisa ngebut,” katanya.

Paling jauh, jarak yang ditempuh Ani sejauh 15-20 Km. Indikator bahan bakarnya berkurang setengah. ”Waktu itu kerumah keluarga. Dari Pati Kota menuju Wedarijaksa. Bahan bakarnya terkuras setengah lebih sedikit lah. Terus saya cas di sana,” paparnya.

Baca Juga :  Tampil Anggun dengan Balayage Hair

Biasanya, motor listrik Ani tiap malam dicas. Paling tidak, memakan waktu tiga jam untuk penuh baterainya. ”Buat pemakaian besoknya. Jadi tiap malam ngecas,” ucapnya.

”Motor listrik cuman dicas. Sebulan nggak nympai Rp 50 ribu, cuma Rp 20 saja. Kalau motor itung aja sehari bisa habis Rp 10 ribuan,” tandas perempuan asal Medan itu.

Secara umum, biaya listrik yang dihabiskan Ani selama sebulan Rp 130 ribu. Itu termasuk motor listrik, mesin cuci, kipas angin, TV, masih dipakai ngelas. ”Cuman habis segitu kan. Bisa dilihat habis berapa,” tuturnya.

Menurut Ani, misal digunakan mengantar anak sekolah, pergi ke pasar, bisa lebih irit dan santai.  ”Sehari sering dipakai. Soalnya simpel. Kontaknya tinggal di-on-kan langsung digas sudah jalan. Daripada motor BBM, sering ini yang digunakan,” tandasnya.

Sepeda listrik yang sudah berusia tiga tahun lebih itu, harga beli barunya kisaran Rp 7 juta. Servisnya, menurut Ani, hanya bagian rem dan aki saja. ”Lebih hemat daripada motor BBM. Simpel pula,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Sebagian orang mungkin berpendapat pakai motor listrik bakal lebih boros. Padahal, kenyataannya, kendaraan zero emisi itu justru lebih irit. Efri Kristiani Pasaribu, salah satu pemilik motor listrik asal Rendole, Pati, mengaku hanya mengeluarkan uang Rp 20 ribu perak dalam sebulan untuk kebutuhan kendaraannya itu.

Tentu angka itu jauh lebih hemat jika dibandingkan motor BBM yang dalam sebulan bisa menghabiskan Rp 300 ribuan untuk konsumsi BBM. Ya, lebih hemat Rp 280 ribu.

Sosok yang disapa Ani itu mengaku menggunakan motor listriknya sejak 2017. Ani dalam kegiatan sehari-harinya lebih sering menggunakan motor listrik daripada motor BBM. ”Pergi ke pasar, antar anak sekolah, nganter londri pakainya motor listrik terus,” papar ibu tiga anak itu.

Motor listrik Ani pernah membawa beban sebanyak 50 kilogram (Kg). Mulai bawa londrian hingga ketiga anaknya.

”Ada joknya yang muat lima kiloan juga. Aku pernah bawa hingga 50 Kg. Itu pun masih lancar. Tidak nyendat-nyendat,” imbuh Ani.

Perempuan usia 26 tahunan itu mengaku ngegas paling cepat sampai 40 Kilometer (km) per jam.

”Kenceng itu, Mas. Malah lebih aman pakai motor listrik. Tidak bisa ngebut,” katanya.

Paling jauh, jarak yang ditempuh Ani sejauh 15-20 Km. Indikator bahan bakarnya berkurang setengah. ”Waktu itu kerumah keluarga. Dari Pati Kota menuju Wedarijaksa. Bahan bakarnya terkuras setengah lebih sedikit lah. Terus saya cas di sana,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Blora Wacanakan Motor Listrik Jadi Kendaraan Dinas

Biasanya, motor listrik Ani tiap malam dicas. Paling tidak, memakan waktu tiga jam untuk penuh baterainya. ”Buat pemakaian besoknya. Jadi tiap malam ngecas,” ucapnya.

”Motor listrik cuman dicas. Sebulan nggak nympai Rp 50 ribu, cuma Rp 20 saja. Kalau motor itung aja sehari bisa habis Rp 10 ribuan,” tandas perempuan asal Medan itu.

Secara umum, biaya listrik yang dihabiskan Ani selama sebulan Rp 130 ribu. Itu termasuk motor listrik, mesin cuci, kipas angin, TV, masih dipakai ngelas. ”Cuman habis segitu kan. Bisa dilihat habis berapa,” tuturnya.

Menurut Ani, misal digunakan mengantar anak sekolah, pergi ke pasar, bisa lebih irit dan santai.  ”Sehari sering dipakai. Soalnya simpel. Kontaknya tinggal di-on-kan langsung digas sudah jalan. Daripada motor BBM, sering ini yang digunakan,” tandasnya.

Sepeda listrik yang sudah berusia tiga tahun lebih itu, harga beli barunya kisaran Rp 7 juta. Servisnya, menurut Ani, hanya bagian rem dan aki saja. ”Lebih hemat daripada motor BBM. Simpel pula,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/