alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Makin Canggih, Pantau CCTV Cukup Lewat Smartphone

PEMASANGAN CCTV kini menjadi tren di masyarakat. Bahkan kini kamera yang difungsikan untuk kemanan itu makin canggih. Sebab bisa dipantau lewat handphone (HP).

Salah satu warga Kudus yang memasang kamera pengintai di rumahnya yakni Arif Budiyanto. Arif yang tinggal di Jalan Ganesa 4 Purwosari itu memasang CCTV di rumahnya dan di asrama.

Di rumahnya, CCTV dipasang sejak dua tahun lalu dengan biaya sekitar Rp 2 juta. CCTV itu dipasang di lima titik, seperti halaman rumah dan pintu depan.


“Awalnya mengikuti tren. Tujuannya menakuti kalau ada maling. Terlebih saya juga kerap ke luar kota untuk urusan kerja,” ungkap pria yang juga menjadi Direktur Akademi Sepak Bola Tugumuda Indonesia (ASTI) Kudus.

Untuk pemantauan menurutnya melalui dua platform. Bisa lewat komputer atau HP. Itu karena sebagian menggunakan CCTV Wi-Fi atau wireless yang terhubung melalui jaringan internet.

Baca Juga :  Penggantian CCTV di Rembang Terkendala Anggaran

“Ini jauh lebih praktis karena bisa dicek melalui aplikasi di ponsel,” terangnya.

Selain di rumah, dia juga memasang CCTV di asrama ASTI, tempatnya bekerja mengurusi bakat-bakat muda di Kudus.

Di asrama itu setidaknya ada 12 titik kamera pengintai yang dipasang. Pemasangan hanya di bagian halaman-halaman dan teras. Tak ada yang dipasang di kamar. Tujuannya menjaga privasi para penghuni.

“Di asrama ini penting. Sangat membantu. Terutama ketika ada kejadian kehilangan. Lewat CCTV ini kami cek,” terangnya.

Dari situ biasanya ketika ada kejadian kehilangan, melalui rekaman CCTV dapat ditelisik. “Kapan waktunya dan siapa yang mengambil dapat kami identifikasi. Intinya ini membantu dalam pengungkapan kalau ada kasus-kasus,” katanya.

 






Reporter: Eko Santoso

PEMASANGAN CCTV kini menjadi tren di masyarakat. Bahkan kini kamera yang difungsikan untuk kemanan itu makin canggih. Sebab bisa dipantau lewat handphone (HP).

Salah satu warga Kudus yang memasang kamera pengintai di rumahnya yakni Arif Budiyanto. Arif yang tinggal di Jalan Ganesa 4 Purwosari itu memasang CCTV di rumahnya dan di asrama.

Di rumahnya, CCTV dipasang sejak dua tahun lalu dengan biaya sekitar Rp 2 juta. CCTV itu dipasang di lima titik, seperti halaman rumah dan pintu depan.

“Awalnya mengikuti tren. Tujuannya menakuti kalau ada maling. Terlebih saya juga kerap ke luar kota untuk urusan kerja,” ungkap pria yang juga menjadi Direktur Akademi Sepak Bola Tugumuda Indonesia (ASTI) Kudus.

Untuk pemantauan menurutnya melalui dua platform. Bisa lewat komputer atau HP. Itu karena sebagian menggunakan CCTV Wi-Fi atau wireless yang terhubung melalui jaringan internet.

Baca Juga :  Kacamata K-Ion Berbahan Thermoplastic untuk Terapi Kesehatan, Tapi Stylish

“Ini jauh lebih praktis karena bisa dicek melalui aplikasi di ponsel,” terangnya.

Selain di rumah, dia juga memasang CCTV di asrama ASTI, tempatnya bekerja mengurusi bakat-bakat muda di Kudus.

Di asrama itu setidaknya ada 12 titik kamera pengintai yang dipasang. Pemasangan hanya di bagian halaman-halaman dan teras. Tak ada yang dipasang di kamar. Tujuannya menjaga privasi para penghuni.

“Di asrama ini penting. Sangat membantu. Terutama ketika ada kejadian kehilangan. Lewat CCTV ini kami cek,” terangnya.

Dari situ biasanya ketika ada kejadian kehilangan, melalui rekaman CCTV dapat ditelisik. “Kapan waktunya dan siapa yang mengambil dapat kami identifikasi. Intinya ini membantu dalam pengungkapan kalau ada kasus-kasus,” katanya.

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/