alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Hangout Asyik Pakai Skuter Elektrik

SKUTER elektrik saat ini sedang ngetren dari anak-anak hingga remaja. Kebutuhan memakai skuter tersebut beragam, ada yang digunakan untuk transportasi pengganti sepeda atau motor untuk beraktivitas sehari-hari. Tapi ada pula yang hanya untuk rekreasi berputar-putar ke taman kota atau obyek wisata lainnya.

Di kota besar skuter elektrik sudah banyak bersliweran di jalan-jalan utama. Namun berbeda di Kudus, skuter elektrik hanya dipakai untuk memutari kawasan Balai Jagong. Peminatnya dari semua kalangan. Dan asyiknya menaiki skuter elektrik ini tinggal putar gas layaknya motor automatic. Tapi dengan pengendara yang terbatas.

Seperti Muhammad Rizal, memakai skuter elektrik hanya dikendarai untuk berkeliling sekitar Balai Jagong. Ia mengatakan, skuter matik memang tidak cocok untuk digunakan jalan raya yang arus lalu lintas cukup ramai.


“Skuter elektrik ini mampu bertahan lima jam, tapi ada juga yang mampu bertahan sampai sehari. Ya kalau bagi saya lebih cocok untuk santai-santaian saja. Ya, sebenarnya lebih enak buat hangout bareng teman-teman,” ungkapnya.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Rizal selain memiliki skuter elektrik untuk dipakai sendiri, juga disewakan. Ia memiliki kurang lebih 15 skuter bersama dengan pamannya. Usaha tersebut sudah berjalan empat bulan. Peluangnya cukup lumayan. Karena banyak anak-anak sampai remaja yang menyewa untuk hangout bersama teman-teman keliling wilayah gelanggang olahraga dan Balai Jagong.

Baca Juga :  Comfy dan Stunning dengan Jumpsuit Batik

“Kalau yang tidak punya. Lebih suka menyewa, karena kalau membeli itu harganya kisaran Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, supaya semua bisa merasakan naik skuter elektrik yang saat ini baru digandrungi,” terangnya.

Sama halnya dengan Lintang Larasati, mengaku suka sewa skuter elektrik bersama teman-temannya. Cukup membayar Rp 10 ribu per 15 menit. Buat hangout malam minggu muter-muter sekitar Balai Jagong. Menurutnya seru, sambil melihat-lihat keliling sekitar, tidak membuat kaki pegal.

Ya daripada keliling Balai Jagong jalan kaki, mending naik skuter elektrik. Saya menaikinya dengan santai dan memang wajib mengenakan helm. Mudah kok cara menaikinya, kaya naik sepeda tapi tanpa goes dan tinggal ngegas saja. Aman asal tidak perlu ngebut-ngebut dan jalannya juga yang benar,” terangnya. (san/war)






Reporter: Indah Susanti

SKUTER elektrik saat ini sedang ngetren dari anak-anak hingga remaja. Kebutuhan memakai skuter tersebut beragam, ada yang digunakan untuk transportasi pengganti sepeda atau motor untuk beraktivitas sehari-hari. Tapi ada pula yang hanya untuk rekreasi berputar-putar ke taman kota atau obyek wisata lainnya.

Di kota besar skuter elektrik sudah banyak bersliweran di jalan-jalan utama. Namun berbeda di Kudus, skuter elektrik hanya dipakai untuk memutari kawasan Balai Jagong. Peminatnya dari semua kalangan. Dan asyiknya menaiki skuter elektrik ini tinggal putar gas layaknya motor automatic. Tapi dengan pengendara yang terbatas.

Seperti Muhammad Rizal, memakai skuter elektrik hanya dikendarai untuk berkeliling sekitar Balai Jagong. Ia mengatakan, skuter matik memang tidak cocok untuk digunakan jalan raya yang arus lalu lintas cukup ramai.

“Skuter elektrik ini mampu bertahan lima jam, tapi ada juga yang mampu bertahan sampai sehari. Ya kalau bagi saya lebih cocok untuk santai-santaian saja. Ya, sebenarnya lebih enak buat hangout bareng teman-teman,” ungkapnya.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Rizal selain memiliki skuter elektrik untuk dipakai sendiri, juga disewakan. Ia memiliki kurang lebih 15 skuter bersama dengan pamannya. Usaha tersebut sudah berjalan empat bulan. Peluangnya cukup lumayan. Karena banyak anak-anak sampai remaja yang menyewa untuk hangout bersama teman-teman keliling wilayah gelanggang olahraga dan Balai Jagong.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini Seluruh Objek Wisata di Jepara Ditutup

“Kalau yang tidak punya. Lebih suka menyewa, karena kalau membeli itu harganya kisaran Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, supaya semua bisa merasakan naik skuter elektrik yang saat ini baru digandrungi,” terangnya.

Sama halnya dengan Lintang Larasati, mengaku suka sewa skuter elektrik bersama teman-temannya. Cukup membayar Rp 10 ribu per 15 menit. Buat hangout malam minggu muter-muter sekitar Balai Jagong. Menurutnya seru, sambil melihat-lihat keliling sekitar, tidak membuat kaki pegal.

Ya daripada keliling Balai Jagong jalan kaki, mending naik skuter elektrik. Saya menaikinya dengan santai dan memang wajib mengenakan helm. Mudah kok cara menaikinya, kaya naik sepeda tapi tanpa goes dan tinggal ngegas saja. Aman asal tidak perlu ngebut-ngebut dan jalannya juga yang benar,” terangnya. (san/war)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/