Garang Asam Kudus, Kuliner Tradisional yang Semakin Diminati Wisatawan, Berikut Resepnya
Zainal Abidin RK• Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:29 WIB
Garang Asem
KUDUS — Garang asam, kuliner khas Kabupaten Kudus, kembali menjadi sorotan para pecinta wisata kuliner Nusantara.
Hidangan tradisional yang terkenal dengan cita rasa segar dan gurih ini kini semakin mudah ditemukan di berbagai daerah, bahkan menjadi menu favorit di restoran modern.
Garang asam Kudus dikenal sebagai olahan ayam yang dibungkus daun pisang dan dimasak dengan bumbu rempah serta santan.
Cita rasa asam yang khas berasal dari belimbing wuluh, berpadu dengan pedas cabai dan aroma harum daun salam serta serai.
Proses memasak dengan cara dikukus membuat rasa bumbu meresap sempurna ke dalam daging ayam.
“Ciri khas garang asam Kudus adalah kuahnya yang ringan tapi kaya rasa. Tidak terlalu pedas, jadi cocok untuk semua kalangan,” ujar Siti Aminah (45), pedagang garang asam di kawasan Desa Tanjungkarang, Kudus, yang sudah berjualan sejak 1998.
Selain menjadi ikon kuliner lokal, garang asam juga memiliki nilai budaya. Makanan ini kerap dihidangkan pada acara keluarga, syukuran, hingga tradisi selamatan. Para pelaku UMKM di Kudus kini terus berinovasi, mengemas garang asam dalam bentuk siap saji agar bisa dinikmati di luar daerah.
Pemerintah Kabupaten Kudus pun mendukung promosi kuliner ini melalui berbagai festival dan ajang kuliner daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Eko Wibowo, mengatakan bahwa garang asam merupakan bagian penting dari identitas kuliner Kudus yang perlu dilestarikan.
“Garang asam bukan hanya soal rasa, tetapi juga warisan budaya.
Kami berkomitmen untuk terus mempromosikannya sebagai daya tarik wisata kuliner Kudus,” ujar Eko.
Dengan perpaduan rasa yang unik dan proses pembuatan yang tradisional, garang asam Kudus terus membuktikan diri sebagai salah satu kuliner Nusantara yang tak lekang oleh waktu — sebuah cita rasa Jawa Tengah yang sederhana, namun memikat.