alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Kuliner Entog Asap: Low Kolesterol, Empuk dan Gurih

KEPULAN asap membumbung ke atas di dapur Achmad Asro. Aromanya sedap. Di atas tungku ia membolak-balikan entog yang dipesan oleh customer-nya. Di warung Cowbois milik Asro, ada menu entog asap yang menjadi favorit.

Olahan entog asap ini disajikan menjadi beberapa masakan. Mulai dari tongseng, sei, dan entog asap balap. Pengolahan dan proses masaknya, entog terlebih dahulu diungkep dengan bumbu racikan. Durasinya sekitar 40 menitan.

Usai direbus, entog kemudian ditiriskan kemudian diasap. Proses pengasapannya sekitar 40 menit. Bahan bakar pengasapannya memanfaatkan serabut kelapa. Sebelum disajikan, entog asap ini digoreng terlebih dahulu. Prosesnya tak lama, karena penggorengan agar terasa penghangat ketika disantap.


Sajian menu entog asap ini kian gurih disantap dengan sambal mentah khas warung Cowbois. Penikmat entog akan merasakan sensasi gobyos.

Owner Entog Asap Cowbois, Achmad Asro menyatakan usahanya itu dibuka pada Maret lalu. Lokasinya berada di jalan Ganesha Raya Nomor 28, Purwosari Kudus. Warung makan ini buka dari pukul 11.00 WIB hingga habis.

Baca Juga :  Kecewa Dilarang Nyopir, Pemuda di Kudus Akhiri Hidup Gantung Diri

Ide awal usaha itu dirintis melihat kuliner entog di Kudus rata-rata dijual secara digoreng. Asro ingin menciptakan menu masakan entog yang berbeda.

“Ketika diasap entog akan muncul cita rasa tersendiri. Lebih gurih dan rendah lema,” katanya.

Sementara, untuk rasa entog asap ini tektur daginggnya lebih lembut. Proses pengasapan membuat cira rasa di setiap gigitan muncul. Untuk menikmati sajian entog asap ini cukup terjangkau. Entog asap tongseng dan balap dibandrol dengan harga Rp 35 ribu. Sementara untuk sei Rp 25 ribu, rica-rica kepala entok Rp 15 ribu.

“Dalam sehari bisa terjual 20 ekor. Entog asap juga bisa langsung dinikmati dan tak harus digoreng,” katanya.Yanto, 41 Salah satu pembeli entog asap mengaku pertamakali merasakan cita rasa berbeda saat menyantap. Entog asap rasanya lebih gurih dan dagingnya terasa begitu empuk. Terlebih lagi, sajian entog asap itu disantap dengan sambal mantah dan lalapan.“Rasanya beda sama goreng, lebih empuk dan citarasanya berbeda,” katanya.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KEPULAN asap membumbung ke atas di dapur Achmad Asro. Aromanya sedap. Di atas tungku ia membolak-balikan entog yang dipesan oleh customer-nya. Di warung Cowbois milik Asro, ada menu entog asap yang menjadi favorit.

Olahan entog asap ini disajikan menjadi beberapa masakan. Mulai dari tongseng, sei, dan entog asap balap. Pengolahan dan proses masaknya, entog terlebih dahulu diungkep dengan bumbu racikan. Durasinya sekitar 40 menitan.

Usai direbus, entog kemudian ditiriskan kemudian diasap. Proses pengasapannya sekitar 40 menit. Bahan bakar pengasapannya memanfaatkan serabut kelapa. Sebelum disajikan, entog asap ini digoreng terlebih dahulu. Prosesnya tak lama, karena penggorengan agar terasa penghangat ketika disantap.

Sajian menu entog asap ini kian gurih disantap dengan sambal mentah khas warung Cowbois. Penikmat entog akan merasakan sensasi gobyos.

Owner Entog Asap Cowbois, Achmad Asro menyatakan usahanya itu dibuka pada Maret lalu. Lokasinya berada di jalan Ganesha Raya Nomor 28, Purwosari Kudus. Warung makan ini buka dari pukul 11.00 WIB hingga habis.

Baca Juga :  Es Dawet Durian, Manis Legit Lumer di Mulut

Ide awal usaha itu dirintis melihat kuliner entog di Kudus rata-rata dijual secara digoreng. Asro ingin menciptakan menu masakan entog yang berbeda.

“Ketika diasap entog akan muncul cita rasa tersendiri. Lebih gurih dan rendah lema,” katanya.

Sementara, untuk rasa entog asap ini tektur daginggnya lebih lembut. Proses pengasapan membuat cira rasa di setiap gigitan muncul. Untuk menikmati sajian entog asap ini cukup terjangkau. Entog asap tongseng dan balap dibandrol dengan harga Rp 35 ribu. Sementara untuk sei Rp 25 ribu, rica-rica kepala entok Rp 15 ribu.

“Dalam sehari bisa terjual 20 ekor. Entog asap juga bisa langsung dinikmati dan tak harus digoreng,” katanya.Yanto, 41 Salah satu pembeli entog asap mengaku pertamakali merasakan cita rasa berbeda saat menyantap. Entog asap rasanya lebih gurih dan dagingnya terasa begitu empuk. Terlebih lagi, sajian entog asap itu disantap dengan sambal mantah dan lalapan.“Rasanya beda sama goreng, lebih empuk dan citarasanya berbeda,” katanya.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/