alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Brownies Labu Elbina Bikin Warga Turki Kepincut

KUDUS – Labu kuning yang biasanya hanya menjadi alternatif sayur lodeh maupun kolak, ditangan Nurhayati, bisa menjadi beragam olahan makanan. Bahkan brownis labu buatannya pernah menggaet warga Turki.

Awal mula mencoba olahan labu ia mulai pada 2017. Saat mengikuti pelatihan UKM, ia berpikir untuk mendapatkan bahan yang mudah didapat, dan terjangkau. “Saat itu saya langsung merujuk labu yang saya lihat di pasar, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam olahan dan dijual dengan nilai yang tinggi,” cerita Nurhayati.


Ia menjelaskan, beberapa olahan yang ia buat dari olahan labu yakni stik labu, brownis labu, krupuk dan dawet labu. “Namun saya juga memproduksi tepung labu, yang bisa diolah untuk berbagai macam makanan,” ujarnya.

Ia mengaku mendapatkan labu dari petani labu di sekitar tempat tinggalnya, yakni Desa Bulung, Jekulo, Kudus. Setidaknya, setiap harinya ia membutuhkan 1,5 kilo labu segar, untuk dijadikan tepung. “1,5 kilo itu biasanya menjadi 150 gram tepung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Selat Solo Modifikasi Tak Terlalu Manis seperti Aslinya
CAMILAN: Keripik dari olahan labu kuning buatan Nurhayati. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Saat ini sendiri, yang paling banyak diminati konsumen yakni Brownis labu. Produk unggulannya itu justru sempat menarik warga Turki untuk membeli. “Saat itu, sebelum puasa, ketika mengikuti event nasional di Jakarta,” paparnya.

Nurhayati menambahkan, memilih labu karena bahan itu yang dianggap bahan baku yang banyak ditemui dan mudah didapat. Apalagi, kata dia, pada saat pandemi petani labu terkena dampaknya. Dengan usahanya itu, ia berharap dapat membantu para petani labu untuk tetap bertahan. “Ya buka usaha, ya menguntungkan yang lain,” katanya. (ark/lid/adv)

KUDUS – Labu kuning yang biasanya hanya menjadi alternatif sayur lodeh maupun kolak, ditangan Nurhayati, bisa menjadi beragam olahan makanan. Bahkan brownis labu buatannya pernah menggaet warga Turki.

Awal mula mencoba olahan labu ia mulai pada 2017. Saat mengikuti pelatihan UKM, ia berpikir untuk mendapatkan bahan yang mudah didapat, dan terjangkau. “Saat itu saya langsung merujuk labu yang saya lihat di pasar, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam olahan dan dijual dengan nilai yang tinggi,” cerita Nurhayati.

Ia menjelaskan, beberapa olahan yang ia buat dari olahan labu yakni stik labu, brownis labu, krupuk dan dawet labu. “Namun saya juga memproduksi tepung labu, yang bisa diolah untuk berbagai macam makanan,” ujarnya.

Ia mengaku mendapatkan labu dari petani labu di sekitar tempat tinggalnya, yakni Desa Bulung, Jekulo, Kudus. Setidaknya, setiap harinya ia membutuhkan 1,5 kilo labu segar, untuk dijadikan tepung. “1,5 kilo itu biasanya menjadi 150 gram tepung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Olahan Cendol dari Daun Kelor: Segar dan Menyehatkan
CAMILAN: Keripik dari olahan labu kuning buatan Nurhayati. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Saat ini sendiri, yang paling banyak diminati konsumen yakni Brownis labu. Produk unggulannya itu justru sempat menarik warga Turki untuk membeli. “Saat itu, sebelum puasa, ketika mengikuti event nasional di Jakarta,” paparnya.

Nurhayati menambahkan, memilih labu karena bahan itu yang dianggap bahan baku yang banyak ditemui dan mudah didapat. Apalagi, kata dia, pada saat pandemi petani labu terkena dampaknya. Dengan usahanya itu, ia berharap dapat membantu para petani labu untuk tetap bertahan. “Ya buka usaha, ya menguntungkan yang lain,” katanya. (ark/lid/adv)


Most Read

Artikel Terbaru

/