alexametrics
31 C
Kudus
Saturday, June 4, 2022

Mencicipi Es Krim Rasa Buah Khas Italia: Disajikan tanpa Susu, Segarnya Cocok saat Cuaca Ekstrem

Es krim identik dengan campuran susu dan gula. Namun, gelato matteo, es krim dari Italia ini punya varian beda dari yang lainnya. Es krim dengan pure rasa buah tanpa susu menonjolkan rasa asam di mulut. Cocok buat cuaca panas di siang hari.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati, Radar Kudus

KEDAI yang menyajikan kudapan manis nan segar itu bernama Selasar Coffee & Gelato, Margorejo. Dilihat sekilas, gelato tampak sama seperti es krim pada umumnya. Namun setelah dicicipi, gelato khas Itali ini ternyata mengandung lebih banyak susu ketimbang krim.


Rasanya berbeda dengan es krim yang tanpa susu gelato matteo. Itu disajikan tanpa susu sama sekali.

Safira Maharani menyajikan wartawan ini es krim Italia rasa buah lemon. Pemilik Selasar Coffee & Gelato itu dengan hati-hati menaruh es krim dalam waffle yang sudah disiapkannya itu. “Pilih rasa apa? Lemon? Strawberi? Ini bisa juga di-mix,” papar perempuan yang kerap disapa Fira ini.

Karena ingin mencoba yang segar-segar. Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini memilih rasa lemon dicampur strawberi. “Rasanya buahnya kuat (lemon). Asamnya juga menonjol. Tak ada rasa susunya. Cocok dikonsumsi di siang panas ini,” ujar wartawan ini mengetes rasa es krim ke Fira.

“Jadi gelato ini ada dua kategori. Sorbelt dan gelato. Bedanya, kalau sorbelt ini tidak ada susunya. Rasanya piur buah yang ditonjolkan,” terang Fira kepada wartawan koran ini.

Untuk es krim rasa buah itu ada rasa lemon, yogurt, dan mangga. Untuk menonjolkan rasa buah, es krimnya tanpa tambahan pemanis. Jadi yang terasa buah lemon yang asam.

“Jadi emang seger rasanya. Jadi masih disebut gelato. Sorbelt itu istilah desert dingin dari buah gitu,” tukas wanita usia 26 tahunan itu.

Baca Juga :  Menyoal Pancaroba Dunia di Suluk Maleman
ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS

Gelato buah ini cocok bagi yang suka manis-manis. Sesekali cari rasa asam yang lebih pekat. Cocok di cuaca ekstrim. “Ternyata banyak yang sering mencari gelato buah ini. Pelanggan mungkin bosen sama yang manis-manis. Cuaca yang gerah ini, lebih enak dengan makan yang seger-seger,” paparnya.

Untuk penyajian es krim itu ada tiga cara. Dengan cup, waffle cone, dan cone. Customer bisa memilih dengan wadah cup. Harganya cukup terjangkau. “Cone sendiri dibuat pihak Matteo. Dari sana pesan cone, H-1 baru dibuat. Jadi adonannya beber-bener fresh,” ujarnya.

Memang Gelato Matteo terkenal di Semarang. Pasarnya, juga stabil. Itu alasan Fira membuka cafe dengan memajang nama Gelato Matteo itu.

“Yang punya orang Italia asli. Sempat ngobrol waktu penawaran menjadi resellernya. Matteo ini tinggal di Semarang. Selain itu, kualitas es krimnya tak bisa dipertanyakan lagi. Bagus kualitasnya,” ucapnya.

Selain itu, Fira juga riset berbagai brand es krim. Baik di Jakarta maupun di Semarang. Dia mencari es krim yang benar-benar berkualitas dan cocok di lidah.

“Kadang brand lain itu ada yang teksturnya keras, padat, dan lebih manis. Setelah mencoba Gelato Matteo ini rasanya pas. Rasanya memakai bahan asli. Tanpa memakai penambahan perasa dan pemanis buatan,” tandasnya.

Biasanya es krim di kedainya itu maksimal sebulan bertahan. Bukan karena kadaluwarsa ataupun mencair, tetapi dilihat kadar rasa pada es krimnya. ”Paling tiga minggu sudah habis sih es krimnya. Kalau kadaluarsanya itu berbulan-bulan. Tapi kami selalu melakukan quality control. Kalau sebulan rasanya sudah berkurang ya diganti es krimnya,” ujarnya. (*/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Es krim identik dengan campuran susu dan gula. Namun, gelato matteo, es krim dari Italia ini punya varian beda dari yang lainnya. Es krim dengan pure rasa buah tanpa susu menonjolkan rasa asam di mulut. Cocok buat cuaca panas di siang hari.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati, Radar Kudus

KEDAI yang menyajikan kudapan manis nan segar itu bernama Selasar Coffee & Gelato, Margorejo. Dilihat sekilas, gelato tampak sama seperti es krim pada umumnya. Namun setelah dicicipi, gelato khas Itali ini ternyata mengandung lebih banyak susu ketimbang krim.

Rasanya berbeda dengan es krim yang tanpa susu gelato matteo. Itu disajikan tanpa susu sama sekali.

Safira Maharani menyajikan wartawan ini es krim Italia rasa buah lemon. Pemilik Selasar Coffee & Gelato itu dengan hati-hati menaruh es krim dalam waffle yang sudah disiapkannya itu. “Pilih rasa apa? Lemon? Strawberi? Ini bisa juga di-mix,” papar perempuan yang kerap disapa Fira ini.

Karena ingin mencoba yang segar-segar. Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini memilih rasa lemon dicampur strawberi. “Rasanya buahnya kuat (lemon). Asamnya juga menonjol. Tak ada rasa susunya. Cocok dikonsumsi di siang panas ini,” ujar wartawan ini mengetes rasa es krim ke Fira.

“Jadi gelato ini ada dua kategori. Sorbelt dan gelato. Bedanya, kalau sorbelt ini tidak ada susunya. Rasanya piur buah yang ditonjolkan,” terang Fira kepada wartawan koran ini.

Untuk es krim rasa buah itu ada rasa lemon, yogurt, dan mangga. Untuk menonjolkan rasa buah, es krimnya tanpa tambahan pemanis. Jadi yang terasa buah lemon yang asam.

“Jadi emang seger rasanya. Jadi masih disebut gelato. Sorbelt itu istilah desert dingin dari buah gitu,” tukas wanita usia 26 tahunan itu.

Baca Juga :  Salad Buah Cocok Dikonsumsi jadi Hidangan Penutup
ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS

Gelato buah ini cocok bagi yang suka manis-manis. Sesekali cari rasa asam yang lebih pekat. Cocok di cuaca ekstrim. “Ternyata banyak yang sering mencari gelato buah ini. Pelanggan mungkin bosen sama yang manis-manis. Cuaca yang gerah ini, lebih enak dengan makan yang seger-seger,” paparnya.

Untuk penyajian es krim itu ada tiga cara. Dengan cup, waffle cone, dan cone. Customer bisa memilih dengan wadah cup. Harganya cukup terjangkau. “Cone sendiri dibuat pihak Matteo. Dari sana pesan cone, H-1 baru dibuat. Jadi adonannya beber-bener fresh,” ujarnya.

Memang Gelato Matteo terkenal di Semarang. Pasarnya, juga stabil. Itu alasan Fira membuka cafe dengan memajang nama Gelato Matteo itu.

“Yang punya orang Italia asli. Sempat ngobrol waktu penawaran menjadi resellernya. Matteo ini tinggal di Semarang. Selain itu, kualitas es krimnya tak bisa dipertanyakan lagi. Bagus kualitasnya,” ucapnya.

Selain itu, Fira juga riset berbagai brand es krim. Baik di Jakarta maupun di Semarang. Dia mencari es krim yang benar-benar berkualitas dan cocok di lidah.

“Kadang brand lain itu ada yang teksturnya keras, padat, dan lebih manis. Setelah mencoba Gelato Matteo ini rasanya pas. Rasanya memakai bahan asli. Tanpa memakai penambahan perasa dan pemanis buatan,” tandasnya.

Biasanya es krim di kedainya itu maksimal sebulan bertahan. Bukan karena kadaluwarsa ataupun mencair, tetapi dilihat kadar rasa pada es krimnya. ”Paling tiga minggu sudah habis sih es krimnya. Kalau kadaluarsanya itu berbulan-bulan. Tapi kami selalu melakukan quality control. Kalau sebulan rasanya sudah berkurang ya diganti es krimnya,” ujarnya. (*/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/